T u j u h

533 82 1
                                        

Semua orang tahu bahwa Baji Keisuke itu orangnya mudah tersulut emosi. Setelah terungkapnya jati diri secara  terang-terangan di muka umum, sosoknya kembali menjadi orang yang paling di takuti oleh keroco yang merangkap menjadi siswa si SMA Touman, nama yang menginspirasi Sano Manjiro untuk menciptakan sebuah geng keren.

Ada empat orang lelaki bermulut besar yang menyebabkan memar muncul di wajahnya setelah Izana Kurokawa menghajar Keisuke, walau motif penyerangan itu sendiri di sebabkan rasa cemburu si lelaki ubanan terhadap Baji si gondrong bongsor. Tapi tetap saja Keisuke merasa kesal! Wajah tampannya menjadi samsak pelampiasan soalnya.

Oleh sebab itulah Keisuke menghajar para tersangka yang memancing kehadiran Valhalla untuk menemui dirinya, lalu memberikan jotosan manis setelah mengajak mereka menyudut ke tembok pagar sekolah. Wajah mereka sampai mirip seperi warna anggur merah. Tapi bodoh amat, Keisuke tidak peduli. Tidak pernah ada rasa iba muncul setelah menghajar para cecunguk rendahan.

Well, meskipun kulit terkelupas di setiap ruas jarinya memunculkan rasa perih yang tidak terelakkan, Keisuke masih tetap melayangkan pukulan membabi-buta sampai mereka terkapar kehilangan kesadaran. Lalu meninggalkan lokasi dengan langkah lebar.

Tapi tetap saja ia berakhir dengan terciduk sama seksi keamanan sekolah. Keisuke pernah bercerita kan, kalau murid tukang cari perhatian itu suka mendongeng? Itulah sebabnya saat ini ia berada di ruangan bina konseling. Sosoknya di damprat habis-habisan oleh sensei kesukaannya si Chifuyu, Hiratsuka Shizuka.

Si brengsek itu sok tersakiti, menitikkan air mata bangsatnya kala dirinya dibela oleh wanita kenes itu. Keisuke sampai ngantuk menyaksikan drama tidak bermutu dihadapannya. Mau protes tapi menyayangkan tenangnya oppai yang tercetak jelas di kemeja ketat sang guru, tidak lagi bergoyang-goyang seperti awal Keisuke memasuki ruangan ini. Wajahnya sontak merengut.

“Baji Keisuke, atas pelanggaran yang kau lakukan, kamu bisa terancam tidak lulus lagi tahun ini.”

Mulutnya membentuk ejekan tanpa suara dihadapan Shizuka, wanita itu melotot sebal.

“Bilang saja sensei tidak mengikhlaskan ku untuk lulus tahun ini. Sensei cinta padaku ya makanya berkata seperti itu.” ucapnya penuh dengan percaya diri.

Keisuke menggigit bibir bawahnya saat wanita itu berdiri sambil menggebrak meja. Melihat bagaimana si kembar saling beradu itu sangat menyegarkan mata, ia merasa umurnya jadi bertambah kalau mereka.

'U look so sexy.' Batinnya setengah bernyanyi. Skill bahasa Inggris nya hanya berlaku untuk kosa kata memuja saja, itupun baru saja berkembang karena kecanduan lagu bermuatan negatif yang sedang populer dikalangan para remaja.

“Mulutmu! Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu pada sensei?!” hardik Shizuka.

“Ih kasar, kan aku cuman bertanya,” ucap Keisuke setengah menggerutu. “Tapi kalau beneran cinta tidak masalah sih, aku akan meladeni sensei barang kali dirimu kesepian karena masih melajang di usia matang.”

Plak!

“Aduh dasar cewek, suka banget mukul-mukul. Nanti kalau aku jadi masokis kan bahaya.” Keisuke mengelus lengan teratasnya yang mendapatkan cap lima jari berwarna kemerahan.

“Bajingan!”

Yup, hanya Baji Keisuke seorang yang mampu mengeluarkan sifat asli seorang wanita yang dikenal sebagai penyabar. Singgung saja soal statusnya maka dia akan mengamuk. Keisuke bahkan sampai di lempar ke luar ruangan. Bukannya ketar-ketir dia malah tertawa sinting.

“Banyak orang yang memberikan imbuhan akhir itu di nama keluarga ku, jadi tidak masalah.” kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana, ingin berlagak keren tapi tidak jadi karena kedahuluan memekik sakit. Iya, lukanya masih belum di obati. Garmen itu menekan kuat lukanya yang masih fresh hingga lengket.

𝐋𝐈𝐌𝐄𝐑𝐄𝐍𝐂𝐄  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang