Chapter 1

1.4K 81 17
                                        

Koo Hari, siapa yang tidak kenal gadis bar-bar kesayangan Choi Kanglim si pangeran es ini? Tentu saja semua kenal dengannya karena kebar-baran serta kepintarannya.

Namun sayangnya sekarang ia sedang menjadi Sad Girl karena ditinggal oleh sang kekasih.

Lee Gaeun, gadis cantik yang satu ini sudah pasti ada pawangnya, siapa lagi kalau bukan si Ian pria tampan yang kulitnya pucat seperti mayat.

Heewon, gadis berambut putih yang satu ini pawangnya orang blasteran Amerika-Korea, tentu saja si Ryon atau sering dipanggil Leon ini kekasihnya.

Gadis berambut merah yang satu ini ternyata sudah punya pawang sejak kelulusan SMA kemarin, hm siapa ya? Oh ternyata si Hyoon Woo pacarnya Sara.

Saat ini Hari dan teman-temannya beserta para kekasih dari teman-temannya itu sedang duduk di sebuah Cafe yang tidak jauh dari tempat mereka kuliah.

“Haaahh~ hari yang melelahkann” ucap Heewon seraya meregangkan tubuhnya.

“Minum dulu sayang, pasti capek abis belajar” kata Ryon yang memberikan kekasihnya air.

“Terima kasih Ryon”

Hari yang melihat keuwuan di depannya hanya memutar bola matanya malas dan memilih untuk pindah tempat duduk.

“Eh? Hari mau kemana?” tanya Sara.

“Gak ada.. disini gerah, aku duduk di luar cafe aja ya.. kalian disini aja gak papa” ucapnya berbohong lalu pergi keluar cafe.

Sedangkan mereka malah menurut dan percaya dengan perkataan Hari, Gaeun yang tau keadaan Hari ikut menyusul setelah meminta ijin kepada Ian.

“Hari” panggil Gaeun.

“Loh! Gaeun gak sama Ian? Ngapain disini?” tanya Hari yang tau kalau Gaeun mengasihani dirinya.

“Plis Hari, jangan di pendam.. keluarkan saja emosimu, aku tau kamu cemburu melihat kami yang bercanda dengan para kekasih” ucap Gaeun dengan nada sendu.

“Gaeun.. aku tidak apa-apa, untuk apa aku menangisi pria brengsek sepertinya? Heh! Gak ada gunanya” ucap Hari percaya diri namun di hatinya sangatlah rapuh.

“Tapi Ha–“

“Ah! Gaeun, aku harus ke perpustakaan kota sekarang! Sampai jumpa di rumah Gaeun” ucap Hari lalu berlari meninggalkan cafe itu.

Gaeun yang melihat Hari pergi meninggalkan mereka hanya bisa menatapnya dengan tatapan sendu.

“Loh? Mana Hari? Katanya dia duduk di luar” tanya Heewon.

“Ah.. Hari ada perlu tadi, makanya dia langsung pergi” ucapnya berbohong.

“Padahal kita kesini mau bilang kalau tadi Kanglim menelpon” ucap Ian dengan telpon yang masih tersambung dengan Kanglim.

Sedangkan di sebrang sana, Kanglim terlihat sangat kecewa karena Hari selalu saja menghindar saat dia berusaha menghubunginya.

“Hari.. why?” gumamnya lalu memutus telpon itu secara sepihak.

Ia pun memandang taman belakang dari luar jendela kamarnya yang lumayan besar.

Tok.

Tok.

Tok.

Ceklek.

“Kanglim?” panggil sang Ibu.

Kanglim pun menoleh saat mendengar suara Ibu yang sangat ia sayangi itu.

“Ibu? Ada apa?” tanya Kanglim.

This Is Our Story [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang