Bab 15 Pertemuan Kembali Mama Kania (1)

256 250 49
                                        

Hay gais?

"Kita, ini udah dewasa bro, udah bisa
Menabung dan mengisikan waktu Kita buat merancang masa depan kita. Belajar kek apa kek, bukan lagi Nongkrong dan tik tok kan enggak
Jelas, kita sekarang mending belajar
Nongkrong sih bisa tapi ingat waktu
Lo, pada tau kan waktu adalah uang
Jadi mamfaatin jangan cuma di bibir
Doang"

Samuel.

✨Reading✨

"Shalom Raihan pulang" teriak Raihan dari ambang pintu.

"Shalom Rai, kamu ini enggak ada Malu nya sama Rara"

"Sorry Bunda Raihan kelepasan soal
Nya, nih Bun buat Bunda Raihan beli
Ngantungan kunci buat kamar Bunda" ujar Raihan memberikan
Ngantungan kunci berbentuk bunga
Mawar.

"Makasih Raihan, kamu tau aja kalo
Mama suka bunga mawar"

"Sama sama Bunda, Bunda Putri Mana bud?"

"Di dapur lagi siapin bahan bahan
Buat brownies"

"Ayo Ra aku kenalin kamu sama Bunda Putri"

"Bundaaa Putrrii" teriak Raihan Memenuhi dapur,Bunda Putri yang
Mendengar itu melihat ke arah asal
Suara dan betapa mejutnnya dia.
Rara juga sama sama syok dan kaget.

"RARA" teriak bunda Putri dengan
Air mata mengalir deras di pelupuk Nya.

"MA... MA" jawab Rara terbata bata Mama ujar nya lagi dada nya tiba tiba
Sesak nafas nya memburu air Matanya tiba tiba mengalir deras Hingga membasahi bajunya.

"Iya ini Mama saya, ini Mama" ucap
Putri memegang wajah Rara yang
Memanas.

"Mama, Mama masih hidup"

"Iya sayang Mama masih hidup, Jangan nangis lagi Ra nanti Mama
Sedih" ujar Putri menghapus air
Mata di wajah Rara secara lembut.

Raihan yang melihat intraksi antar
Putri dan Rara bingung.

"Kalian saling kenal"

"Iya den Rara ini putri Bunda yang
Bunda cari selama ini makasih den Udah pertemukan Putri ibu terima
Kasih, terima kasih deh" ucap Putri
Bersujud di kaki Raihan.

"Iya Bund sama sama meski Raihan
Enggak tau, apa yang sebenarnya Yang terjadi ini juga di liar dugaan
Raihan, tapi Raihan bersuyur kalian
Bisa di pertemukan kembali dengan
Putri Bunda"

"Iya den Raihan makasih banyak Udah pertemuan Bunda sama Rara"
Ujar putri memeluk Rara dengan air
Mata yang mengalir hingga Membasah ke celemek yang dia pakai.

"Ini ada apa ini kenapa ada yang Nangis ini juga kenapa Rara" tunjuk
Heran ke Rara dan bunda Kania Bunda"

"Ini nyonya Putri yang saya bilang Yang hilang 16 tahun yang lalu ini
Nonya sekarang ini Putri saya Rara"
Jelas bunda Kiara dengan senyuman Yang yang mengembang.

"Ya, bagus dong jadi kesempatan Rara Buat jadi mantu Mama" goda
Bunda Putri ke Rara.

"Udah udah kalian enggak usah sedih
Lagi, mulai sekarang kita besanan Bunda Putri"

"Apa sih Bunda Rara malu tuh" tunjuk
Raihan ke Rara yang mukanya yang
Merah padam.

•••••

Kini hari sudah sore dan sekarang Poli sedang melamun di kamar nya Sendiri.

"Gw, akan nyerah buat ambil hati
Rara meski, Rara cinta pertama gw
Gw, kan relain dia ke Raihan, gw rela
Ngorbanin cinta gw dari pada gw,
Enggak punya sahabat kayak Samuel Haikal,Ray, Raihan, Danu, Abi
Mereka teman gw dari kecil, gw Enggak mungkin ninggalin mereka
Hanya karna satu cewek dan cewek
Itu belum tentu juga suka sama gw, Bisa jadi dia suka sama Raihan" Guman Poli.

Rara [ Proses Penerbitan ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang