"Lama tak berjumpa, Kanglim" sapa Ian yang ada di dalam mobil.
"Hm, bagaimana kabarmu?" tanya Kanglim balik.
"Aku baik, senang rasanya mengetahui kau baik-baik saja"
"Terima kasih"
Leon pun segera masuk kedalam mobil dan ia begitu cemburu, kenapa saat ia menyapa Kanglim malah disemprot sedangkan dengan Ian malah halus.
"Huh" dengus Leon kesal, ia segera menjalankan mobilnya menuju ke Perusahaan C'Corp untuk membantu Kanglim juga.
Dalam perjalanan hanya terjadi keheningan, Leon yang fokus menyetir, Ian yang sedang tertidur, Kanglim yang sedang memantau perusahaannya dan satu lagi, Hyoon Woo yang sejak tadi sudah tertidur lelap di jalan.
"Bagaimana... Kabarnya?" tanya Kanglim memecah keheningan.
"Kabar siapa?"
"Ck.. kabar Hari" decak Kanglim.
"Ohh.. dia baik-baik saja sejak kemarin.. dia–"
"Itu artinya aku membuatnya tidak baik-baik saja selama ini?" ucap Kanglim memotong perkataan Leon.
"Diam dulu bodoh! Aku belum selesai!"
Ian hanya tersenyum dalam tidurnya mendengar kedua temannya itu ribut, sudah lama sekali ia tidak mendengar keributan dari Kanglim dan Leon, jika tidak dengan Leon maka dirinya dengan senang hati berdebat dengan si pangeran es itu.
"Hh.. katakan" ucap Kanglim.
"Dia akhir-akhir ini begitu semangat, aku bahkan tidak tau alasannya.. namun sebelum-sebelumnya dia benar-benar sangat sedih, kami kasihan kepadanya, bahkan Gaeun berjuang keras agar Hari mau tersenyum lagi" ucap Leon melanjutkan omongannya tadi.
"Benar, kami juga berusaha untuk membuatnya tersenyum, tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia malah semangat, kami senang dia bisa kembali seperti dirinya yang dulu" kata Ian menambahkan.
"Apa aku berhak bertemu dengannya lagi?"
"Tentu saja! Katakan alasanmu yang sebenarnya, kenapa dirimu pergi meninggalkan Korea" ucap Leon memberi semangat.
"Hm itu benar.. aku juga akan meminta tolong kepada Gaeun untuk membujuk Hari jika kamu di tolak olehnya" ucap Ian meyakinkan.
"Kalian.. terima kasih, maaf merepotkan" ucap Kanglim tulus.
"Nnngghhhh"
"Oh? Kau sudah bangun Hyoon Woo?" tanya Ian.
"Ah maaf, aku ketiduran.. apa kita sudah di Bandara?" tanya Hyoon Woo.
"Tidak jadi, Pesawat Kanglim putar balik" ucap Leon bercanda, padahal disampingnya ada Kanglim yang sedang tersenyum.
Tunggu? Tersenyum? Ah.. bayangkan saja sendiri ya.
"Loh? Kok gitu?!" panik Hyoon Woo yang masih di tipu.
"Benar, pesawatnya putar balik karena lupa isi bensin, jadi Pilotnya beli bensin dulu ke Pertamina" ucap Kanglim yang ikut menjahili Hyoon Woo.
"Hiss.. padahal aku sangat bersemangat bertemu dengannya" kata Hyoon Woo yang masih kesal, oh apa kau tidak sadar bahwa kau sedang di tipu?.
Ian hanya diam memperhatikan seraya tersenyum menanggapi kejahilan teman-teman mereka.
Sesampainya di C'Corp, mereka langsung turun tak terkecuali Hyoon Woo, ia heran kenapa ke kantor Kanglim? Katanya Kanglim putar balik.
Tanpa basa basi, Kanglim langsung pergi menuju ruangannya dan membereskan semua masalah yang ada, sedangkan teman-temannya membantu Leon untuk membawa beberapa dokumen Kanglim.
"Kenapa kita ke C'Corp? Bukannya Kanglim putar balik?" tanya Hyoon Woo polos.
"Kau lihat saja nanti" ucap Ian lalu mereka segera masuk ke dalam lift menyusul Kanglim.
Kanglim segera masuk ke dalam ruangannya yang disambut oleh Sekretarisnya yang terkejut serta tak kalah panik dengan kondisi perusahaan.
