Ready?
.
.
.
.
.
Yg jauh mendekat, yg dekat merapat. Yang rapat hanya sahabat. Eakk.. Wkwkw
So Lets Go.
"Maa.. See.. Einbow~"
"Hm? Mana? Ohh.. Itu Rainbow. Rain.. Bow.."
"Einbow.."
"Yaudah lah terserah."
"Ma.. Ma.. See.."
"Apalagi Jiwon~?"
"Haebit.. Chuu.. Haebit.."
"Apaan Haebit? Mama ga ngerti sayang?" Jungwon terkekeh dengan tingkah laku anak nya yang memperhatikan layar televisi dan sesekali menanggapi dengan bahasa Inggris. Jungwon pikir Jiwon adalah anak yang pintar, ia mampu menangkap beberapa kosakata hanya dari beberapa kali mendengarkan. Nah, untuk bahasa inggris sendiri adalah ajaran yang di lakukan sang daddy sesekali kepada anak nya. Siapa lagi kalau bukan Jay.
Jay pernah bilang kepada Jungwon bahwa anak nya harus bisa bahasa inggris dan korea. Terlepas dimana mereka tinggal atau dimana mereka di lahirkan. Menurut Jay, itu lebih baik apabila anak nya bisa menguasai kedua bahasa tersebut. Pada awal nya Jungwon kurang setuju dengan usul Jay ini. Bagaimana pun Jiwon hanyalah anak anak, untuk bahasa sendiri Jungwon lebih memilih anak nya mempelajari bahasa yang sekarang mereka tinggali. Yaitu bahasa korea. Namun seiring berjalan nya waktu, Jungwon paham meskipun Jay mengajari Jiwon bahasa inggris tapi anak nya juga mampu menangkap bahasa korea dengan baik.
"Itu Rabbit Jiwon." Jay datang dengan kemeja polos yang di gulung lengan nya dan juga celana bahan yang masih lengkap menemani.
"ha? Haebit?"
"Hahaha.. Iya serah Jiwon deh." ia ikut duduk di sebelah Jungwon.
"Jay.. Mandi dulu sana. Nanti kuman nya nempel semua."
"Oke. Lagian aku kesini cuman mau ngambil sesuatu."
"Sesuatu apa?"
Cup.
Terlambat, Jay sudah mengecup bibir Jungwon dalam sepersekian detik. Sedangkan Jungwon yang merasa tercurangi hanya mendengus malas.
"Hehehe.. Nanti lagi ya?"
"JAAAAYY..."
Sang pelaku utama berlari dari ruang keluarga menuju ke dalam kamar lalu segera mandi. Jangan sampai Jungwon menangkap nya. Atau ia akan kembali mendapatkan lebam ungu di pinggang.
...
"Kamu serius gamau masukin Jiwon ke PlayGroup aja?"
"Gamau ahh, Jiwon masih kecil. Dia harus nya masih seneng seneng di usia nya yang segini."
"Tapi Jiwon pinter banget. Sayang kan kalo ga masuk sekolah? Nanti kalau udah gedhe an dikit bisa akselerasi."
"Kamu mau eksploitasi anak ya?" Jungwon menatap sang suami dengan tatapan tajam. Sudah berkali kali hal ini di bahas. Semenjak Jiwon menginjak usia ke tiga tahun nya, Jay sering kali meminta pendapat Jungwon untuk memasuk kan anak nya ke sekolah. Karena Jay melihat Jiwon sudah pintar layak nya anak TK. Tapi sebagai ibu, Jungwon menolak keras pendapat itu. Ia tidak mau Jiwon cepat merasa bosan sekolah, karena sedari kecil ia hanya akan belajar dan terus belajar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Enhypen Family AU.
FanfictionKeseharian rumah tangga di Enhypen beserta anak-anak mereka. Heeseung x Sunghoon Jay x Jungwon Jake x Sunoo Niki Beware plis. karena ini adalah BXB plus Mpreg. menerima Kritik dan saran, apabila menyingung pembaca harap cantumkan pesan lewat DM. I c...