Chapter 4

880 59 3
                                        

Hari Pov.

'Hari..'

'Harii..'

'Hariii!'

Aku pun membuka mataku yang sebenarnya sangat berat karena habis menangis.

Aku melihat ada seseorang yang berdiri di depanku dengan wajah yang menatapku dengan khawatir.

Siapa dia? Kenapa aku merasa sangat familiar dengannya?. Tiba-tiba saja orang itu duduk di depanku dan memegang dahiku, sontak saja aku langsung bangun terduduk saat menyadari siapa orang yang ada di depanku.

'K-kanglim?'

Ia hanya tersenyum saat aku memanggil namanya dan mengelus rambutku dengan penuh kelembutan.

Aku sangat merindukannya.. apa ini cuma mimpi? Ah tidak, pasti bukan mimpi.. hihihi, aku benar-benar sangat merindukanmu Kanglim.

'Hari, apa yang kau lakukan disini hm? Apa kau sudah lelah?' tanya Kanglim kepada ku.

Aku hanya mengangguk dan kemudian memeluk tubuh pria di depanku ini, sungguh.. aromanya membuatku ingin sekali berlama-lama memeluknya.

'Aku merindukanmu, kapan kau kembali?' ucapku sedih.

'Aku baru saja sampai dan melihatmu ketiduran dibawah pohon ini, aku melihatmu terlihat sangat lelah'

'Ya.. aku lelah menunggumu tau!' ucapku yang sedikit kesal.

Kanglim hanya terkekeh mendengar kekesalanku yang akhirnya tersampaikan juga, ia pun meminta maaf padaku dan berkata bahwa ia ingin mengajakku jalan-jalan.

Segera saja aku mengiyakan ajakannya itu dan bangkit seraya memeluk lengan Kanglim, tak ingin Kanglim pergi jauh meninggalkanku lagi!.

Kanglim yang melihat sikapku hanya bisa terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya, ya aku sih bodo amat yang penting akhirnya bisa sama Kanglim ehee :).

Pertama, Kanglim mengajakku pergi ke taman bermain dimana kami pun menaiki banyak wahana dan Kanglim hanya menuruti apa yang aku inginkan.

Pada saat tengah hari kami berhenti sejenak untuk makan siang. Kami pergi ke salah satu restoran yang ada disana dan Kanglim lah yang memesan.

Sungguh, walau baru setengah hari tapi rasanya aku sangat bahagia.. entah kenapa tapi, ada sesuatu yang menjanggal sejak tadi, tapi aku berusaha mengabaikannya.

'Hari?'

'A-ah! Iya? Ada apa Kanglim?' tanyaku saat aku kepergok sedang melamun.

'Makanlah, nanti makanannya dingin kan gak enak' ucapnya penuh perhatian.

'Mm.. suapin ya?' ucapku jahil.

'Hah~ baiklah' ucap Kanglim yang pasrah, hehe kapan lagi kan bisa disuapin sama dia?.

Aku pun menerima suapan dari Kanglim lalu setelah itu Kanglim pun memakan makanannya sendiri.

Selesai makan, kami segera kembali melanjutkan berbagai macam wahana yang ada disana hingga malam tiba.

'Kau lelah?' tanyanya.

'Iya, tapi aku sangat senang' ucapku gembira.

Tiba-tiba saja aku merasa Kanglim berhenti berjalan dan tidak lagi berada disampingku, aku pun menoleh ke belakang dan melihatnya tertunduk dengan ekspresi yang tidak bisa aku baca.

'Kanglim?'

Ia tidak merespon panggilanku, lalu aku pun mendekatinya secara perlahan seraya melihat ekspresinya walau sebenarnya masih tidak bisa terlihat.

'Kanglim.. ada ap-'

'Pergilah!'

Deg!

'A-apa? Kanglim! Apa maksudmu?' tanyaku yang tiba-tiba saja otakku ngeblank.

'Aku bilang pergi!!'

'Tapi kenapa?! Bukankah kita ini sepasang kekasih?'

'Kekasih? Hahahahaha.. kau itu hanya pelampiasanku! Aku sudah memiliki kekasih dan aku akan segera menikah dengannya, dia jauh lebih cantik dan sexy daripada gadis sepertimu!'

Aku pun terkejut dengan ucapannya itu, aku pun segera menyangkalnya dengan memberikan bukti-bukti foto di Handphoneku.

'Lihat ini! Kita sudah berteman sejak SMA, kau selalu menggangguku.. kau selalu ingin membuatku kesal dan selalu ingin mencari perhatianku karena kau mencintaiku!!'

Aku pun kembali menggeser beberapa foto dimana saat Kanglim melamar diriku agar menjadi kekasihnya.

'Kau lihat! Ini foto dimana kau melamarku agar menjadi kekasihmu ditaman ini! Apa kau sama sekali tidak ingat? Jangan bohong! Aku yakin kau mencintaiku!' teriakku histeris.

Ekspresinya masih sama.. sangat datar dan tidak ada respon, kenapa? Apa yang terjadi Kanglim? Kenapa kau seperti ini?.

Ia pun berjalan mendekatiku dengan pelan lalu tangannya berada di atas kepalaku, awalnya dia mengelusnya lalu tiba-tiba saja dia menjambak rambutku.

'Aakhhh!!'

'Dengar! Sudah aku katakan bahwa kau hanyalah pelampiasanku, selama ini aku mendekatimu hanya untuk balas dendam kepada temanmu itu.. siapa? Ah! Gaeun!'

A-apa? Dia mau balas dendam dengan Gaeun? Tapi kenapa? Oh tuhan.. aku sama sekali tidak bisa mengeluarkan kata-kataku karena jambakannya sangat kuat.

'Dia lah yang sudah merebut Ayahku, dia yang membunuh Ayahku hingga membuat Ibu depresi dulu.. maka dari itu.. aku ingin balas dendam, tapi sepertinya itu tidak perlu lagi, karena aku bisa melampiaskan segalanya kepadamu!'

'K-kenapa?' ucapku parau.

'Karena.. aku membencimu!' ucap Kanglim lalu segera menghempas tubuhku ke tanah dengan sangat keras.

Aku hanya bisa meringis menahan sakit ditubuh dan kepalaku, Kanglim pun segera berjalan menjauhiku.

Aku berteriak dengan kencang memanggil namanya, namun dia sama sekali tidak meresponku, apa salahku? Kenapa dia sangat membenciku? Hiks.. apa salah jika aku berhubungan dengan Kanglim? Siapa gadis yang Kanglim katakan?.

Aku benar-benar sangat lelah, sudah cukup aku mengharapkannya kembali.. aku lelah.. aku sudah tidak kuat.. aku menyerah!.

T B C

Permisi..

Saya kembali hehe :)

Maafkan Author yang Upnya lama sekali :(, karena sejak bulan itu sudah PTM jadi sibuk banget.

Ehh sekarang malah Daring lagi, tapi it's oke aku jadi bisa Up beberapa cerita yang selama ini tertahan hehe :).

Maaf ya kalau cerita kali ini garinggggggg bangettt :(.

Bye byee, See You.

This Is Our Story [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang