Path

809 110 12
                                        

XXX

Drap drap drap..

Di tengah Padang  pasir yang luas, perempuan  bersurai h/c berlari sembari mengaktifkan Indra pengelihatanya untuk menggeledah Padang pasir temoat dimana ia berada. Seperti ada yang ia cari.

Dengan nafas yang tersengal-sengal ia pun menghentikan aksinya,wajahnya bermandikan keringat, sekujur tubuhnya pun lemas dan gemetar, hingga akhirnya ia ambruk tersungkur di atas pasir.

Bruk..

"Hah.. hah..hah.." suara nafas Y/N terputus-putus.

Y/N meringkukan badannya, memeluk kedua kakinya, dan menenggelamkan wajahnya di sana.
Tak lama, isakan tangis keluar dari bibirnya.

"Hiks.. hiks.. aku lelah. Eren, kau dimana?" Tanyanya penuh pengharapan.

Terdampar di tempat anta-berantah membuatnya putus asa. Seseorang yang ia cari -selama hampir seharian- pun tidak dapat ia temukan. Tidak, ia bahkan tidak menemukan makhluk hidup lain selain dirinya.

Flashback

"Heh? Eren, kau tidur di pasir?!" Ujar Y/N sambari menoleh kesana-kemari, memperhatikan sekitar.

Merasa kondisi di sekitar aman. Y/N pun lebih santai untuk membaca situasi. Ia bermain-main dengan pasir didepannya sembari membiarkan otaknya berfikir tentang dimana keberadaannya sekarang.

"Huh? Loh?!"

Y/N terkejut melihat tanganya yang sedang mengaduk-aduk pasir dengan riang. Seketika ia langsung meraba-raba seluruh tubuhnya, memastikan bahwa apa yang ia pikirkan tidak terjadi.

Nyatanya Y/N salah. Apa yang ia pikirkan pun menjadi kenyataan.

"Tidakk! I-ini tubuhku, tanganku, kaki ku, bajuku. Arghhh tidak tidak tidak!!"

Nada kecewa sekaligus kesal telah dilontarkan Y/N. Ia tidak tau apa yang sedang terjadi? Di mana Eren? Dan yang paling aneh menurutnya adalah bagaimana ia berada di dalam tubuhnya, padahal ia sedang berada di masa lalu -dunia Titan- sekarang.

Pikiran yang tenang pun akhirnya kacau. Denyut jantungnya mulai berdetak kencang. Ekspresinya menjadi kalut dan panik..

"Kalau aku di sini dengan tubuhku, seharusnya ada Eren dengan tubuhnya" ujar Y/N setelah kepanikannya mereda.

Ia bangkit dan langsung menyusuri Padang pasir yang luas ini sembari memanggil orang yang ia cari.

"ERENNN..."

"EREN YEAGER INI AKU Y/N.."

"EREN KAU DI MANA?"

Flashback end

"Hiks.. Aku haus" ujar Y/N masih dengan posisi meringkuknya.

Sejak tadi ia hanya menelan salvianya sendiri untuk menghilangkan dahaga. Tak seorangpun dapat ia mintai pertolongan.

Drap..drap..

Langkah kaki seseorang sampai ke Indra pendengaran Y/N. Perempuan besurai h/c itu seketika mendongakkan kepalanya dan menoleh ke sumber suara.

Kimi No Namae (ErenxReader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang