HAPPY READING!❤
oOo
Jam sudah menunjukkan pukul 18.40 malam. Tetapi, Alvin dan keempat temannya masih berada di kelasnya. Mereka sedang belajar karena PTS akan segera dimulai. Apalagi, mereka sudah kelas 12. Mereka harus sering belajar untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi ujian.
Revan sedang membaca bukunya. Begitu pun dengan Vano, cowok itu berada di kelas Alvin karena sedang ingin belajar dengan tenang.
Fendy tidak belajar, cowok itu sedang memainkan 'Mobile Legends' dan menggunakan WiFi sekolah. Sedangkan Ryan, dia sedang membalas 986 pesan dari para gadis yang belum dia balas karena tenggelam.
Berbeda dengan Alvin. Cowok itu sedang melamun seraya memutar-mutar ponselnya di atas mejanya. Mungkin, sudah ratusan pesan yang dia kirimkan kepada Zetta. Tetapi, gadis itu tidak membalasnya bahkan tidak membacanya sama sekali.
"Bro! Gue duluan, ya! Si Chika ngajak gue jalan!" seru Ryan seraya membereskan barang-barangnya.
"Loh? Bukannya nama cewek lo Raina?" tanya Vano bingung.
"Udah putus tadi siang. Gue cabut! Doain, malem ini gue jadian sama Chika!" Ryan sudah berlari keluar kelasnya dengan penuh semangat.
"Bocah stress," gumam Fendy yang masih fokus pada game di ponselnya. Tak lama kemudian, sebuah pesan muncul. Pesan itu berasal dari Diva.
"Bro! Gue duluan! Diva minta dibeliin martabak." Fendy berjalan keluar kelasnya seraya menenteng tas sekolahnya.
Vano memandang pintu kelas. Lalu menoleh ke arah Alvin dan Revan yang masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Gue cabut!" pamit Revan yang diangguki oleh Vano. Kini, hanya tersisa Alvin dan Vano di dalam kelas.
Vano mengemasi buku-bukunya, lalu menatap Alvin. "Vin, lo mau pulang jam berapa? Ngeri tau suasana sekolah kalo malem-malem gini."
Alvin menoleh. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat wajah Vano yang sudah berkeringat. "Kalo lo takut, mending pulang."
"Siapa juga yang takut?" Vano melirik ke arah kanan kirinya dengan pandangan waspada.
Ting!
Satu pesan muncul di ponsel Alvin. Membuat sang pemilik ponsel segera membacanya. Pesan itu berasal dari Ryan. Alvin sengaja menamai kontak Ryan dengan nama belakang Ayah teman sebangkunya itu.
SUPRYANTO
SUPRYANTO :
vin, gue liat zetta di depan lapangan basket indoor.
SUPRYANTO :
dia lagi nangis.
SUPRYANTO :
atau jangan² itu bukan zetta😱
SUPRYANTO :
merinding gue.
Alvin hanya membacanya dan tidak berniat untuk membalasnya. Cowok itu segera membereskan barang-barangnya.
"Lo mau pulang?" tanya Vano.
"Gue mau temuin Zetta. Lo bisa pulang duluan."
Vano mengangguk paham. Cowok itu melangkahkan kakinya meninggalkan Alvin sendirian di dalam kelasnya.
Alvin keluar dari kelasnya dan segera bergegas menuju tempat di mana Zetta berada saat ini.
***
Zetta berjalan seorang diri melewati lorong-lorong sekolahnya yang sedikit gelap. Gadis itu duduk di lantai depan lapangan basket indoor, lalu mulai menangis. Mengeluarkan semua rasa sesak yang dia tahan akhir-akhir ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHAMBLES [SELESAI]
Teen Fiction⚠Sequel INVOLVED⚠ Tentang Alvinno Vernando Williams yang menyembunyikan kisah masa lalunya dari kekasihnya. Hingga suatu hari, sahabat lamanya datang dan mengungkit-ungkit cerita lama mereka. Sejak saat itu, Alvin kembali teringat sesuatu yang membu...
![SHAMBLES [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/275649667-64-k118366.jpg)