wkwkwk ternyata aku baru bisa up sekarang, maaf ya yang kemarin janji palsu
SELAMAT MEMBACA
***
Brak
Jimin membuka kasar pintu balkon Taehyung. "Gue laper."
Hening. Taehyung semakin menaikan selimutnya, membuat seluruh tubuh pemuda itu terbungkus.
Jimin melangkah masuk, tangannya meraih bantal di sofa dan melemparkannya pada Taehyung. "Gue bilang gue laper!"
Masih tak ada pergerakan, Taehyung tetap setia membatu.
Jimin tak kehilangan akal, pemuda itu naik ke kasur Taehyung dan menimpa si pemilik kamar. "AYOOO BANGUN! GUE LAPERRRR TAEHYUNG!"
Sudah cukup. Taehyung tidak bisa sabar lagi. Pemuda itu dengan cepat membuka selimutnya, dan mendorong Jimin agar menyingkir dari atasnya.
"BERISIK LO BONSAI!" Taehyung berteriak murka.
"Aduh." Jimin meringis. Tangannya mengusap-usap bokongnya yang tadi menyentuh lantai dengan keras akibat dorongan Taehyung.
Taehyung sendiri terkejut, pemuda itu langsung bangkit dan menghampiri Jimin yang terduduk di lantai.
"Aduh, gue dorongnya kekencengan ya?" Taehyung menampilkan ekspresi khawatir.
"PAKE NANYA!"
Jimin menampar lengan Taehyung membuat sahabatnya itu mengaduh pelan. Tangan Taehyung sekarang mengelus bokong Jimin sambil mengucapkan kata maaf.
"Udah sana lo. Malah modus!" Jimin menyentak tangan Taehyung.
Taehyung menurut, pemuda itu bangkit dan merebahkan dirinya di ranjang lagi, kemudian menutup mata.
Jimin yang melihat hal itu segera menyusul dan melakukan hal yang sama. Pemuda itu meletakkan tubuhnya menyamping di sebelah Taehyung.
"Gue laper tet, belum makan."
Taehyung semakin terpejam merasakan pijatan lembut pada dahinya. "Lo tinggal makan ribet banget."
Jimin mendecak. "Bunda kan keluar sama mama, mana ada makanan."
"Sana minta Mbok Ijah buatin makanan." ucap Taehyung.
"Gimana sih, masa lupa. Mbok Ijah kan kemarin bilang kalau hari ini pulang kampung."
Taehyung menghela napas, tak tahan lagi mendengar rengekan Jimin. Pemuda bangkit, mencuci muka, lalu menyambar hoodie hitamnya.
"Ayo ke rumah bang Jin."
Jimin melongo. "Ngapain?"
"Katanya lo laper. Mau makan nggak?"
***
Jin memandangi teman-temannya, pemuda itu memaksakan senyum. "Udah kenyang adik-adikku?"
Keenamnya mengangguk dan mengacungkan jempol. Bahkan Jungkook dengan tidak tau malunya berkata. "Bang gue tambah ramyeon lagi.
Dan berakhir dihadiahi oleh cubitan maut ala Kim Seokjin.
"Mau? Gue buatin."
Jungkook menatap Yoongi berbinar. Pemuda mengangguk antusias dan memberikan senyum lebarnya kepada Yoongi. "Makasih bang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kapan Official?
FanfictionKalau ditanya, "Prioritas lo siapa?" Taehyung bakal langsung jawab, "Nggak ada yang lebih penting dari Jimin, gue mah." ____ "Kalau kita nempel terus gini mana bisa gue punya pacar," Jimin mendengus. "Yaudah gampang, gue pacarin lo." #boyslove #Tae...
