"Nona, kita harus pergi ke rumah sakit hari ini. Tolong bersiap-siap sekarang, karena tuan Jung juga akan ikut menemani."
Jinhee yang awalnya tengah berbaring lantas menegangkan badannya saat mendengar nama sang Papa di sebut. Sebenarnya ia malas untuk pergi check up hari ini, ia tidak suka bau rumah sakit yang menyengat. Tapi saat tau sang Papa akan menemaninya ia malah tiba-tiba menjadi bersemangat.
"Yang bener kak? Kok tumben Papa bisa temenin aku check up, biasanya juga sibuk."
Iya. Jaehyun memang jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah menemani gadis itu untuk check up. Hanya beberapa kali saat Jinhee di vonis oleh dokter mengidap penyakit jantung bawaan. Dan itu hanya dua kali pemeriksaan rutin dan setelah itu tidak lagi.
"Jadwal tuan Jung hari ini kosong. Tuan juga bilang ia ingin mengajak nona berkeliling kota Seoul."
Senang? Sudah pasti. Jinhee senang akhirnya Papanya itu punya waktu untuk dirinya, tidak lagi tergoda dengan tumpukan kertas yang manja pada sang Papa. Jinhee bahkan kesal dengan kertas-kertas itu yang tidak bisa memeriksa dirinya sendiri bahkan menandatanganinya sendiri! Tapi untuk saat ini Jinhee tidak akan terlalu marah, karena Papanya sudah punya waktu untuk dirinya.
"Kak Minnie gak lagi ngeprank kan? Aku ngambek nih kalo kalian ngerjain aku."
Gemas. Minnie benar-benar gemas dengan tingkat laku nona-nya ini. Bisa-bisanya ia menyangka itu sebuah kejahilan. Yang ada dirinya akan di pecat oleh Jaehyun jika sampai hal tersebut terjadi.
"Tidak nona. Tuan akan sampai dalam dua puluh lima menit lagi, sebaiknya nona bersiap sekarang."
Dengan cepat gadis itu turun dari tempat tidurnya. Sedikit berlari menuju kamar mandi, ia bahkan tidak berselera mandi dan memutuskan untuk tidak mandir hari ini. Namun mendengar berita bagus itu, dirinya langsung kembali bersemangat. Kesempatan ini tidak boleh ia sia-siakan begitu saja, harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Hati-hati nona, jangan berlari. Nona bisa terpeleset nanti."
Tentu saja peringatan itu tidak didengar oleh Jinhee. Gadis itu bahkan sudah menyalakan shower dan mulai bersenandung kecil. Sangat bersemangat karena akan berjalan-jalan bersama sang Papa, melupakan tujuan awal mereka yang hendak melakukan check up rutin Jinhee.
"Kak Minnie tolong siapin gaun putih yang waktu itu Papa beli ya. Aku mau pakai gaun itu nanti."
Dengan sigap Minnie menyiapkan segala keperluan sang nona. Mengambil gaun putih selutut yang ada di dalam lemari. Memadukannya dengan cardigan rajut berwarna pink pastel, serta sling bag hitam keluaran dari sebuah brand ternama. Tak lupa sepasang sepatu kasual berwarna putih untuk melengkapinya.
Tidak butuh waktu lama, Jinhee menyelesaikan semuanya. Ia tengah menatap pantulan dirinya di hadapan cermin. Saat ini Minnie tengah menyisir dan menata rambutnya. Gadis itu hanya meminta Minnie untuk memakaikan bando putih di kepalanya.
Manis sekali.
Jinhee terlihat begitu manis dengan gaun putih itu. Minnie takjub dengan paras cantik Jinhee yang menurun dari masing-masing gen orang tuanya. Walaupun Minnie tidak pernah melihat rupa dari nyonya Jung, ia yakin parasnya tidak kalah cantik dari Jinhee.
"Papa udah dimana kak? Katanya dua puluh lima menit lagi sampe. Kok belum datang-datang juga sih?"
Jinhee mengira kalau Jaehyun akan tiba saat dirinya sudah siap. Namun nyatanya salah, Jaehyun bahkan belum sampai saat ini yang notabenenya sudah lebih dari dua puluh lima menit.
"Mungkin tuan sedang terjebak macet. Nona tunggu saja sebentar lagi, pasti tuan akan segera tiba."
Gadis itu menyerah. Memilih duduk bersandar pada sofa sambil menonton film kartun kesukaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Bos | Jung Jaehyun
Fanfiction[slow update | jaerose ft jaejin] ❝Anda sudah saya peringatkan untuk tidak menyentuh putri saya. Jadi jangan salahkan saya, jika besok anda terkapar di rumah sakit.❞ © sceje 2021
