1

27 6 14
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini Asya dan teman-temannya sedang dijadwalkan pulang sore, disaat menuju gerbang Asya melihat ada cowok yang sepertinya dia kenal dan sepertinya cowok itu sedang menunggu temannya, dia adalah Jesen Danuarta tetangga Asya meskipun rumahnya agak jauh sih, Namun Asya sedikit tau tentang dia.

“Siapa tuh? Kayak gak asing.” Tanya Nadia teman Asya.

“Mana.” Ujar Lisa teman Asya satunya.

“Itu cowok yang lagi duduk itu.” Ujar Nadia

“Oh Jesen, pasti nungguin kakak gue.” Ujar Lisa.

“Sok tau lu.” Ujar Nadia

“Ya taulah, tadi pagi dia datang kerumah jemput kakak gue.” Ujar Lisa

Diam-diam Asya memperhatikan Jesen yang tengah asik memainkan telepon genggamnya, dari dulu Asya memang selalu memperhatikan anak-anak muda dilingkungan rumahnya, meskipun jarak rumah Asya dan Jesen sangat jauh tapi Asya lumayan tau tentang Jesen.

“Eh ada kak Jeje.” Ujar Asya dengan nada meledek dan membuat Jesen langsung mengalihkan pandangannya ke Asya.

“Sa, kakak lu mana?” Tanya Jesen

“Gak tau.” Ujar Lisa

“Oh. Temen lu itu lucu deh, kenalin dong.” Ujar Jesen

Sedikit rasa malu dibenak Asya, Asya langsung mengajak Nadia dan Asya pergi dari hadapan Jesen dan pulang.

“Elu lagi kenapa sih, gak biasanya elu malu gitu. Elu suka ya sama Jesen.” Ujar Lisa

“Enggaklah. Gue spontan aja tadi panggil, ya karena sebelum-sebelumnya gue ajak kenalan gak direspon padahal sering ketemu dibalai masyarakat.” Ujar Asya

“Elu ngajak kenalan ada maksud apa.” Ujar Lisa

“Ya biar kenal aja sih.” Ujar Asya

“Lagian elu ngapain sering kebalai masyarakat sih, jadi pegawai lu disana.” Ujar Nadia

“Jadi pembantu gue disana.” Ujar Asya

“Dibayar berapa lu, hahaha.” Ujar Nadia

“Emang iya elu jadi pembantu disana.” Ujar Lisa

“Itu cuma becanda sayangku.” Ujar Nadia

“Temen gue polos banget.” Ujar Asya

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Semenjak saat itu Jesen dan Asya semakin sering bertemu, bedanya sekarang Jesen menyadari kehadiran Asya. Selama setahun sampai setelah Jesen luluspun, Asya dan Jesen kalo ketemu pasti ribut pamer gebetan, atau entah apa yang diributkan gak jelas.

“Aku laporan papa kamu ya. Pak dewa, anaknya nakal nih disekolah.” Ujar Jesen

“Aku laporin balik. Pak ical, anaknya suka ganti-ganti cewek.” Balas Asya

“Laporan aja kalo bisa. Hati-hati sampai rumah disidang. Dada adek kecil.” Ujar Jesen dan berlalu pergi

Dibalai Masyarakat....

“Gimana perasaannya, aku kan udah lulus sepi dong disekolah gak ada aku.” Ujar Jesen

“B aja tuh.” Ujar Asya

“Bilang aja kalo kamu kangen sama aku.” Ujar Jesen

“PD banget jadi orang.” Ujar Asya

“Jadi orang itu harus PD dan kurangi insecure.” Ujar Jesen

Begitulah Jesen dan Asya kalo ketemu pasti ada konflik. Hingga akhirnya mereka tidak bertemu karena Asya harus pergi ke kampung untuk mengunjungi nenek dan kakeknya, selama di kampung Asya mengikuti pelajaran lewat jalur online, karena papa Asya tidak mau Asya ketinggalan pelajaran sedikitpun. Didesa Asya bertemu banyak anak muda anak muda yang giat sekali membantu orang tuanya disawah, Asya juga berkenalan dengan salah satu pemuda baik, humble dan dia juga yang menjadi teman Asya selama didesa, namanya Awan. Setelah beberapa hari ketemu dan ngobrol Awan mengenalkan pacarnya pada Asya.

“Oh ya sya, kenalin ini pacar aku.” Ujar Awan

“Hai aku Meisya. Panggil aja Asya.” Ujar Asya sambil mengulurkan tangannya

“Hai aku Putri.” Sahut Putri

“Cantik banget pacar kamu wan.” Ujar Asya

“Gak salah pilih kan aku.” Ujar Awan

“Gadis desa emang cantik-cantik ya, gak kalah sama dikota.” Ujar Asya

“Kamu bisa aja, kamu juga cantik kok.” Ujar Putri

Namun hubungan Awan dan Putri harus kandas diumur 6 bulan, mereka putus karena tidak direstui oleh orang tua Putri. Karena orang tua Putri ingin anaknya menikah dengan laki-laki yang mapan bukan laki-laki desa penggarap sawah orang lain.

“Kamu kenapa sih wan. Galau mulu dari kemarin.” Tanya Asya

“Aku baru putus sya, orang tua Putri gak setuju kalo aku sama dia lanjut.” Jawab Awan

“Kasian temen aku.” Ujar Asya

“Nasib-nasib.” Gerutu Awan

“Cari aja yang baru daripada kamu galau mulu.” Ujar Asya

“Sama kamu ajalah.” Ujar Awan

“Haaa.” Kejut Asya.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
OMG gimana ya tangapan nya Asya saat Awan bilang gitu.

JANGAN LUPA VOTE YAAA.

Senja Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang