Hay gais?
"Ajaran sesat"
Lara.
✨Reading ✨
Udara yang seyuk matahari yang
Bersinar cerah membut Rara
Tambah semangat pergi ke sekolah
Bahkan pagi ini dia sudah memasak
Bubur kacang hijau untuk sarapan
Mereka nanti dan Mama Kania
Sudah kembali seperti biasa dan
Dia sekarang sedang menyirami
Tanaman mawar kesukaan Nenek
Dwi.
Dan Kakek Ivan dia sedang membaca
Koran di teras.
Dan dengan cekatan Rara meyendoki
Bubur kacang hijau tadi ke mangkok
Untuk sarapan mereka pagi ini.
" Akhir nya selesai juga "ujar Rara
Membawa mangkok berisi bubur
Tadi ke meja makan satu persatu.
" Tinggal ambil sendok nya"balas Rara
Lalu dengan cepat mengambil sendok
Makan dari rarak piring.
"Tinggal panggil Mama sama Kakek
Deh" balas Rara setelah meletakkan
Sendok tadi dan melangkahkan kaki
Nya ke halaman depan.
"Ma, Kek kita sarapan dulu yuk bubur
Nya udah jadi tuh" ujar Rara di depan
Pintu memang jam masih Menunjukan pull 05:35 jadi Rara
Masih sempat memasak bubur tadi.
"Udah masak sayang yuk kita masuk
Yuk, Pak" ajak Mama Kania.
Di meja makan mereka tertawa dan
Saling bercanda karena memang
Kakek termasuk perlawak membut
Suasana semakin girang.
"Dulu Ibu kamu Ra, Kania dulu suka
Main ke sawah udah Kakek bilang
Jangan tapi tetapi nyeyel jadi jatoh
Deh, mukanya kena lumpur semua
Sampe masuk ke hidungnya"ujar
Kakek Ivan menceritakan masa kecil
Kania.
Mama Kania memang putri satu-satu
Kakek Ivan dan Nenek Dwi.
Memang sejak kecil Mama Kania,
Tinggal di pedesaan sejak, SMA
Baru mereka pindah karena Kakek
Ivan mendapatkan warisan dari
Orang tuanya dan membuka cabang
Baru.
" Bapak Kania kan malu bapak Ceritaan ke Rara"
"Jadi dulu Mama susah di atur
Dong Kek"tambah Rara melirik ke
Arah Mama Kania.
" Bener banget Ra dulu juga Kania
Bandel banget dulu waktu dia SD
Kelas Vl dia makan udang ya kan
Terus dia makanya di rebus sama
Nasi nya semua di campur karna,
Buru buru berangkat ke sekolah
Jadi ada kepada udang lengket di,
Tenggorokan Kania samape kami
Pergi ke rumah sakit dan Kania
Juga sampe di rawat inap, jadi nya Kania jadi nya enggak berangkat ke Sekolah "jelas Kakek Ivan dengan
Kekehan.
"Hah, jadi kepala udang di Tenggorokan Mama Kania jadi nya
Gimana Kek" tanya Rara penasaran.
"Jadi waktu itu Dokter yang nangani
Mama Kania dan kepala udang yang
Lengket tadi enggak ada lagi deh" jelas
Kakek Ivan.
"Iya Ra emang Mama dulu nya bendel
Banget Ra"
"Ohh, iya Rara ganti baju dulu ya Kek
Ma udah jam 06:16 nih" ujar Rara
Melirik jam berukuran lingkaran Yang menempel di dinding.
"Iya Ra" balas mereka bersama sama.
"Huh, aku lupa lagi sekarang aku
Kan piket kelas mana sekarang
Jadwal exkul musik lagi" monolog
Rara sambil mempercepat langkah
Nya.
Setelah sampai di kamar di kamar
Rara masuk ke kamar mandi untuk
Mandi.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit
Rara sudah selesai mandi Dan juga
Telah rapi.
"Tinggal sisir rambut deh" ujar Rara
Lalu melangkahkan kaki ke nakas
Meraih sisir dan mulai menyisir
Rambut hitam pekat nya.
Hari ini Rara akan menggerai rambut
Hitam nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rara [ Proses Penerbitan ]
Novela Juvenil{Jangan lupa follow sebelum membaca} No. Plagiat!! "Meski perasaan itu penting mimpi adalah Hal utama yang lebih dahulu harus di kejar" Rara violenta Philotra gadis sederhana yang hidup bersama nenek dan kekek nya kerena, kedua keluarga nya mengala...
![Rara [ Proses Penerbitan ]](https://img.wattpad.com/cover/281526038-64-k839519.jpg)