16. Rahasia

520 103 34
                                        

Support me with follow, vote and comment ❤️

Sudah satu minggu Sehun pergi ke luar kota menyelesaikan pekerjaan nya, pria itu sedang mendesign gedung panti asuhan yang disponsori oleh seorang konglomerat terkenal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah satu minggu Sehun pergi ke luar kota menyelesaikan pekerjaan nya, pria itu sedang mendesign gedung panti asuhan yang disponsori oleh seorang konglomerat terkenal.
Dan selama satu minggu Sehun tak habis-habisnya mengkhawatirkan sang isteri dan merindukannya hingga Sehun ingin cepat-cepat pulang.

Sore ini Sehun pergi ke pasar tradisional hendak membelikan oleh-oleh untuk Sejeong dan tentunya para sahabat nya terutama Chanyeol yang meminta imbalan karena telah mengurus Sejeong di rumah, padahal Sehun yakin jika isterinya itu kerepotan dengan adanya Chanyeol.

"Cari apa Mas ?"

Sehun menatap sekeliling begitu banyak benda dan makanan unik yang terdapat di toko itu
"Cari oleh-oleh buat isteri saya, Bu..."

"Isteri ya Mas ? Beli aja kendi ini Mas..."tunjuk sang ibu penjual pada sebuah kendi kecil dirak dekat Sehun.

Pria itu menoleh kearah kendi dan memggeleng tak  "Ye...Ibu kira isteri saya jin apa dibeliin kendi ? Yang lebih mewah gitu Bu..."

"Hahaha masnya bisa aja, gimana kalau dream catcher ? Buat menghalangi mimpi buruk isteri Mas..."si ibu penjual ganti menujuk sebuah benda unik yang menggantung di dinding toko nya.

Dan lagi-lagi Sehun menggeleng tak setuju "Kan ada saya bisa peluk dia biar nyenyak tidurnya..."

"Haduh mas saya jadi bingung..."

Sehun lalu menujuk toples kaca dengan motif kupu-kupu berwarna pink yang berisi permen warna-warni
"Saya beli toples kaca yang isinya permen warna-warni itu aja Bu, isteri saya kaya anak kecil soalnya..."

"Ya udah, masnya tunggu sini saya bungkus dulu sekalian cari yang lain siapa tau mau beli lagi..."pamit si ibu penjual lalu pergi untuk membungkus oleh-oleh yang dipilih Sehun

Setelah selesai dibungkus dan membayar, Sehun keluar dari toko setelah mendapatkan oleh-oleh untuk sang isteri dan para sahabat nya. Langkahnya membawa Sehun ke pelabuhan melihat kapal-kapal yang hendak menuju lautan.
Udara sejuk laut membuat Sehun memejamkan matanya jarang sekali ia bisa menikmati suasana hening seorang diri seperti ini.

Dalam pikiran nya Sehun berharap bisa datang lagi ketempat ini bersama Sejeong.

"Yeri, jangan lari-lari. Nanti jatuh ..."

"Mom, ayo cepet Mom kejar Yeri..."

Mata Sehun mengerjap ia merasa tak asing dengan suara seorang perempuan yang tadi ia dengar. Dengan cepat Sehun menoleh kearah lain dan melihat seorang perempuan mengendong gadis kecil berusia sekitar 3 tahunan.

Pejantan Tangguh [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang