HAPPY READING!❤
oOo
Seorang cowok berparas tampan dengan seragam acak-acakan melangkahkan kaki gontai memasuki kelasnya. Alvin menatap malas teman-temannya yang sedang sibuk menyalin tugas matematika milik Revan.
"Kenapa lo murung gitu? Belum bayar utang?" tanya Ryan dari tempat duduknya.
Alvin menatap Ryan tajam. "Lo yang punya utang ke gue!"
"Kalem, bro. Lo kan sahabat gue, sabi lah bayar kapan-kapan," ujar Ryan seraya terkekeh.
Alvin tidak menanggapi. Cowok itu langsung duduk di tempat duduknya yang berada di sebelah Ryan. Menatap kosong papan tulis di depannya seraya memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Bryan kepadanya semalam.
"Lo kenapa, Vin?" tanya Revan yang duduk di depan Alvin.
"Nggak papa."
"Cih! Kayak cewek."
Alvin hanya menghela napasnya pelan.
"Kalo punya masalah bilang aja. Gue kan sahabat lo," ujar Revan.
Alvin menatap Revan datar. "Enggak."
"Enggak apa?"
"Nggak usah berharap gue akan cerita ke lo."
"Pengen ngumpat tapi dosa," ucap Revan, lalu melempar tutup pulpen ke arah Alvin.
"Heh, anjir! Tutup pulpen gue," ujar Ryan yang langsung mengambil tutup pulpennya yang jatuh ke lantai.
"Sialan! Dua menit lagi, Babi!" umpat Fendy yang sedang sibuk menulis.
"Diem, Bangsat! Lo bikin gue panik!" sahut Ryan mengumpati Fendy.
Revan tertawa pelan. "Makanya, kalo ada tugas tuh langsung dikerjain. Jangan nunggu jawaban temen."
"Sebenernya gue pengin langsung ngerjain. Tapi, entah kenapa rasa malas itu datang," jawab Ryan seraya meletakkan pulpennya. Dia sudah selesai menyalin tugas Revan.
Revan menghela napas pelan. "Lo itu anak IPA satu. Kelas terbaik di antara kelas lainnya. Kalo lo kayak gini terus, apa kata mereka yang bukan termasuk IPA satu?"
"Lo pikir gue peduli sama yang mereka bilang? Enggak, Van."
Fendy menepuk bahu Revan. "Yang pinter, harus mau berbagi jawaban sama mereka yang otaknya pas-pasan. Jangan pelit, nanti ilmu lo nggak berkah."
Revan menatap Ryan dan Fendy datar. Kedua cowok itu malah ber-tos ria. Susah memang menasehati manusia seperti mereka.
"Heh, Bego! Buruan selesain!" ucap Ryan memelototi Fendy. Bukannya menyelesaikan tugas, cowok itu malah ikut mengobrol.
"Sabar, Monyet!"
"Lama banget lo kayak kungkang."
Fendy telah selesai menyalin tugas Revan. Kini gantian, cowok itu yang memelototi Ryan. "Bacot lo, Kambing!"
Revan tertawa melihat perdebatan teman-temannya, sedangkan Alvin hanya tersenyum tipis.
Bu Mira, selaku guru matematika memasuki kelas. Semua murid langsung memberi salam kepada guru bertubuh gemuk itu.
"Apa kalian semua sudah menyelesaikan tugas dari saya?" tanya Bu Mira kepada seisi kelas.
"SUDAH, BUUU!" jawab mereka kompak.
"Baiklah. Sekarang kumpulkan bukunya, lalu saya akan menunjuk salah satu dari kalian untuk menjawab di papan tulis tanpa melihat buku."
Semua murid berdiri dan mengumpulkan buku matematika mereka di atas meja guru.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHAMBLES [SELESAI]
Novela Juvenil⚠Sequel INVOLVED⚠ Tentang Alvinno Vernando Williams yang menyembunyikan kisah masa lalunya dari kekasihnya. Hingga suatu hari, sahabat lamanya datang dan mengungkit-ungkit cerita lama mereka. Sejak saat itu, Alvin kembali teringat sesuatu yang membu...
![SHAMBLES [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/275649667-64-k118366.jpg)