"Ra udah tenang dulu. Udah minum dulu nih." Jimin menyerahkan secangkir air putih ke Taera.
"Te belom ngasih kabar ke lo?"
"Belom Ra. Udah lo rebahan dulu aja gue kebawah dulu." Taera hanya mengangguk merespon ucapan Jimin.
Jimin menuju dapur untuk membuatkan makanan untuk Taera, namun tiba-tiba ponsel Jimin berdering. Taehyung menelfon.
"Hallo Jim? Lo lagi sama Taera?"
"Gue masih dirumah lo, tapi Taera dikamar. Udah dapet kabar Te?"
"Lo gausah ngomong apa-apa dulu ya ke Taera, tadi gue udah ngobrol sama Jungkook." Taehyung terdengar ragu untuk mengatakan hal ini.
"Iya kenapa?"
"Jungkook ngga kenapa-napa, tapi..." Ucapan Taehyung terputus.
"Tapi apa Te?"
"Kayla, mantannya Jungkook. Lo tau kan?"
"Iya tau, mantan terakhirnya kan?"
"Iya, dia koma Jim."
"Kok bisa? Terus hubungannya ke Jungkook apa?" Jimin terkesiap mendengar jawaban Taehyung.
"Jadi tadi Jungkook lagi nyetir ke cafe, trus tiba-tiba Kayla nelfon Jungkook bilang katanya dia tabrakan dideket rumah Jungkook. Terus yaudah tanpa dia mikir panjang dia langsung puter balik dia bawa Kayla ke UGD."
"Kenapa yang ditelfon Jungkook? Bukannya waktu itu Kayla putus karena dia selingkuhin Jungkook? Cowonya sekarang kemana?"
"Tardulu Jim, satu-satu nanyanya. Jadi gini, ternyata cowo itu jadiin Kayla bahan taruhan doang. Kayla tadinya mau nyamperin Jungkook buat minta maaf, pas belom sampe rumah Jungkook dia malah kecelakaan."
"Ini kenapa jadi rumit ya Te, kalo Taera tau gimana?"
"Tadi sih Jungkook bilang, jangan ngomong apa-apa dulu biar nanti dia aja yang jelasin."
"Yaudah, lo balik jam berapa?"
"Bentar lagi, lo gausah ngomong apa-apa ke Taera."
"Iya bawel lo udah ngomong itu berapa kali."
"Yaudah ya dadah sayang love u." Jimin terkekeh lalu langsung memutus sambungannya.
Entah mengapa tapi rasanya hal ini semakin rumit. Bagaimana perasaan Taera nanti? Mengetahui kebenaran tentang papanya, kemudian mengetahui masa lalu Jungkook yang mungkin belum selesai. Bagaimana juga perasaan Taehyung nanti? Tidakkah ini terlalu rumit untuk mereka bertiga?
Jimin menyalakan kompor dan mengeluarkan mie instan dari bungkusnya. Jimin hanya akan membuat mie instan rebus ala Jimin untuk Taera. Menurut Taera ini adalah salah satu makanan terenak yang pernah ia makan. Entah bumbu tambahan apa yang Jimin masukkan, namun rasanya lebih nikmat dari mie instan warung kopi.
Hanya butuh 15 sampai 20 menit untuk Jimin menyiapkan semuanya, ia memanggil Taera untuk makan.
"Gue ngantuk banget tapi Mi." Ucap Taera sambil mendaratkan tubuhnya di meja makan.
"Iya makan dulu baru tidur, cepetan keburu dingin ntar mienya."
"Makasih ya Mi, lo ngga makan?"
"Udah kenyang gue masaknya juga."
"Lo nginep?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aeternum
RomanceTentang kisah yang harus usai, Peluk yang butuh untuk dilerai, Juga rasa yang perlu dibiarkan untuk pergi. note : not a bxb story.
