XXX
Langit pagi yang cerah dan suara kicauan burung sangat mendukung aktivitas pagi ini.
Para cadet angkatan 104 sedang melaksanakan latihan paginya.
Dipimpin oleh kapten levi yang memantau di pojok lapangan.
Latihan pagi ini di awali dengan lari mengitari lapangan, sesuai dengan instruksi sang kapten.
"Hah.. hah.. hah.." nafas Eren yang tersengal-sengal didampingi dengan cucuran keringat.
Sudah putaran ke 50, walaupun menggunakan tubuh orang lain, tetap saja Eren sangat kerepotan dengan sesi latihan layaknya pasukan ini.
Apa apaan lari 100 putaran, bisa mati aku.
Pikir Eren dalam hati.
Setelah 1 jam, mereka menyelesaikan sesi pemanasan. Kapten levi memerintahkan mereka untuk mengambil manuver dan latihan dilanjutkan di dalam hutan, mengingat di sanalah tempat yang cocok untuk menggunakan manuver.
Belum beberapa detik, tepat setelah kapten levi memerintah, mereka semua berlari mengambil manuver masing-masing dan segera mungkin menuju hutan.
Sedangkan Eren langsung dilanda kecemasan selama perjalanan menuju hutan.
Sial, aku tak tahu cara menggunakan alat ini, Apa-apa yang harus kulakukan?!
Pikir Eren, panik dan gelisah sekaligus.
Tak lama, mereka telah berkumpul di hutan.
"Seperti latihan dasar, aku akan menilai kalian dalam menggunakan manuver" ujar levi.
Para kadet yang mendengar hal tersebut bertanya-tanya menghasilkan sedikit keributan.
"Kenapa kita harus mengulang? kita sudah mahir menggunakan manuver, bukan begitu ?" Ujar Sasha sambil memiringkan kepalanya, bertanya.
"Ya, lagi pula kemampuan kita tak perlu diragukan lagi.." ujar Jean percaya diri.
" ya kau benar" ujar Connie
"Tch, diam!!" Ujar levi.
Semua terdiam dan semua mata tertuju ke arah kapten levi.
"Dengan latihan ini, akan ku seleksi siapa yang pantas berada dalam squatku" lanjut levi menyiarkan tujuannya.
Sedangkan para cadet yang mendengar hal itu, hanya ber-Oh ria.
Tanpa berlama-lama, levi memerintahkan mereka memulai latihan manuver, satu-satu dari para cadet mulai menjalankan perintah. Tetapi tidak semua patut dengan perintah kapten levi karena tepat disebelahnya menyisakan Eren seorang.
"Hei bocah, apa yang kau lakukan?" Ujar levi sambil mengerutkan alisnya menatap Eren.
Arghhh.. ba-bagaimana ini?!
Ujar Eren sembari memasang wajah gugup.
Levi yang tak kunjung mendapat balasan dari Eren mulai membentuk perempatan di keningnya.
"Tch, kau melawan perintahku Huh?!" Ujar levi dengan suara yang menampakkan amarah.
"Cepat pasang manuvermu dan pergi!" Lanjut levi sembari menunjuk ke arah hutan.
Masih tidak mendapat balasan, levi mulai garam sedangkan Eren hanya bisa menundukkan wajahnya, tak mampu menjawab.
"Tch.. kau mau ku hukum?" Ujar levi sambil memasang wajah seramnya.
Mendengar hal itu, Eren langsung mendongakkan kepalanya dan secara langsung menatap iris gelap levi.
"I-iya, hukum saja aku kapten" ujar Eren.
"Tch.. baiklah kalau itu maumu.." ujar levi sembari mempersempit jaraknya dengan Eren.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kimi No Namae (ErenxReader)
Fanfic"Siapa namamu?"ujar Eren dan Y/N bersamaan. ~Selesai~ Otw revisi
