Selesai makan mereka kembali lagi menuju kelas untuk memulai pelajaran, namun sejak tadi Hari merasakan ada hal yang aneh.
Gaeun menyadari tingkah Hari pun segera bertanya kepadanya dan siapa tau dirinya bisa membantu Hari.
"Hari, kau kenapa? Sejak tadi ekspresi mu sangat aneh.. apa karena dia akan datang?" tanya Gaeun.
"A-ah! Bukan kok! Aku cuma bingung mau masak apa nanti hehehe" elak Hari.
"Masak? Bukannya Ibu dan Ayahmu hari ini libur ya?" ucap Gaeun.
"Ugh.."
Hari lebih memilih untuk diam saja karena yang pasti dirinya ingin bertemu dengan Kanglim dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di kelas mereka berdua segera duduk dan menunggu Dosen mereka masuk ke dalam kelas.
Sembari menunggu, Hari lebih memilih membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan dari pada membicarakan orang lain.
"Setelah ini kita ke bandara?" tanya Leon.
"Gak, minggu depan.. ya hari ini lah, entar abis pulang kuliah" balas Ian kesal.
"Oh.. terus nanti kita bawa dia kemana?" tanya Leon lagi.
"Ke hotel (?)" sahut Hyoon Woo.
Ian sudah pusing sendiri dengan pertanyaan aneh dari teman-temannya itu, dengan kesal ia pun menjawab.
"Ke jurang aja sekalian!" sahut Ian.
"Nice idea! Setidaknya gak ada pangeran es lagi di Korea hahaha" ucap Leon lalu tertawa bersama dengan Hyoon Woo.
'awas aja, aku aduin ke Kanglim nanti' batin Ian yang diam-diam tertawa jahat.
"Sssstt Dosen sudah datang!" teriak salah satu teman mereka membuat semua penghuni kelas kembali ke tempat mereka masing-masing.
Pelajaran selanjutnya pun dimulai dengan tenang dan hening hingga bel pulang pun berbunyi, sang dosen kembali memberi tugas presentasi kepada para Mahasiswanya dan terdengarlah suara keluhan yang keluar.
"Hahhh.. presen lagi" ucap Hyoon Woo lemas.
"Sudahlah! Lebih baik kita kerjakan" ucap Hari yang sebenarnya juga lelah dengan tugas presentasi.
Ian segera menarik tangan Leon dan Hyoon Woo sehingga membuat para gadis kecuali Gaeun dan Hari terkejut.
"Kalian bisa pulang sendiri kan?" tanya Ian panik.
"Kenapa? Kok kalian kayak panik gitu?" tanya Heewon polos.
"Kami mau ke ban- hhnmppp"
"Bodoh! Ahahha.. kami mau benerin Ban Mobil, takutnya lama jadi kalian pulang duluan aja ya?" ucap Leon yang menutup mulut ember Hyoon Woo.
"Aaa begitu, baiklah.. tidak apa-apa kok" ucap Sara lalu mereka berempat segera pergi meninggalkan para lelaki yang sedang berkeringat dingin itu.
"Fyyuuhh, syukurlah mereka mudah percaya" ucap Ian lega.
"Yah.. andai saja Hyoon Woo gak keceplosan tadi, pasti mereka akan memberikan kita banyak pertanyaan" ucap Leon seraya membersihkan tangannya dari virus Hyoon Woo.
"Sudah sudah.. lebih baik kita pergi sekarang daripada kena semprot si Ice Prince itu!" ucap Ian lalu segera masuk kedalam mobil yang disusul oleh Leon dan Hyoon Woo.
Mereka segera pergi meninggalkan parkiran Universitas dan pergi menuju Bandara Internasional untuk menjemput pangeran es mereka.
Sedangkan dijalan, hanya tinggal Gaeun dan Hari saja, Heewon dan Sara sudah di jemput oleh sopir mereka.
Awalnya Heewon mengajak mereka berdua untuk ikut bersama daripada jalan kaki pulang ke rumah, kan kasihan, namun ajakan tersebut di tolak oleh Hari dengan alasan rumah mereka beda blok, begitu juga dengan Sara yang langsung di tolak oleh Gaeun dengan alasan kami tidak apa-apa.
Dan disinilah mereka berdua, berjalan bersama seraya menikmati angin di siang hari menjelang sore.
"Gaeun.. apa.. aku haru bertemu dengannya?" tanya Hari ragu.
"Untuk apa kamu yang menemuinya? Harus dia yang menemui dirimu, bukannya dia yang meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas?" tanya balik Gaeun kepada Hari.
Benar apa yang dikatakan Gaeun, Kanglim lah yang meninggalkan dirinya tanpa kejelasan, sekarang Kanglim telah kembali namun ia meminta agar kepulangannya dirahasiakan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada hal berbahaya yang mengancam nyawa?.
Hari pun tertunduk dan berjalan dengan lemas, ia ingin segera sampai di rumah dan merilekskan diri di bath up dengan air hangat.
"Aku mengerti" ucap Hari.
"Dengar Hari, kalau dia masih mencintai dirimu.. maka dia yang akan datang kembali, bukan dirimu yang malah mendatanginya, aku tidak mau kamu tersakiti lagi" jelas Gaeun kepada Hari, ia sama sekali tidak mau membuat sahabatnya itu sakit hati akan perbuatan satu lelaki.
"Terima kasih Gaeun, kamu memang sahabat terbaikku" ucap Hari riang lalu memeluk Gaeun dengan cemas.
'aku yang harusnya bilang begitu, tolong kembali lah jadi Hari yang riang' batin Gaeun meringis.
Bandara Internasional.
Mobil yang dikendarai oleh Leon pun telah sampai di Bandara, mereka pun melihat sosok lelaki tinggi dengan jas hitam, kaca mata hitam serta koper silver disampingnya, membuat siapa saja yang melihatnya jadi terpesona.
Setelah mobil berhenti di samping lelaki itu, Leon pun turun dan menyapa sang Lelaki yang ternyata adalah Kanglim
"Yoo bro, how are you?" sapa Leon dengan Bahasa Inggris.
"Lama!" semprot Kanglim pedas.
'elah.. baru juga ketemu udah di semprot ae' batin Leon meringis lalu segera menyuruh Kanglim untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan dia yang menaruh koper Kanglim ke bagasi.
'jadi babu lagi diriku, hah~ babu season 2' batinnya kembali meringis.
T B C
Yosshhhh... Update lagi.
Si Kanglim dah pulang tuh ke Korea, mana baru nyampe dan nyemprot orang aje wkwk.
Sampai jumpa di Next Chapter!.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Is Our Story [End]
NouvellesChoi Kanglim, lelaki yang dengan berat hati harus pergi meninggalkan sang kekasih di Korea serta banyaknya kesalahpahaman diantara mereka berdua. Membuat hubungan keduanya menjadi renggang dan hampir putus. Apa yang akan dilakukan oleh Kanglim untuk...
![This Is Our Story [End]](https://img.wattpad.com/cover/290355597-64-k893208.jpg)