Vote auto fly gue wan
Happy reading
"Kamu adalah ketidakmungkinan yang aku perjuangkan dengan penuh harapan"
°Rekayasa°
Hari mulai senja, Skandinavia atau yang biasa disapa Diva hanya duduk diam mematung di balik kaca jendela apartemennya. Sedari tadi ia menatap awan, yah awan gelap yang mulai menjatuhkan air ke tanah. Awan pun ikut sedih dengan keadaannya sekarang.
Pupil matanya memanas, pertahanannya mulai runtuh. Air mata yang ditahannya dari tadi tidak dapat dibendung lagi, mengingat semua kenangannya yang panjang bersama Rekt membuat hatinya hancur.
Satu tahun bukanlah hal yang singkat bagi Diva selama membangun hubungan dengan Rekt. Susah, senang, suka, dan duka telah mereka lewati bersama.
Namun sekarang tak ada lagi Rekt di sampingnya. Tak ada lagi Rekt yang bisa menemani sepi nya hidup. Selesai sudah hubungannya dengan Rekt.
Rekt terlalu abu-abu untuknya, dulu Rekt terus menerus menghabiskan waktu dengannya. Tapi berjalannya waktu membuat semuanya berubah.
Diva mengusap wajahnya yang sembab karena air mata tadi.
"Oiya, Mama gimana yah?"
"Adam!" panggilnya.
Melihat tak ada respon akhirnya Diva menoleh ke arah laki-laki yang mengantarnya pulang tadi.
"Adamm!" kali ini Diva mengguncang-guncang tubuh Adam yang tertidur lelap di sofa apartemennya.
Senyuman terukir di wajah Adam,Matanya sengaja ditutup.
"Yaudah gue pergi sendiri aja!"
"Ehh iya, iyaa" Adam melompat mengejar Diva yang hampir pergi meninggalkannya.
"T-tapii" Adam menggangtung ucapannya sambil melirik ke bawah.
"Tapii?" Diva mengernyitkan dahinya bingung, pandangannya ikut melirik ke bawah.
"Tapi gue masih pakai seragam njir."
"Hmm, adaa sih beberapa baju Rekt disini?"
"Yaudah itu ajalah!" sahut Adam pasrah, ia langsung masuk ke kamar Diva dan mengambil beberapa baju Rekt di lemari.
Yah, memang baju-baju itu sengaja Rekt tinggalkan di apartemen Diva. Sebagai persediaan jika dia sedang menginap di apartemen itu. Diva sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, yang ia takut ketika Rekt malah datang mengambil semua baju-bajunya itu.
Baru saja selesai bersiap, Diva dan Adam disambut seseorang dibalik pintu apartemennya.
Wajah orang itu tampak pucat, terdapat beberapa luka sayatan di sekujur lengan kiri orang itu. Darah segar mengalir dari luka-luka itu, menetes membuat tanda di lantai. Tangan orang itu naik mengusap wajah gadis cantik yang berada tepat dihadapannya.
"Lo gila yah!" Diva mengusap wajahnya malas.
"Apa yang lo lakuin Rekt? " tandasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REKAYASA
Fiksi RemajaSkandinavia Valerie Putri adalah salah satu primadona di sekolah. Badannya yang ramping, wajahnya yang cantik membuat semua pria di sekolahnya tergila-gila dengan dirinya. Bahkan sebagian besar cewek di sekolahnya insecure ketika berpapasan dengan D...
