Tubuh Alea naik turun perlahan sementara Btara terduduk di bawah. Alea menggigit bibir karena tengah berpikir.
Tadi Mama Novi akhirnya memberi saran agar Alea jujur pada Vera. Itu adalah saran yang telah didengar Alea berulang kali. Sayangnya, berulang kali pula Alea menyangkalnya.
"Kamu jadi kayak ibu hamil lagi olahraga."
Btara menusuk gym ball yang Alea duduki dengan jarinya. Gym ball yang belum lama dibelinya ini langsung dikuasai Alea begitu Novi pulang.
"Kan emang aku hamil."
Alea mengelus perutnya yang rata.
"Hamil anak siapa?"
"Bram."
"Bram siapa?"
Wajah Btara berubah sedikit tidak santai.
"Beramai-ramai."
Setelah terdiam sejenak dan memahaminya, Btara lalu bernafas lega.
"Aku kira kamu beneran selingkuh."
"Astaga, nggak mungkin, lah. Lagian mau selingkuh sama siapa coba? Aku kan cuma pulang, kerja, ketemu kamu, terus diulang lagi. Mana sempat aku ketemu cowok buat dijadiin selingkuhan."
"Jadi kalau kamu sempat, kamu mau nyelingkuhin aku?"
"Cerewet banget, sih."
Alea menekan kedua pipi Btara hingga bibirnya mengerucut.
"Pacaran sama kamu aja kelimpungan nyembunyiinnya, masa mau selingkuh?"
Btara menaruh dagunya di paha Alea, membuat perempuan itu berhenti bergerak naik turun.
"Ikutin kata mama aja. Kamu bilang pelan-pelan ke Vera. Lagian kalau dia tahu dia bakal ngapain, sih? Bikin kita putus?"
"Harus berapa kali aku bilang kalau nggak segampang itu? Kamu nggak ada di posisi aku, makanya nggak ngerti."
"Apa aku kirimin yasin beneran ke Vera?"
"Jangan! Jahat banget. Aku kalau digituin juga pasti sakit hati."
"Bagus dong kalau Vera sakit hati, kan dia jadi nggak suka sama aku lagi. Kamu jadi nggak ngerasa bersalah."
"Kalau ada cowok gituin Vera sampai sakit hati, bakal aku pukul meskipun itu kamu. Lagian kalau dia tahu kamu gitu ke Vera karena aku, lebih kacau lagi."
"Ini kalau diterusin kita bakal berantem nggak, sih?"
Alea mengedikkan bahu.
"Sekarang-sekarang nggak usah bahas Vera, deh. Aku nggak suka kalau ujung-ujungnya jadi berantem. Udah kamu jangan pikirin terus. Kita jalanin aja apa adanya. Nanti pelan-pelan pasti ketemu waktu yang tepat buat ngomong sama Vera."
Alea menghela nafas. Ia lalu turun dari gym ball, duduk di sebelah Btara.
"Btara," panggil Alea lirih.
"Iya?"
Alea diam sesaat. Dia hanya menatap Btara dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kenapa, sayang?"
"Pegang payudaraku, dong."
Seketika raut muka Btara berubah. Alisnya berkerut dan bola matanya menatap Alea penuh tanda tanya.
"Nggak! Apa-apaan, sih?"
Btara menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuh.
"Cuma pegang aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Accidentally Soulmate
RomanceAREA BUCIN ❕❕ ANTI BUCIN DILARANG MAMPIR❌ HATI-HATI KENA MODUS BTARA🧚♀️ Orang yang paling bahagia ketika Alea pindah ke kantor pusat adalah sang adik. Lily yang baru menginjak semester empat itu sangat girang karena kantor Alea tidak jauh dari kam...
