BAB 7

8 3 0
                                    

"LO TUH GATAU RASANYA ORANG YANG LO CINTA DI REBUT!!!"

***

Minggu hari, Nara hanya menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dia hanya berdiam diri di rumah, nonton, makan, tidur dll, dia tidak hangout ke luar karena memang, sehabat sehabat nya pun sedang tidak bisa.

Tetapi berbeda dengan Raven. Dia sedang jalan jalan bersama meisya sekarang. Seakan kemarin tidak terjadi apa apa. Mungkin kalau Nara melihatnya, ia akan sangat sakit hati. Untung saja Nara berdiam diri di rumah.

"Sayangggg, ayoo kita ke waktuzone aja gimana????? " Ajak meisya kepada lelaki berkaos hitam itu. Raven hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu membawa meisya ke sana, mereka bermain cukup lama.

Lalu Raven mengajak meisya untuk makan dahulu nanti bermain lagi, "Sayang ayo dong makan duluuu, nanti kita main lagi janji" Minta Ravenaven sedikit memohon.

Meisya cemberut lalu memeluk pinggang raven. "Yaudah janji loh yaa:(" Raven tersenyum dan mengelus kepala meisya "iyaaaa, nanti kita kain lagi"

Mereka sedang memilih milih restoran, saat meisya hendak masuk ke restoran seafood, Raven langsung menarik "kamu kan al-" Raven tau ia sangat bodoh sekarang.

"Ha kenapa babe? Kamu lagi gamau seafood? " Tanya meisya, karna memang sebenarnya mereka menyukai seafood walaupun tidak menjadi makanan favorit. "Ha?? Ah engga kok ayo masuk" Raven menarik tangan meisya untuk masuk ke dalam. Pikirannya sedikit ngeblank takut meisya berfikir aneh aneh.

"Kamu mau apa? " Meisya bertanya namun Raven hanya bengong dan tediam, "Venn kamu kenapa sih?" Perempuan itu sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Ah? Hah? Apa? Engga kok aku gapapa? Kenapa?" Raven panik malah bertanya kembali ke meisya. "Ini kamu mau apaaaaaaa?" Meisya cemberut, dia kesal sama Raven, yang sibuk dengan lamunannya.

Raven mengelus kepala meisya "maaf yaa, kaya biasa aja kan kamu tau" Lalu tersenyum.

Meisya kembali tersenyum lalu memanggil pelayan, mereka memesan makanan. Dan memakannya.

And sesuai janji Raven kembali mengajak meisya bermain di waktuzone, mereka menghabiskan waktu cukup lama.

***


Setelah mengantar meisya pulang, Raven tidak langsung pulang, tetapi ia ketongrongan tempat ia dan sehabat sahabatnya kumpul. Mereka memang sudah janjian, dan Raven juga sudah bilang kalau dia akan pergi bersama meisya terlebih dahulu.

"Anjengggg kembaran gue dateng nihhh" Sibacot berkaos pink itu memekik, membuat temannya yang lain ikut terkejut.

"Eyyy lama banget lo ven, biasaan lo ah" Kevan ikut memekik seperti shaka tadi.
"Lo kita Raven ngesot, sabar nyet" Balas darren.

"ROKOK MULU LO BUANG GA?!" Kevan memarahi shaka yang sendari tadi tidak berhenti menghisap rokok. Shaka memasang muka ngeselinnya dan berkata "biarin ah santaiii... Mati tinggal kubur"

Kevan yang kesal pun akhirnya menarik rokok itu dari tangan shaka, tak perduli rokok itu akan membakar tangannya sekalipun. Mereka semua, memang merokok tapi cara merokok shaka sudah tak wajar.

NARAVENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang