Jennie Kim yang SEKSI

2.3K 118 12
                                    

Suasana canggung menyelimuti tubuh Lisa, bagaimana tidak canggung jika kini dirinya duduk bersama orang tua jennie.

Meski sudah saling mengenal tapi Lisa masih gugup jika itu menyangkut tentang orang tua Jennie, ia bahkan lebih memilih untuk dimarahi oleh CEO ent dibanding dengan bertatap muka dengan orang tua Jennie.

Karisma appa Kim terlihat sangat pekat, pembawaan yang serius dan tatapan mata yang tajam.

Ditambah lagi dengan wanita yang duduk didekatnya yang tidak lain eomma Kim sungguh aura keluarga yang sangat kuat.

Jika kalian menanyakan tentang Jennie, gadis kucing itu sedang berada di dalam kamarnya ia memutuskan untuk membersihkan diri.

"Ehem, apa begini caramu mengunjungi orang tua kekasihmu Lisa?" Suara bariton tuan Kim membuat Lisa terkejut di balik gugupnya.

Ia mendongakkan kepalanya menatap tuan Kim yang juga menatapnya dengan intens. Nyonya Kim sedikit mengelus Legan suaminya.

"Sayang kau membuatnya takut dia calon menantu kita" bisiknya jelas.

Tuan Kim langsung mengangguk lalu melunakkan wajahnya. Ia masih sedikit kesal akan video panas jenlisa, ia tidak rela tapi itu sudah resiko karena dari awal ia memang mengharapkan jika Jenlisa bisa cepat memberikan mereka cucu.

Tapi melihat video panas itu hatinya membara apalagi pihak desis sudah tahu akan hubungan Jenlisa. Meskipun mereka belum tahu akan kelainan genetik Lisa, jika tiba waktunya desis membobol rahasia Lisa tuan Kim sudah menyiapkan rencana cadangan.

"Meskipun banyak kolegaku yang menginginkan Jennie tapi anakku sudah jatuh cinta pada seorang keturunan Eropa-thailand ini" batinnya

Tuan Kim mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya, jika bukan Jennie yang memaksanya untuk tetap menerima Lisa.

Pasti saat kejadian itu terjadi, tuan Kim sudah memisahkan mereka. Tapi namanya juga anak semata wayang, ditambah sang istri yang menyayangi Lisa iapun menepis keraguan yang ada.

"Lisa, apa kau tidak mau memeluk tubuh calon mertuamu ini?" Lisa masih bengong ia mengerjakan matanya.

Nyonya Kim tersenyum gemas melihat kepolosan Lisa, "kami tau, kau pasti takut untuk dimarahi akan kasus kalian. Tapi semua sudah kelar yaa meski desis akan mengincar kalian lagi. Sinilah Lisa peluk calon mertuamu nak".

Dengan sumringah Lisa memeluk tubuh kedua orang tua Jennie, ia sangat tersentuh.

Orang yang paling disegani itu tidak pernah memandang Lisa sebelah mata, mereka orang tua yang layak untuk dijadikan tempat berteduh.

Jennie Kim tumbuh dengan baik, Lisa masih enggan melepaskan pelukannya. Rasanya hangat seperti pelukan orang tuanya.

"Tuhan, lindungilah keluarga Kim dan keluargaku dari berbagai kesialan terutama terpaan media. Sungguh keluarga ini seperti keluarga kandungku sendiri"

Jennie menuruni tangga, ia sedikit terharu melihat pemandangan orang yang paling penting dihidupnya berpelukan. Sungguh pemandangan yang indah.

Tapi ingatan tadi membuatnya ingat akan hukuman yang pas untuk Lisa ia menampakkan senyumnya yang nakal.

"Kalian asyik berpelukan erat dan aku kalian lupakan..." Cemberutnya yang dibuat-buat.

Tuan Kim merentangkan tangannya dan Jennie berlari memeluk tubuh manusia yang memiliki peran penting dalam kehidupannya.

"Aku tidak sabar menanti sebuah tangisan anak kecil diruangan ini" seru tuan Kim melepaskan pelukannya.

"Yak, appa.... Eomma lihatlah...." rengek Jennie tapi Nyonya Kim menyahut tiba-tiba...

JENLISA VS MEDIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang