Bulan februari ini, member bp beserta beberapa staf sg entertainment tengah merayakan ulang tahun rose.
Ulang tahun yang dirayakan dengan sederhana, karena mengingat jadwal latihan dan mereka cukup banyak.
Sedangkan Lisa yang biasanya pecicilan sekarang lebih menjaga sikap. Bagaimana tidak, setelah beberapa hari terakhir ini ia sudah mengalami penurunan stamina.
Fikirannya berkecamuk, masalah yang terjadi sudah ada titik temu. Teman sekolah Jinny atau penguntit Lisa sudah berhasil mendapatkan memory card itu dari park Yangoon.
Pria yang hidung belang sangat mudah tergoda oleh nafsu. Hanya menggunakan satu trik saja park Yangoon tidak berkutik.
Berharap sudah lepas dari pengaruh DESIS sekarang ini gerakan Jenlisa sudah dikontrol penuh agensi.
Park Yangoon yang menyadari bukti kuatnya hilang sangat murka, ia mengirimkan email ke asg entertainment jika semua idol group sg entertainment akan ia bombardir tanpa kecuali.
Termasuk CEO ent, ia bersumpah untuk memenjarakannya beserta artisnya.
Jennie yang dulu tidak pernah merasa risih dengan sesuatu. Kini mengalami perubahan sifat, ia menderita panic attack ini karena kejadian itu.
Dengan hati teriris Lisa tiba-tiba mendekap erat kekasihnya. Ia tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, yang ia inginkan hanya kehangatan saja.
"Honey, jangan terlalu membebani diri. Ayo kita fokus pada satu titik saja, bukankah kita sepakat untuk berbisnis mulai dari nol? Kejadian lalu biarkan aku yang atasi" bisik Jennie sambil membalas pelukan Lisa.
Tanpa lupa memberi kecupan tipis di pipi sang kekasih.
"Maafkan aku, karena diriku yang bodoh kau menderita panic attack my j" sendu Lisa menghirup aroma tubuh jennie.
Salah satu staf ingin menegur mereka, tapi delikan tajam jisoo membuat staf itu mengurungkan niatnya.
"Sssttt, kau menyeramkan jisoo" gumam Teddy yang duduk sebelah jisoo.
"Ya, itu karena aku ingin mereka kembali rileks dan fokus dengan jadwal latihan oppa" jawabnya yang diakhiri dengan helaan nafas panjang.
"Jagalah mereka jisoo, aku tidak ingin kejadian 2ne1 terulang lagi. Terutama Lisa, ia akan menjadi bulan-bulanan hatters knet dan Jennie yang nekat akan terseret arus kebencian desis" rose yang asik menghafal nada lagu comback merapatkan tubuhnya ke Teddy ia tertarik pada pembahasan tentang Jenlisa.
"Sssttt oppa jangan bicara begitu, itu mengerikan jika terjadi" bisik rose yang diangguki jisoo.
Teddy yang duduk ditengah anak didiknya sedikit mengerutkan keningnya.
"Aku tidak sembarang bicara rose, desis sudah mengirimkan ratusan email ancaman mereka marah besar. Mulai saat ini mau tidak mau agensi terpaksa mengekang kalian, dan termasuk jika ingin bertemu teman manajer pribadi harus mendampingi kalian. Dan untuk Jenlisa semua orang setuju untuk mengawasi perilaku mereka didepan kamera. Fans mereka begitu membludak hingga agensi kewalahan jadi kalian berdua turut andil dalam hal ini" tegas Teddy dalam bisiknya.
Chaesoo akhirnya mengangguk setuju, karena ini demi kebaikan bersama.
Sementara itu, Jenlisa berjalan menuju arah Teddy chaeng dan jisoo duduk sehingga mereka mengubah topik ke arah comback mereka.
"Unnie kesinilah duduk, dan kau lalisa pergi berikan kami cemilan dipojok sana hehehehe" seru chaeng sambil tersenyum tanpa dosa.
"CK dasar para gadis yang Bobby bergosip. Oppa jangan biarkan dirimu ikut terjerumus dalam ngerumpi oppa" geleng Lisa lalu berlari menuju tempat cemilan yang sudah di sediakan oleh staf.

KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA VS MEDIA
RandomMedia ibaratnya tombak kokoh yang kedua ujungnya tajam siap menjadi penghambat dalam prestasi, tapi bisa juga menjadi pembangkit kepopuleran sang ARTIS. 🌚🔞👭👣🌈 Harap hargai karya tulis ini. See you...