“Gue kan minjem jadi gue harus tanggung jawab.” Ujar Asya dan berlalu pergi.
||||||||||||||__|||||||||||||||
Sementara itu didepan kelas Ari...
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
“Elu jangan pernah deketin Asya, atau bahkan berharap buat dekat sama Asya.” Ujar Reyhan
“Elu sama gue itu sama-sama pemain, jadi elu gak berhak ngomong kaya gitu.” Ujar Ari dan berlalu pergi
“(Gue harus cari tau dia itu siapa).” Ujar Reyhan dalam hati
Diruang kelas Rani, Arin dan Nopi sedang berbincang-bincang kemudian Asya dan Melda datang dengan raut wajah yang kesal, lebih tepatnya yang kesal Asya.
“Mel, Asya kenapa?” Tanya Rani
“Bentar lagi juga lu tau.” Jawab Melda
“Asya, lu marah sama gue. Gue nglakuin ini demi elu juga kok.” Ujar Reyhan yang datang tiba-tiba
“Jangan gangguin gue.” Ujar Asya
“Tapi sya....” Ujar Reyhan terpotong
“Gue bilang jangan gangguin gue.” Marah Asya
“Udah Rey, elu balik aja kebangku lu jangan gangguin Asya.” Ujar Melda tapi Reyhan semakin berusaha ingin bicara dengan Asya namun dihadang oleh....
“Balik kebangku lu.” Ujar Dirga
“Dirga...” Serentak Melda dan Rani
“Lu ngapain ada disini. Jauh-jauh lu dari Asya, minggir.” Ujar Reyhan
Plakkkk
Tamparan itu mendarat ke pipi Reyhan
“Elu gak tau malu banget ya, udah diusir masih aja menampakkan diri.” Ujar Asya
“Tapi gue....” Ujar Reyhan terpotong
“Nglakuin ini demi gue, basi alasan lu. Gak ada unsur pendukung didalamnya.” Ujar Asya
“Selamat pagi anak-anak.” Ujar ibu guru
Setelah ibu guru masuk semua duduk dibangku masing-masing....
“Dirga ternyata sekolah disini, dikelas kita lagi.” Ujar Melda
“Oh jadi itu Dirga.” Ujar Asya
“Anak-anak hari ini Dirga murid yang sudah mencoreng citra sekolah kita akhirnya menyelesaikan masa skorsing.” Ujar ibu guru.
“Mungkin kalian baru melihat Dirga disekolah ini pada hari ini, karena selama 1 tahun Dirga dihukum karena tindak kriminal pembunuhan.” Lanjut ibu guru
Semua siswa dan siswi dikelas itu terkejut atas penuturan ibu guru, tak disangka Dirga adalah seorang pembunuh.
“Kenapa dia ada disini.” Ujar salah satu siswa
“Karena memang seharusnya dia disini.” Jawab ibu guru
“Saya sih gak percaya kalo modelan begitu jadi pembunuh.” Ujar Asya
“Sya, elu gila apa gimana sih.” Ujar Melda
“Cuma setahun dihukum berarti dia gak bersalah sepenuhnya kan.” Ujar Asya
“Udah deh sya, elu jangan mulai nge drama.” Ujar Nadia
“Udah sya, jangan diladenin.” Ujar Melda
“Gue sih males.” Ujar Asya
Bel istirahat berbunyi, para siswa dan siswi berhamburan keluar untuk pergi kantin, tapi ada juga yang ke perpustakaan, lapangan dan juga menyendiri di taman sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja
Teen FictionMeisya Maharani Dewantara atau biasa dikenal dengan Asya, dia bersekolah di SMA Citra Bangsa, sekolah yang sebenarnya tidak ingin dimasuki olehnya namun ya takdir memberi fakta bahwa dia harus berada disitu. Cerita ini punya kakak sepupuku, dia mint...
