9. Being protective

1.1K 120 2
                                        

Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, Jimin menjadi protektif sekali terhadap Taehyung.

Mulai dari mengirim lebih dari sepuluh pesan dalam satu jam, menelepon dua kali sehari, atau bahkan mampir ke apartemen Taehyung hanya untuk memastikan agar sahabatnya itu baik-baik saja.

Taehyung tentu risih akan hal ini, tapi melihat Jimin yang khawatir sekali padanya, ia urungkan niatnya untuk menolak.

Walaupun sebenarnya dia bingung, mengapa Jimin tidak menjelaskan kejadian saat dia pingsan itu dengan tidak detail. Apa jangan-jangan dia berbohong?

Ah tidak mungkin. Bicara apa sih?

Tapi kalaupun iya, mengapa hanya karena pingsan dan kelelahan Jimin sampai se-protektif ini? Aneh sekali, Taehyung juga merasa baik-baik saja jika sudah meminum obat dan beristirahat.

Lagi pula hanya untuk sekedar membeli makanan tidak sulit bagi Taehyung. Dan juga kenapa si overprotektif itu jadi mengantar jemputnya setiap hari?!

Tidak, tidak. Aku harus menghentikan ini. Aku bukan pacarnya!

Bisa-bisanya Jimin memperlakukan Taehyung seakan-akan dia itu pacarnya. Misalnya membelikan makanan, mengantar pulang, mengabari setiap jam, dan masih banyak lagi.

Brakk

"Aduh! Siapa sih?!" Ujar Taehyung tidak santai, padahal dia yang menabrak.

Terlihat seorang yeoja yang sedang membereskan kertas-kertas yang berjatuhan karena tabrakan tadi.

"Kau yang menabrakku Taehyung!"

"Eh, Sooyoung? Maaf!" Ternyata yang ia tabrak adalah teman sekelasnya sendiri. Park Sooyoung, seusia dirinya.

Asik melamun, sampai menabrak seseorang. Dasar Kim Taehyung.

"Kau selalu melamun Taehyung. Bantu aku cepat, aku disuruh oleh Jung ssaem untuk mengantar kertas-kertas ini keruangannya." Jelas Sooyoung.

"Oke baiklah. Maaf ya aku tadi menabrakmu." Ucap Taehyung merasa bersalah, mana pakai marah-marah pula.

"Tidak apa-apa." Balasnya ramah.

Setelah selesai membereskan kekacauan tadi, Taehyung membantu Sooyoung mengantar kertas-kertas itu ke ruangan Jung ssaem. Hitung-hitung membantu karena sudah menabrak, masih tahu diri rupanya.

Tok tok tok

"Pak, ini yang bapak minta." Ucap Sooyoung sopan lalu masuk kedalam ruangan dosen itu diikuti Taehyung dari belakang.

"Ah, iya. Tolong taruh disitu, terimakasih." Ucap Jung ssaem sambil tersenyum ramah.

Mereka berdua pun keluar saat sudah menaruh kertas-kertas itu di ruangan Jung ssaem.

"Terimakasih Taehyung karena sudah membantuku. Kau habis ini ada kelas?"

"Iya sama-sama. Aku masih ada kelas." Jawab Taehyung.

"Baiklah, aku juga masih ada kelas. Aku duluan ya Taehyung!" Ucap Sooyoung lalu pergi meninggalkan Taehyung.

Taehyung pun pergi juga dari situ untuk menuju kelasnya. Saat sedang berjalan menaiki tangga, ia berpapasan dengan seorang namja yang... Entahlah. Wajahnya seperti ingin menguliti orang hidup-hidup, sangat tidak bersahabat.

Taehyung menatap orang itu yang dibalas tatapan aneh oleh orangnya.

"Kau! Kenapa menatapku seperti itu?"

Tersadar akan lamunannya, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Eh? Maaf!" Ujarnya lalu berlari dengan cepat menaiki tangga, malu.

Refuser d'y Aller [KV]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang