10

10 5 0
                                        


Setelah kejadian ini Asya memutuskan untuk benar-benar melupakan Jesen, karena Asya dan Jesen memang tidak akan pernah bisa bersatu. Asya juga gak mau kalau Dinda tau soal kedekatan Jesen dan Asya, Asya takut Dinda akan membencinya.

----------------------------#------------------------------

“Elu udah mendingan sekarang.” Ujar Maudy

“Udah.” Ujar Asya

“Kita mending nonton drakor yuk, besok kan libur.” Ujar Maudy

“Iya.” Singkat Asya

Maudy mengabari Melda kalau Jesen sebenarnya berpacaran dengan Dinda, sebenarnya Melda ingin pergi kerumah Maudy untuk menghibur Asya namun orang tuannya tidak mengijinkannya.

“Sya, kalo elu pengen temuin Jesen untuk minta penjelasan mending gak usah deh, buang-buang tenaga elu.” Ujar Maudy

“Enggak kok dy, gue gapapa.” Ujar Asya
Jesen Message

“Dek besok boleh ketemu gak.”
Balas Asya

“Gak tau kak.”
Jesen Message

“Please dek, aku mau jelasin buat kamu ngerti.”
Balas Asya

“Gak perlu kak. Aku gapapa kok.”
Jesen Message

“Tapi dek, ada sesuatu yang perlu kamu tau.”

Namun pesan itu tidak ditanggapi oleh Asya, Asya melanjutkan menonton drama sampai tertidur pulang.

Keesokan paginya....

                               ☀️

“Sya, makan yuk.” Ujar Maudy

“Iya-iya.” Ujar Asya

“Elu gak lagi mogok makan kan.” Ujar Maudy

“Ngapain gue mogok makan, udah yuk laper nih.” Ujar Asya

“Akhirnya kalian keluar juga dari kamar.” Ujar tante Selvi

“Siapa sih yang gak tergoda sama aroma masakan tante.” Ujar Asya

“Masakan mama gue itu enak sya, cuma jarang masak aja makanya gue lebih suka nebeng makan dirumah lu.” Ujar Maudy

“Mama jarang masak kan karena mama harus bantuin papa kamu kerja.” Ujar tante Selvi

“Sekarang para papa dan mama saling membantu dalam pekerjaan dy, elu maklumi aja. Mama gue aja gak pernah masak sekarang.” Ujar Asya

“Asya aja ngerti, masa kamu gitu. Mendingan kalian segera makan, katanya mau kerumah Melda.” Ujar tante Selvi

Mereka menyelesaikan makan dan bersiap-siap pergi kerumah Melda, namun tiba-tiba mendung dan hujan. Asya dan Maudy gagal pergi kerumah Melda, akhirnya mereka memilih nonton drama lagi. Asiknya nonton drama sampai mereka tidak sadar kalau hari mulai sore, namun hujan masih membasahi bumi.

“Hari ini gue gak bisa lihat senja, ayolah hujan berhenti biar gue bisa lihat senja.” Gumam Asya sambil melihat hujan dari kamar Maudy.

Tok tok tok

pintu rumah Maudy diketuk, sedangkan Maudy dan mamanya sedang keluar, jadi tidak ada orang dirumah.

“Siapa sih, kalo Maudy pasti udah dibuka sendiri.” Lirih Asya. Siapa?” Teriaknya.

Ketika Asya membuka pintu, dia kaget melihat siapa yang mengetuk rumah Maudy.

“Kak Jesen. Tau darimana kakak tau aku disini.” Ujar Asya

“Tadi pagi aku kerumah kamu, kata bibi kamu ada disini. Tadi aku pengen langsung kesini tapi kalo ada Maudy pasti aku susah jelasinnya, makanya aku mau ngomong sama kamu sekarang.” Ujar Jesen

“Yaudah duduk kak.” Ujar Asya

“Maaf ya sya, aku ingkar sama janji yang udah aku buat sendiri. Tapi aku nglakuin ini karena aku sama kamu itu emang gak bisa bersatu.” Ujar Jesen

“Maksudnya.” Ujar Asya

“Dari awal aku gak pernah ijinin kamu kerumah dan aku gak pernah mau angkat telfon kamu karena aku tau kita gak mungkin bisa bareng. Aku pernah mencoba buat biasa aja sama kamu, tapi aku gak bisa. Aku pacaran sama Dinda demi buat mama aku seneng dek.” Ujar Jesen

“Kalo kakak tau kita gak bisa bersatu, tapi kenapa kakak malah bikin aku semakin berharap dan satu hal lagi, Dinda itu temen aku kak, jadi jangan sakitin dia.” Ujar Asya sambil menyeka air matanya

“Maafin aku sya.” Ujar Jesen

“Mungkin emang aku yang salah.” Ujar Asya

“Maaf sya aku benar-benar-benar minta maaf. Kamu lupain aku ya dek, aku gak mau kamu tersakiti.” Ujar Jesen

“Kakak janji gak bakal nyakitin aku, gak bakal buat aku kecewa tapi kakak udah nyakitin aku dan membuat aku kecewa.” Ujar Asya

“Mungkin kata maaf aja gak cukup. Tapi tolong kamu lupain aku ya.” Ujar Jesen

“Andai aja waktu itu aku dengerin kata papa, mungkin sekarang aku gak mengharapkan senja yang seperti kakak.” Ujar Asya

“Elu ngapain temuin temen gue.” Sahut Maudy

“Aku pulang ya sya.” Ujar Jesen

“Elu ngapain temuin dia.” Ujar Maudy namun Asya malah masuk ke kamar Maudy

“(Kenapa yang datang senja yang itu, bukan senja itu yang gue maksud).” Ujar Asya dalam hati

“Woy jawab.” Ujar Maudy

“Mulai hari ini, detik ini, menit dan jam ini gue mau hapus nomor Jesen, hapus kenangan dia dan lupain dia.” Ujar Asya

Kenapa dia yang kau hadirkan untukku. Memang aku yang salah  mengharapkan indah senja bisa menjadi sesosok manusia,namun bukan dia yang kuminta.

~Meisya Maharani Dewantara~

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Dah sampai jumpa di cahp selanjutnya ya

JANGAN LUPA VOTE☆☆☆

Senja Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang