Hay gais?
"It's okay sikap lo saat ini semakin
Membuat gw suka sama lo"
Samuel
Cahaya matahari yang masuk ke Jendela kamar Rara, menyusik Tidurnya.
"Haaa, udah jam 6:46" jerit Rara
Langsung lari ke kamar mandi untuk
Beriap siap ke sekolah.
Hanya Membutuhkan waktu 15 Menit, Rara sudah siap.
"Huh, akhirnya selesai juga tinggal Ambil HP, omagat kakak Raihan kan,
Sekarang jemput aku, bodoh banget
Sih, aku" maki Rara pada dirinya
Sendiri sambil sepepuk jidatnya.
Dengan ajak sedikit berlari Rara
Berlari keluar rumah nya sampai
Tidak sempat sarapan.
"Nanti aja deh, aku di kantin Saranpan" ujar Rara di selamat sela
Sela Lari nya.
Clekk
Rara membuka gagang pintu dengan
Sedikit kasar.
"Heh, udah siap Ra"
"Ka... kak Ra.. ihan nunggu aku dari
Tadi di sini" ucap Rara kaget.
"Pagi Ra, iya gw tadi nuggu lo, yuk
Berangkat"
"Heh, iya kak"
"Helm, nya" ujar Raihan Menyerahkan helm hijau hitam ke Rara dan langsung di pake Rara.
"Pengangan" balas Raihan dingin.
Rara yang tidak mengeti kode dari
Raihan, hanya diam.
"Huhh, lemot"ujar Raihan Melingkarkan tangan Rara di Pingganya.
Rara yang melihat perlakuan Raihan
Yang tiba tiba melotot ke Raihan.
" Gw, enggak Mau lo jatuh, nanti gw
Yang di marahi bunda"balas Raihan
Seolah tau matsut tatapan Rara.
"Okey"
Sesampainya di sekolah, Rara Langsung melepaskan helm nya.
"Makasih kak, aku duluan ya" pamit
Rara berlari kecil ke kelas nya karna
Takut terlambat.
"Hay, gais" sapa Rara meletakkan tas
Nya di samping kursi Gita.
"Hay, juga Ra, tumbel lo terlambat"
Tanya Lara yang sedang menyalin
Tugas Gita.
"Kesiangan bangun La, semalam aku
Tidur jam 12 bantuain Mama soal
Nya nyiapain barang"
"Olalah gimana kalau lo kalau
Kita nginap di rumah lo Ra, gimana
Gais setuju gak" tanya Gita.
"Enggak usah Gais aku juga mau Belajar mandiri! " tolak Rara secara
Lembut.
"Okey kalau lo maksa Ra"
•••••
"Pagi, Rai tumben terlambat lo datang
Rai, biasanya lo udah datang lebih
Awal dari kita, kecuali Abi ya" ujar
Danu yang sedang bermain game
Online.
Memang biasanya Raihan, yang Paling rajin di antara mereka Berangkat ke sekolah.
"Kesiangan bangun" balas dingin
Raihan lalu mulai membaca komik.
"Kesiangan atau jemput Rara dulu,
Gw, lihat lo ya dari di jalan tulip
Bonceng Rara pake berpelukan lagi"
Balas Haikal menggoda Raihan.
"Kalau, iya emang kenapa masallah
Buat lo" ujar Raihan menantang.
"Itss jangan langsung marah brader
Gw, cuma canda kok" balas Haikal
"Manaka nya Kal, kalau Mau ngomong,
Tuh, di pikir dulu kan jadi gini kan
Memang pertanyaan lo tadi Pertanyaan biasa sih, tapi lo kan
Tau, Raihan orang nya mood boosters
Kayak bunglon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rara [ Proses Penerbitan ]
Teen Fiction{Jangan lupa follow sebelum membaca} No. Plagiat!! "Meski perasaan itu penting mimpi adalah Hal utama yang lebih dahulu harus di kejar" Rara violenta Philotra gadis sederhana yang hidup bersama nenek dan kekek nya kerena, kedua keluarga nya mengala...
![Rara [ Proses Penerbitan ]](https://img.wattpad.com/cover/281526038-64-k839519.jpg)