39. Basket

457 56 14
                                        

Drtt drtt...

Taehyung mematikan hairdryer yang mengeluarkan udara panas itu, lalu melihat siapa yang menelepon.

"Video call?" Gumam Taehyung pelan sambil tersenyum kecil.

Ia menggeser tombol berwarna hijau yang terpampang di layar canggih itu, kemudian menampilkan gambar bergerak yang sedang tersambung ke lawan bicara.

"Nee Jiminie?"

"Hai Tae, bagaimana kabarmu?" Tanya seseorang yang sedang tersenyum manis kepada Taehyung.

Taehyung merubah posisi duduknya menjadi tengkurap, "I'm good. Kau lama sekali sih di Busan."

Ia mengerucutkan bibirnya imut, yang membuat Jimin gemas. Jadi, sekitar seminggu yang lalu Jimin pamit kepada Taehyung pergi ke Busan untuk mengurusi perusahaan Ayahnya yang sedang membutuhkan pendamping. Jimin bilang ada masalah saham yang terjadi di perusahaan Ayahnya di Busan, jadi sampai sekarang ia belum kembali ke Seoul.

"Jadi kau rindu denganku ya? Aigoo, menggemaskan sekali sih. Bagaimana kuliahmu?"

"Uhm ya, baik." Jawab Taehyung ragu.

Baik darimana, aku sudah diperingati ribuan kali untuk membayar uang kuliah! Sial.

Karena itulah beberapa hari yang lalu Taehyung mendaftarkan diri di salah satu studio fotografi yang terkenal di Seoul, dan dia diterima karena tes keahlian yang mampu ia lalui. Hingga mulai besok Taehyung sudah mulai bekerja, tanpa sepengetahuan siapapun.

Seumur-umur hidup Taehyung, dirinya tak pernah menyangka akan menjadi mahasiswa magang.

Ini karena aku butuh uang, huft!

Asik melamun sampai membuat Jimin berteriak. "Tae! Dengar tidak?"

"Eoh??? Apa Jim?"

"Dasar tukang melamun! Aku tanya, kau sudah minum obat belum?"

Astaga, ternyata minum obat. Taehyung terkekeh pelan melihat raut wajah Jimin yang kepalang khawatir.

"Sudah kok. Kau kenapa berlebihan sekali sih?"

Mereka berdua bercakap-cakap sampai angka jam menunjukan pukul sebelas malam. Mengobrol apapun itu sampai ke permasalahan kemoterapi yang Jimin sarankan, Taehyung hanya manggut-manggut saja. Sampai akhirnya Jimin mematikan panggilan itu karena Taehyung yang sudah tertidur.

• • •

"Baiklah, sekian pembahasan kita hari ini. Terima kasih dan sampai jumpa." Dosen Jung pamit undur diri dari kegiatan mengajar yang dilakukan di kelas Taehyung.

"Nee ssaem." Sahut mahasiswa/i yang ada disitu.

Taehyung membereskan barang-barangnya kemudian segera pergi dari kelasnya. Hyungsik berjalan bersamanya sambil merangkul dirinya.

"Kau akhir-akhir ini menjadi pendiam. Apa ada masalah?" Tanya kawan baiknya itu.

Dia tak menjawab, hanya tersenyum simpul sambil merapikan poninya. Mereka berdua mampir ke kafetaria kampus sebentar karena Taehyung ingin membeli air mineral, ia haus.

Kedua kawan akrab itu berjalan-jalan di lapangan kampus yang sedang tidak begitu ramai, karena hari ini setahu Taehyung hanya beberapa jurusan yang masuk.

Oh iya, soal kerja kelompok Taehyung bersama Jungkook, Hyori, dan Jong-in sudah selesai. Hanya tinggal menunggu waktu untuk mengumpulkan proposalnya.

Refuser d'y Aller [KV]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang