Mengalami kehidupan sebagai seorang pemuda di lingkungan serba maksa.
Entah mengapa diriku begitu haus, kemiskinanku membuatku meronta ronta.
Seakan - akan ingin meledak. Kesana kemari menginginkan cerita. Merangkul kawan berbeda jalan, detik kejam tak terasa gurauku.
Aku yang lugu kini menggelut;
Hati membawa ragaku,
Mataku buta, mulutku bisu.
Kesenangan hati tiada tara.
Salahku tak henti - henti.
Tak ada yang menggoyahkan ini.
Sehingga aku lelah tak terelah,
membawa diriku ke pusat perapian.
Dunianya mengajak diriku masuk;
dorongan kuat dan tambahan daya,
membuat aku terjun,
lupa menutupi diriku.
Akupun jatuh tenggelam.
Ternyata dayaku tak kuat menahan derasnya api Dan air.
Aku terbangun dalam mimpi.
Basah menjatuhi kepalaku.
dingin kakiku. . .
panas badanku. . .
Kesenangan hatiku. . .
-Tangguh2019
*Note: Sebelumnya aku mau sampaikan, ini karya tulisku dulu sewaktu Smp kelas 8. Saat - saat dimana aku yang kekanak - kanakan, beralih menuju remaja.
Aku tidak merevisi kata per kata, agar aku tahu bahwa inilah fikiranku pada masa itu.
Dan aku temui ini dipertengahan halaman di buku catatan sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abstraksi Remaja
Poetry~Menuang serangkaian kata dalam angan angan zaman~ Kumpulan kegelisahan Puisi dan monolog dari seorang remaja Ambil yang baik jika menurutmu baik. _Tangguh Wibawa J