"Tunjukkan padaku semua tentang perusahaan ini! Serta perkembangannya selama aku berada di luar negeri!" perintahnya kepada Sekretaris.
Sang Sekretaris segera melaksanakan perintah dari bosnya dengan cepat, ia segera menampilkan layar yang menunjukkan perkembangan perusahaan semenjak kepergiannya dari Korea.
"Sial! Pak tua itu!" geram Kanglim, ia segera menyuruh Sekretarisnya keluar dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan ia mulai bekerja untuk mempertahankan perusahaannya ini.
'apapun demi Hari, aku tidak akan membuatnya susah, aku akan berjuang keras mempertahankan perusahaan dan aku rela jika suatu saat Hari akan marah kepadaku' batin Kanglim yang memikirkan masa depannya untuk Hari dan perusahaan yang ia kelola.
Sedangkan disisi lain, saat ini Hari sedang berada di kamarnya, ia benar-benar ingin sekali bertemu dengan Kanglim tapi.. ia takut jika Gaeun akan marah.
"Hahh~ padahal aku ingin bertemu dengannya, kenapa susah sekali?" ucap Hari kepada dirinya sendiri.
Ia melihat ke sekeliling kamarnya, banyak kenangan yang tersimpan disini, momen kebersamaan bersama dengan Kanglim sewaktu SMA serta bagaimana Kanglim yang terus-terusan berusaha menggoda dirinya.
Ia tersenyum saat mengingat masa lalunya itu dan saat matanya melirik tanggal.. oh sial! Hari ini 14 Februari yang artinya hari ini adalah Hari Valentine.
Ia pun panik untuk memberikan sesuatu untuk Kanglim, tapi seketika lemas karena ia tidak tau mau memberikan apa kepada sang kekasih bahkan ia tidak tau ada dimana si Kanglim.
Ia segera menelpon Hyoon Woo untuk menanyakan keberadaannya untuk menyuruhnya membelikan cokelat untuk dirinya sendiri.
'Halo?'
"Halo Hyoon Woo, ini aku Hari"
'Ada apa Hari? Aku sedang ada di kantor C'Corp, maaf ya aku sedang sibuk membantu Kanglim, daaa' ucap Hyoon Woo keceplosan membuat Hari terkejut setengah mati.
"Tu-tunggu? C'Corp?"
Hari langsung mengganti pakaiannya dan segera ke dapur untuk membuat sesuatu, entah kenapa ia benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan Kanglim lagi.
Selesai dengan urusannya di dapur ia segera pamit kepada orang di rumah dan pergi keluar menggunakan Taksi.
"Pak, antar saya ke C'Corp sekarang" ucap Hari kepada sopir taksi.
Taksi itupun segera pergi meninggalkan komplek perumahaan Hari dan pergi menuju ke C'Corp untuk bertemu dengan Kanglim, kali ini dia benar-benar berterima kasih kepada Hyoon Woo.
Sesampainya di C'Corp ia membayar taksi dan segera menuju ruangan Kanglim setelah memencet tombol lift dengan tujuan lantai paling atas.
"Cepatlah! Ku mohonn!!" doa Hari kepada tombol lift.
Ting!
Setelah pintu lift terbuka ia segera berlari menuju ruangan Kanglim membuat Leon, Ian dan Hyoon Woo terkejut dengan kedatangan Hari.
"Eh? Siapa yang ngasi tau Hari?" tanya Leon.
Mereka berdua menggeleng lalu ikut menyusul keruangan Kanglim untuk melihat apa yang akan terjadi.
BRAK!!
Kanglim terkejut dengan suara dobrakan pintu di ruangannya, namun dirinya tak kalah terkejut saat tau siapa pelaku yang mendobrak pintunya.
"Hari?"
T B C
YOOO.. UPDATEE!.
Wah wah.. Kanglim dan Hari dh ketemu tuh :).
Btw, hari ini author Free jadi bisa Update tapi besok baru author ke RS dan gak bisa Update sama sekali :(.
So, sampai jumpa di Next Chapter!.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Is Our Story [End]
Short StoryChoi Kanglim, lelaki yang dengan berat hati harus pergi meninggalkan sang kekasih di Korea serta banyaknya kesalahpahaman diantara mereka berdua. Membuat hubungan keduanya menjadi renggang dan hampir putus. Apa yang akan dilakukan oleh Kanglim untuk...
![This Is Our Story [End]](https://img.wattpad.com/cover/290355597-64-k893208.jpg)