mimpi

4 1 0
                                    

malam ke tiga di minggu ini, hanbin dan keluarganya baru saja menyelesaikan briefing malam. Semuanya bergegas ke kamar masing-masing begitu dibubarkan. 

"ngapain heh?kamar lu kan disana" jarinya menunjuk ke 2 kamar sebelumnya.

Tapi bukannya memberikan jawaban, gadis itu mendorong zidan menuju ke kamarnya.

Zidan penasaran ada apa sebenenrnya sama kembarannya, udah 10 menit semenjak masuk kamar. Tapi cuma diem-dieman aja, ga ada yang ngeluarin sepatah kata pun. 

"mau cerita apa" cowok itu peka pasti ada sesuatu yang ngeganjel di hati cewek itu, ga biasanya dia kekamarnya, apalagi kalo udah malem gini. 

Zeata hanya menggeleng pelan sambil mengeluarkan kalimat andalah para wanita. Tapi Zidan cukup peka untuk mengetahui bahwa perempuan didepannya ini sedang tidak baik-baik saja. 

"ayo cerita sama gue, lo pasti nyembunyiin sesuatu" tapi Zea masih tidak bersuara

"bang jian ada apa-apain lo?atau bintang?atau seseorang di kampus?" kali ini sepertinya kalimat yang dilontarkan Zidan mampu membuka mulutnya. 

"bukannn, bukan mereka. Ini sebenernya masalah gue sendiri aja sih" gadis itu menggeleng cepat begitu mendengar nama pacar dan sahabatnya disebutkan. Dia tidak mau ada salah paham, karena Zidan bisa emosi kalau ada masalah menyangkut kakak kembarnya. 

"ya udah ayo apa masalah lo?"

"sebenernya udah beberapa bulan belakangan ini gua sering mimpi aneh" Zidan mengerutkan keningnya tidak mengerti. 

"oke maksudnya, di mimpi gue itu ada lo sama papa, mama, abang, adek, sama lo lah. Tapi ada satu sosok lain yang selalu ikut sama kita, but ya sosoknya gak jelas, agak blur gitu. Paham gak lo?"

"paham sih....tapi ya bisa aja itu calon adek kita"

"gak, bukan-bukan. Kalo gitu mah gue ga perlu cerita dong" Zeata memajukan bibirnya, sepertinya tidak ada gunanya bercerita kepada adik kembarnya. 

"aaaaa oke-okee gue tau" Zidan langsung berteriak begitu melihat gadis didepannya beranjak dari kasur dan menuju pintu. "maksud lu tuh orang yang ga pernah kita temui sebelumnya?tapi ya ze penelitian mengatakan kalau meskipun lu ga mengenali orang yang ada di dalam mimpi. Sebenernya kita tuh pernah ketemu sama dia cuma ga sadar aja gitu"

"ya iya gue juga tau ah" tangannya mendorong bahu Zidan.

"ya terus gimana cantikkkk" Zidan sudah terlanjur kesal, daritadi cewek didepannya ini cuma tarik ulur saja. 

Zeata menghela nafas panjang, dia bingung sebenarnya mau cerita dari bagian mana. Tapi kalau tidak diceritakan hal ini malah akan menganggu aktifitasnya karena pasti kepikiran. 

"gini deh gini, lu pernah ga sih merasa kayak deket banget sama seseorang yang bahkan ga punya hubungan darah sama sekali?itu yang gue rasain di mimpi, seolah-olah kayak gue deket banget sama orang ini meskipun gak tau dia itu siapa" Zidan langsung mengangkat tubuhnya begitu mendengar penjelasan kembarannya. 

"ze gila ze gua juga pernah mimpi sama persis setelah di inget-inget" 

"HEH BENERAN?!" 

"iya beneran ze dan itu sama persis, kayak kita sekeluarga kumpul tapi ada satu orang samar-samar ini"

"kita harus panggil abang sama adek ga sih, siapa tau mereka pernah mimpi kayak gini juga" 

Si sulung sedang merebahkan tubuhnya disofa kecil yang ada dikamarnya untuk sekedar memejamkan mata dan beristirahat sebentar. Tapi sepertinya acara itu tidak akan berjalan lancar karena akan ada 2 krucil yang masuk dalam hitungan 

our lifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang