HAPPY READING!❤
oOo
"Makin jelek aja muka lo," ucap seorang laki-laki yang mengenakan pakaian santai sedang duduk di sofa ruang tamu rumahnya.
Zetta menyipitkan kedua matanya. Kemudian, tatapan gadis itu berbinar ketika melihat siapa pemilik suara itu. "Kak Zidan!"
Zetta segera berlari untuk memeluk kakak angkatnya yang sudah tidak bertemu dengannya selama berbulan-bulan lamanya.
Dia adalah Razidan Steviano Aditama, putra angkat Reano dan Viona yang sudah diasuh oleh mereka sejak umurnya menginjak 10 tahun.
Zidan baru saja menyelesaikan kuliahnya. Dan sekarang, dia sudah memiliki perusahaan arsitektur sendiri di Amerika Serikat yang telah dimulai sejak masih kuliah pada semester ke-2.
"Zetta kangen!" ujar Zetta yang masih berada di dalam pelukan kakaknya.
Zidan terkekeh pelan. "Lebay lo! Gue tiap tahun juga pulang ke rumah."
Zetta melepaskan pelukannya dengan perasaan kesal. "Ish! Adeknya kangen malah dibilang lebay!"
Zidan tertawa, membuat Zetta semakin kesal dengan laki-laki di depannya yang usianya terpaut 5 tahun di atasnya.
"Iya, iya. Gue juga kangen sama lo, cantik!" ucap Zidan seraya mengacak-acak surai cokelat gelap adiknya.
Zetta mendengus kesal, lalu menyingkirkan tangan Zidan dari kepalanya dan merapikan rambutnya yang berantakan.
"Lo abis nangis?" tanya Zidan karena melihat mata Zetta yang sedikit memerah.
Deg!
Tubuh Zetta menegang di tempat. Kakaknya ini tidak boleh tahu kalau Zetta baru saja menangis gara-gara cowok. Karena, pasti Zidan akan sangat emosi.
Seperti dulu, saat Zetta menangis karena Revan. Zidan yang sedang sibuk kuliah di Harvard University segera pulang menuju Indonesia untuk memberi pelajaran kepada orang yang telah menyakiti perasaan adiknya.
"Oh, iya. Daddy sama Mommy nggak ikut pulang?" tanya Zetta yang sedang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
Zidan mendengus sebal. "Mereka masih sibuk di sana. Lo nggak usah ngalihin pembicaraan. Sekarang, jawab pertanyaan gue yang tadi!"
Zetta menggaruk kepalanya. "Em... Tadi gue naik ojol, trus gue lupa kaca helmnya nggak gue tutup. Jadinya, mata gue kelilipan deh."
Pletak!
Zidan menggeplak kepala Zetta, membuat gadis itu mengusap kepalanya. "Bego! Daddy nyuruh Pak Arif buat anter jemput lo, tapi lo malah naik ojol. Buang-buang duit tau nggak!"
Zetta hanya menyengir, memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi. Untung saja, Zidan percaya dengan ucapannya.
"Pokoknya, mulai sekarang gue yang anter jemput lo. Okay?"
Zetta nampak berpikir. "Em... Tapi-"
"Tapi apa? Mau dianter jemput sama cowok lo? Tadi aja bukan dia yang anterin lo pulang." Zidan memotong ucapan Zetta.
Sepulang sekolah tadi, Alvin memang tidak mengantarnya pulang. Karena cowok itu sudah pulang terlebih dahulu bersama Melva, tanpa memberi tahu Zetta.
"Ya udah, deh. Lo boleh anter jemput gue."
Zidan menarik sudut bibirnya. "Good girl! Kapan lagi lo dianter jemput sama cowok seganteng gue? Ya nggak?"
Zetta memutar kedua bola matanya malas. "Terserah lo mau bilang apa. Gue mau mandi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SHAMBLES [SELESAI]
Teen Fiction⚠Sequel INVOLVED⚠ Tentang Alvinno Vernando Williams yang menyembunyikan kisah masa lalunya dari kekasihnya. Hingga suatu hari, sahabat lamanya datang dan mengungkit-ungkit cerita lama mereka. Sejak saat itu, Alvin kembali teringat sesuatu yang membu...
![SHAMBLES [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/275649667-64-k118366.jpg)