di buang sayang

1.5K 39 0
                                        

"permisi pak" ujar sang sekretaris pengganti, ayuna.

Ayuna baru menjadi sekretaris pengganti agam selama seminggu yang lalu.
Kenapa pengganti?

Karna sekertaris Agam yang sebenarnya sedang keluar kota untuk urusan keluarga.

Sekertaris Agam yang asli bernama Angga.
Angga telah bekerja bersama agam sejak Meri di pecat.

Tau kan ini ulah siapa?
Tentu saja sang nyonya Kila.

Kila menyuruh Agam mencari sekretaris harus laki-laki ga bole perempuan.
Takut terulang kejadian seperti Meri katanya.

"Katakan" ucap agam

"Ada yang menunggu bapak di ruang depan pak" jelas nya

"Siapa?"

"Saya kurang tau pak"

"Heum, keluar lah"

Kemudian sang sekretaris pengganti keluar dan tidak lama Agam pun ikut keluar untuk melihat siapa yang ingin bertemu dengannya.

"Meri"

"Hay Agam" sapa Meri yang langsung bergelayut di lengan Agam.

"Bisa lepaskan tangan menjijikkan kamu dari lengan saya" pinta Agam geram

Pasalnya ini janda gatal datang-datang langsung bergelayut macam monyet di lengan nya.

Ingat ya, kabar yang beredar kemarin bahwa meri sudah rujuk dengan suaminya itu tidak benar.
Faktanya Meri sekarang sudah menduduki tahta seorang jatal alias janda gatal.

"Kok kamu gitu?" Tanya Meri pura-pura merajuk.
Agam mah bodo amat.

"Tujuan kamu kesini mau apa?" tanya Agam.
Malas dia berurusan dengan Medusa ini lagi.

"Cuma kangen aja sih" ucap meri tanpa tau malu

"Heh bangga kangen sama suami orang?" Tanya Agam merendahkan.

"Kira-kira kamu kapan punya waktu, biar bisa ngedate?"

"Waktu saya terlalu berharga buat saya habiskan bersama kamu" ucap Agam.
"Bisa kamu pergi dari kantor saya"

"Jawab dulu punya waktunya kapan"

"Ga ada"
"Bisa kamu pergi" suruh Agam lagi

"Besok aku datang lagi, dadah sayang"  setelah mengucapkan kalimat yang menjijikkan itu Meri langsung pergi, ga lupa sebelum pergi dia memegang pipi Agam yang langsung di tepis kasar oleh sang pemilik.

Menjijikkan.

.*.*.*.

"Utututu kesayangannya nya mommy" ujar Kila senang akan tinggkah anaknya yang mengemaskan.

Alief sekarang sedang dalam masa aktif-aktif nya.
Anaknya itu sekarang sudah bisa berceloteh, berteriak, dan sebagainya.
Walaupun belum bisa berjalan.

"MOMMY" tau itu teriakan siapa?
Tentu saja sang princes, Syifa

"Ihs kakak jangan kebiasaan teriak-teriak deh" tegur Kila

"Hehe abis nya Syifa panggil-panggil mommy ga nyaut-nyaut" keluh nya

"Emang kenapa sih kak?"

"Abang mana mom" tanya Syifa.
Sebenarnya yang dia cari itu adalah Ifan.

Kenapa sih jika ada apa-apa itu kita manggilnya sang mama?
Kenapa ga ayah atau kakak aja gitu.
Heran kan!?.

"Di kamar nya nak, kenapa ga kakak cari di sana? Lagian tadi Abang sama kamu kan?"

"Tadi iya, tapi sekarang udah ga ada, tadi udah Syifa cari" ujar nya

"Yaudah jagain adek, kalo sampe mommy cari terus ketemu abangnya, awas kamu"  ancam Kila.

Ada apa sebenarnya dengan keluarga ini?
Kenapa harus ngerepotin Kila selalu.
Mommy ini, mommy itu, mommy Bla Bla, selalu aja begitu.

Mandiri dikit gitu loh!.
Ya walaupun Kila ga keberatan dengen semua itu, tapi ya ayolah Kila juga manusia yang punya rasa lelahnya.

"Abang?"

"BANG"

"Abang dimana bang" teriak Kila untuk yang kesekian kalinya

Aneh kok Ifan ga ada?
Padahal biasanya selalu nangkring di kamar, ini udah di cari sampe ke kamar mandi kok ga ada.

Namun tiba-tiba ada yang menarik ujung bajunya.
"Mom"

"Astaghfirullah"

"Ya Allah Abang, ngagetin aja" ujar kila seraya mengelus dadanya kaget.

"Kenapa?"

"Abang dari mana aja?"

"Dari taman"

"Di belakang?"

"Bukan"

"Kok tumben keluar rumah" tanya Kila curiga.
Karena Ken Ifan anti keluar rumah jika tidak ada keperluan.
Main pun kadang-kadang di kamar, lah kok tiba-tiba keluar, ketaman lagi.

"Abang kesel denger Syifa ngoceh Mulu" jelasnya seraya masuk ke kamar

Lahh


Duda kaya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang