Chapter 12

1.2K 73 6
                                        

"Mmhh.. eh?"

"Kau sudah bangun hm?" tanya Kanglim dengan senyum tipis di wajahnya.

Hari tampak malu dirinya yang baru bangun tidur malah dilihat oleh banyak orang, padahal niatnya hanya ingin menemui Kanglim.

"I-itu.."

Kanglim segera mendekati Hari dan mengelus pucuk kepala gadis itu dengan lembut membuat semburat tipis di kedua pipi putihnya itu.

"Kau tidur dengan nyenyak? Apa tidur mu nyaman?" tanya Kanglim bertubi-tubi.

"I-iya.. a-aku tidur dengan nyenyak kok!" ucap Hari dengan cepat.

Yang lain pun merasa hanya menjadi obat nyamuk melihat interaksi antara Hari dan juga Kanglim, mereka segera pamit undur diri sebelum Hari akhirnya mencegah mereka dengan ekspresi yang serius diwajahnya.

"Tunggu!" cegah Hari kepada kelima orang itu.

Mereka semua menghentikan langkah mereka dan berbalik menatap Hari dengan tanda tanya di sekitar mereka.

"Ada apa Hari? Kami hanya ingin keluar dan tak mau mengganggu waktumu dengan Kanglim" ucap Gaeun.

"Waktu ku dengan Kanglim bisa ku ambil saat sudah menikah nanti! Aku hanya ingin mengatakan sesuatu"

"Mengatakan apa sayang?" tanya Kanglim.

"Jika kalian ingin membantu Kanglim, maka aku juga ikut! Aku ingin membantunya dan mengalahkan orang yang ingin merebut perusahaan C'Corp! Aku ingin agar orang itu tidak pernah kembali lagi kesini!" ucap Hari dengan tegas.

Terlihat ekspresi terkejut dari semua orang disana tak terkecuali Kanglim, ia benar-benar sangat terkejut dengan tekad dari gadisnya ini.

"Tidak Hari! Bagaimana jika orang itu malah mengincar dirimu dan menggunakanmu untuk mengancam Kanglim?" ucap Leon panik.

"Hee.. aku tidak selemah itu tau!"

"Baiklah" ucap Kanglim mutlak.

"Huh?! Apa kau gila Kanglim? Bagaimana jika Hari ja–"

"Tapi dengan satu syarat!" ucap Kanglim memotong perkataan Leon dan ia pun menatap Hari.

"Apa?"

"Kau harus selalu berada disisiku dan jangan pernah bahayakan dirimu"

"Aku tau.. aku mengerti" ucap Hari.

Sedangkan Ian dan Leon tak habis pikir dengan keputusan Kanglim, bisa-bisanya ia juga menyeret kekasihnya masuk kedalam masalah ini.

"Kalian bisa pergi, kita akan mulai bekerja dari sekarang.. mohon bantuannya" ucap Kanglim sopan dan menyuruh kelima orang itu untuk pergi meninggalkan ruangannya.

Setelah kepergian kelima orang tersebut, kini Kanglim dan Hari saling bertatapan. Kanglim pun mulai mendekati Hari dan Hari masih dalam posisi berdiri.

Kanglim mendekatkan kepalanya ke bibir Hari untuk menciumnya lagi namun sayangnya Hari yang sudah tau niat terselubung Kanglim segera menghentikannya.

"Tidak! Tidak sekarang!" ucap Hari seraya menjauhkan wajahnya.

"Harii~" rengek Kanglim yang mendapat penolakan.

Hari pun hanya mengecup pipi kiri Kanglim dengan sekilas lalu melepas pelukan Kanglim dan keluar dari ruangannya. Sebelum keluar Hari sempat berkata ia akan kembali lagi nanti sore.

Kanglim yang melihat kepergian Hari pun mendadak lesu dan tak ingin mengerjakan apapun, tapi tetap saja ia harus paksakan agar perusahaannya tidak diambil orang.

This Is Our Story [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang