Sshh
"Gue pengen liat Rosé tampil.". Gumam Lisa pelan meremas baju dibagian dada kirinya. Tadinya dia ingin mengantarkan bekal untuk Rosé dan Yeri, namun tiba-tiba dadanya terasa nyeri disertai kepalanya yang pusing.
Kini Lisa berada di salah satu bilik toilet wanita. Karena masih pagi, tidak ada siswa yang ada di toilet kecuali dirinya.
Dia mengambil tabung obat yg biasa ada di saku dalam jas almamater nya. Segera Lisa memasukkan obat ke dalam mulutnya tanpa bantuan air.
Sambil mengatur nafasnya menunggu obat bereaksi, Lisa duduk di closet dengan memejamkan matanya.
"Apakah dia harus berhenti berjuang?".
Pertanyaan itu selalu hinggap di pikiran nya kala sakit menyerang. Lisa lelah menanggung kesakitan yang selalu datang tiba-tiba.
Lisa takut hanya akan membuat semua orang khawatir. Dia tidak bisa membayangkan reaksi sahabatnya yang lain jika mengetahui penyakitnya.
Kecewa?...Mungkin?
Lalu apa yang akan dia lakukan sekarang?.
"Apa gue harus kasih tau sekarang?".
"Engga engga nanti bakal ganggu suasana,"
"Mungkin besok?".
Hari ini Rosé akan tampil, jika dia memberitahukan nya sekarang pasti akan mengganggu suasana.
Lisa membuka matanya, dia teringat sesuatu.
"Eh harusnya gue kasih sekarang, apa titipin aja?". Setelah mengatakan itu dia keluar dari toilet.
.
.
.
"Bisa gue nitip ini ke Lo." Lisa memberikan paperbag kepada seseorang didepannya.
"Eum ini buat siapa?".
"Buat blackvelvet, please bantuin gue kasih ini kalo waktunya tepat." Lawan bicara Lisa mengernyit heran.
"Bukan gue gamau tapi kenapa ngga Lo kasihin sendiri, kalian tinggal serumah kan?."
"Itu hadiah kecil dari gue buat mereka, takut gue ngga sempet ngasih."
Orang itu mengangguk paham, dia tidak ingin bertanya lebih lagi.
"Owh yah tolong jangan kasih tau siapapun tentang itu."
"Oke tenang barang ini bakal gue simpen baik baik."
Tanpa disadari ada seseorang yang memfoto mereka diam-diam sambil tersenyum misterius.
.
.
.
"Ini Lisa kemana lagi, acaranya udah mau mulai" gerutu Seulgi.
"Di toilet"
"Tau dari mana Jen?"
"Tadi gue liat dia buru-buru ke toilet, mungkin kebelet" Jawab Jennie.
"Eh Wendy mau kemana?". Tanya Jisoo
"Mau liat Lisa kok lama." Jawab Wendy sesantai mungkin untuk menutupi kekhawatiran nya.
"Ngga perlu Lisa lagi kesini, dia chat gue ni" tunjuk Joy ke layar ponselnya.
Kini Wendy, Seulgi, Jisoo, Jennie dan Joy sedang berada di lapangan untuk melihat panggung pentas yang akan digelar sebentar lagi.
Beruntungnya mereka mendapatkan kursi yang dibarisan yang pas, sehingga dapat terlihat jelas ke arah panggung.
Tak lupa Juga menyisakan tiga bangku kosong untuk Irene, Yeri dan Lisa. Tak ada yang berani menduduki kursi itu karena semua siswa ataupun orang luar yang datang tau itu milik blackvelvet.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sound Of Time
Fanfiction"we only want one, can continue to be together "_blackvelvet Keseharian sembilan gadis cantik dan waktu yang mereka lalui bersama. Kebersamaan yang tercipta, canda tawa, suka dan duka. Harapan mereka hanyalah satu yaitu selalu bersama. Apakah suara...
