Pranng!
Sebuah gelas terjatuh ke lantai. Dijatuhkan dengan sengaja oleh seseorang, ia bahkan menumpahkan makanan dan air di lantai, membuat sosok yang membawa nampan itu menggeram marah. Ia berjalan perlahan menghampiri wanita itu, menjambak rambutnya yang berantakan.
"Dengar baik-baik, sekali lagi kamu memberontak. Say goodbye to your daughter."
Sosok itu lantas menghempaskan sang wanita secara kasar ke lantai. Kulit wanita itu bahkan mengeluarkan darah karena bergesekan dengan pecahan kaca dari gelas dan piring yang terjatuh.
"Ingat. Jika ingin tetap hidup, maka patuhi aku."
Dengan paksa sosok itu menarik siku wanita yang terluka. Menuangkan alkohol begitu saja di atas lukanya. Tidak menghiraukan rasa pedih dan sakit yang dirasakan oleh wanita itu.
"Arggh."
Wanita itu hanya bisa meringis saat sosok itu mengelapnya dengan begitu kasar. Bahkan darah yang seharusnya sudah berhenti mengalir malah semakin mengalir dengan deras. Dan tanpa belas kasih, menarik perban dengan kasar agar membalut luka tersebut.
Setelah selesai mengobati wanita itu. Sosok itu lantas menatap teduh wajah sang wanita, seolah-olah dirinya adalah seorang yang baik. Ia bahkan menguncir rambut sang wanita yang berantakan, mengelusnya dengan penuh kasih sayang.
"Tolong, jangan tinggalkan aku. Kamu tau kan apa yang bakal saya lakukan kalau kamu pergi?"
Menggenggam kedua tangan sang wanita yang nampak bergetar karena ketakutan. Keringat bercucuran dengan deras, hawa ruangan mendadak menjadi tegang.
"Kamu takut? Iya, kamu takut?"
Dengan terpaksa sang wanita menggeleng."A-aku g-ggugup."
Sosok itu lantas tersenyum, mengelus pipi sang wanita dengan lembut. Lalu membisikkan sesuatu pada telinganya, yang langsung membuat sang wanita menutup matanya takut.
"Good girl."
****
"Jeon Minju?"
Gadis dengan surai hitam panjang itu menoleh. Seseorang baru saja memanggilnya dari belakang, entahlah suara itu terdengar menyeramkan. Ia baru saja menyelesaikan kelas musiknya dan ia lelah. Hari ini dirinya hanya sendiri, karena ia sudah meminta pada asisten pribadinya untuk pulang lebih dulu.
"What?"
Seperti biasa, oh tidak. Hanya pada keadaan tertentu mungkin? Tatapan angkuh dan nada bicaranya yang dingin. Jeon Minju, seorang putri dari pemilik perusahaan brand fashion ternama di Korea dan New York. Siapa yang tidak tau dia, gadis yang populer di Korea karena kecantikan dan latar belakang keluarganya.
"Saya tidak punya waktu untuk melayani orang asing seperti anda. Jika ada urusan yang mendesak, anda bisa bicara pada asisten pribadi saya."
Pria itu tersenyum tipis. Sesuai dengan dugaannya, image gadis itu memang tidak sesuai seperti apa yang ia tampilkan di televisi atau pun media sosial.
"Nona muda Jeon Minju. Saya dengar anda baru saja merundung seorang gadis di sekolah anda, apa saya benar?"
Dapat pria itu lihat Minju terlihat terkejut walaupun tidak terlalu nampak. Meskipun begitu ia nampak tetap tenang, walaupun sepertinya lawan bicaranya nampak akan memberikan fakta yang dapat membuatnya mati kutu.
"Apa anda tidak tau sedang berbicara dengan siapa?"
Gelak tawa seketika mengudara. Pria itu merasa lucu dengan ucapan gadis itu, seperti orang penting saja ya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Bos | Jung Jaehyun
Fanfiction[slow update | jaerose ft jaejin] ❝Anda sudah saya peringatkan untuk tidak menyentuh putri saya. Jadi jangan salahkan saya, jika besok anda terkapar di rumah sakit.❞ © sceje 2021
