Setelah kejadian itu pun Kanglim berusaha keras untuk bekerja dan memenuhi syarat dari orang ingin mengambil perusahaannya.
Walau begitu ia tetap melaksanakan kegiatan perkuliahan walau secara online.
Sang Ibu merasa sangat kasihan dengan putranya, putranya menanggung semuanya sendiri bahkan harus rela mengorbankan cintanya.
“Kanglim” panggil sang Ibu halus.
Kanglim sendiri tertidur di meja kerjanya, sang Ibu benar-benar ingin menangis sekarang, ia tidak tega melihat putranya bekerja sendirian.
“Kanglim.. hei, leher dan punggungmu bisa sakit, tidurlah di kamar” ucap sang Ibu berusaha membangunkan Kanglim.
“Nnghhhh...”
“Bangun nak, tidur dikamar ya” ucapnya pelan seraya menuntun putranya untuk bangun dan membawanya ke kamar.
Sesampainya di kamar Kanglim, sang Ibu segera merebahkan tubuh putranya di atas ranjang dan menyelimuti tubuh putranya itu.
Merasa Kanglim sudah kembali tertidur, sang Ibu pun kembali menuju ruang kerja putranya untuk membereskan beberapa dokumen yang berantakan dan jika bisa ia akan membantu sedikit pekerjaan putranya.
Korea Selatan pukul 09.00.
“Gaeun, apa aku harus menghubunginya?” tanya Hari yang sejak tadi melihat layar ponselnya.
“Hubungi saja dia Hari, dia pasti merindukanmu” kata Gaeun memberi saran.
“Tapi. yang. aku..”
“Aish.. kenapa harus ada ‘Tapi’? Telpon saja!” ucap Sara yang sejak tadi sudah gregetan.
“Mmhhh..”
Saat Hari akan menekan tombol hijau dilayarnya, tiba-tiba saja Ian menghentikannya.
“Jangan!!”
“Eh? Kenapa Ian?” tanya Gaeun.
“Pokoknya jangan! Jangan sekarang menghubunginya, percayalah padaku.. jika semua sudah beres aku akan menyuruh Kanglim untuk menelponmu balik” kata Ian yang kekeh.
“Apa maksudmu? Ini hubunganku, jangan menggangguku!” pekik Hari kesal.
“Kau mau menelponnya? Silahkan, tapi setelah itu jangan menyesal dengan apa yang terjadi” ucap Ian datar kepada Hari.
“I-ian..”. Gaeun sendiri sudah takut dengan sikap Ian yang tiba-tiba saja menjadi datar begini.
“Terserah!!” ucap Hari kesal lalu beranjak pergi menuju kelasnya.
“HARI TUNGGU KAMI!!” teriak Sara yang disusul oleh Heewon di belakang.
“Ian, apa maksudmu melarangnya?” tanya Gaeun hati-hati.
“...”
“Ian!”
“Kanglim dalam masalah, mungkin aku juga akan pergi ketempatnya untuk membantunya” sahut Leon yang padahal Gaeun sedang bertanya pada Ian.
“Masalah? Masalah apa? Apa yang kalian sembunyikan!” sentak Gaeun.
“Ini bukan saatnya kau tau Gaeun, sekarang kita ke kelas ya?” ucap Ian halus memberikan pengertian.
Namun Gaeun menyentak tangan Ian dengan keras dan segera membalikkan badannya dan beranjak pergi darisana.
“Gaeun!” panggil Ian.
“Sudahlah, kita bisa memberitahu mereka nanti.. lusa kita harus ke tempat Kanglim” ujar Leon yang memberikan dukungan kepada Ian.
“Mm.. terima kasih Leon, lebih baik kita segera ke kelas sebelum Dosen masuk ruangan”
Mereka pun segera berjalan menuju ke kelas dan mengikuti pelajaran yang di berikan oleh Dosen mereka.
‘kenapa Ian dan Leon melarangku menghubungi Kanglim? Apa yang terjadi pada Kanglim? Apa Kanglim terlibat kecelakaan? Tidak-tidak, tapi..’
“HARII!!”
“Ah?! I-iya, ada apa?” tanya Hari gelagapan.
“Apa yang kau pikirkan nak? Perhatikan kedepan atau kau saya keluarkan dari kelas!!” ucap sang Dosen.
“M-maaf pak” sahutnya seraya menundukkan kepala bersalah.
Sang Dosen kembali mengajar dan memberikan materi kepada para mahasiswanya.
Gaeun, Sara dan Heewon yang melihat Hari habis dimarahi oleh Dosen merasa sangat kasihan, mereka tahu apa yang Hari pikirkan.
‘maafkan aku Hari, aku juga tidak tahu kenapa Ian melarangmu menelponnya’ batin Gaeun sedih karena tidak bisa membantu Hari.
‘sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa hubungan Hari dan Kanglim jadi sangat rumit?’ batin Sara yang bingung.
‘maaf Hari, aku tidak bisa membantumu.. kau jadi kena marah oleh Dosen’ batin Heewon sendu.
Pembelajaran pun dilewati dengan lancar, Hari segera melangkahkan kakinya pulang ke rumah.
Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya, ia hanya perlu naik bis sebentar lalu berjalan kaki sekitar 100 meter.
“Aku pulang” ucap Hari lesu.
“Selamat datang.. ka..kak? Ada apa kak?” sapa Doori seraya bingung dengan sikap kakaknya yang lemas.
“Mhhh.. Doori, jangan ganggu aku dulu ya, aku ingin istirahat sebentar” ucap Hari lalu berjalan naik ke kamarnya.
“E-eh? O-oke kak” sahutnya lalu kembali menutup pintu rumah.
Baru saja Doori ingin mengambil Hp, tiba-tiba pintu rumah sudah ada yang mengetuknya lagi.
“Ish, siapa sih!” gerutu Doori.
Ceklek.
“Hari!”
“Eh? Kak Gaeun? Ada apa?”
“Doori, dimana kakakmu?”
“Kak Hari katanya sedang istirahat, dia kelihatan lelah”
“Owh.. baiklah kalau begitu, sampaikan salamku padanya ya” ucap Gaeun lalu pergi dari sana.
Doori pun mengangguk dan kembali menuju sofa untuk bermain salah satu game di Handphonennya.
Kamar Hari.
“Telpon? Tidak? Telpon? Tidak? Aarrghhhh aku bingung” ucap Hari yang bingung harus memilih apa.
“Hah.. aku harus mengumpulkan niat dulu baru menelponnya dan sepertinya perkataan Ian ada benarnya untuk tidak menghubungi dia sekarang” ucap Hari seraya berpikir tentang larangan Ian menelpon Kanglim sementara.
“Namun sebenarnya aku sangat merindukanmu Kanglim, kenapa kau meninggalkanku? Alasan bahwa kau hanya kuliah.. aku tidak percaya” gumam Hari sendu menatap foto Kanglim yang ia ambil 2 tahun yang lalu.
“Aku.. hiks.. aku merindukanmu Kanglim hiks.. hiks..”
Hari pun menangis sambil memeluk foto Kanglim dan tak berapa lama ia pun terlelap tidur dengan dirinya yang memeluk foto Kanglim.
“Kanglim..” rancau Hari dalam tidurnya.
“Hari..”
Wah.. sepertinya sang pangeran juga merancau dalam tidurnya dengan menyebut nama sang kekasihnya, romantis sekali.
Kanglim tanpa sadar menyebut nama Hari dalam tidurnya seraya tersenyum namun mengeluarkan beberapa bulir air mata di matanya.
Entah itu mimpi indah atau mimpi buruk yang sedang ia alami dalam tidurnya.
TBC
Jangan lupa Vote dan Komennya ya♡.
Sorry pendek soalnya author mau UAS besok :(.
See You Next Chapter guyss!.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Is Our Story [End]
ContoChoi Kanglim, lelaki yang dengan berat hati harus pergi meninggalkan sang kekasih di Korea serta banyaknya kesalahpahaman diantara mereka berdua. Membuat hubungan keduanya menjadi renggang dan hampir putus. Apa yang akan dilakukan oleh Kanglim untuk...
![This Is Our Story [End]](https://img.wattpad.com/cover/290355597-64-k893208.jpg)