D.O 4

998 135 22
                                    

Pelukan itu semakin erat, bahkan Ryujin masih mendengar detak jantung yang semakin lama semakin meningkat. Tubuh pria yg merengkug nya kini gemetar hebat, terdengar lirihan sendu dari Sunoo.

Ryujin tak tau hal ini dapat berhasil atau tidak, kedua tangan Ryujin mulai membalas rengkuhan itu. Melakukan gerakan naik-turun di punggung Sunoo, mencoba menenangkan Sunoo.

Masih dengan mata yang terpejan sebab Sunoo belum menyuruhnya membuka mata.

"Hei tenang, gue di sini No. Udah, tenang ya" Kalimat dengan penuh kelembutan itu berhasil, Sunoo yang awalnya tersengal kini napasnya berangsur keluar dengan baik.

Tapi Ryujin malah merasakan tubuh Sunoo kini memberat, tak lama keduanya jatuh duduk. Ryujin kini berada di pangkuan Sunoo, sedang pria itu dengan lemah menjatuhkan tubuhnya sehingga di topang tubuh yang lebih mungil.

Satu tangan Sunoo terangkat mengelus kepala belakang Ryujin. "Lo bisa buka mata sekarang"

Ryujin menurut, kini jantungnya yang berdegup karena perlakuan Sunoo. Pria itu menarik kembali tubuhnya, menatap Ryujin dengan intens.

Ryujin menahan napas ketika hembusan mint menyapa kulit wajahnya, entah apa yang dipikirkan Sunoo kini—pria itu mulai mendekati wajah Ryujin.

"Makasih" Satu kalimat sebelum pria itu pingsan dan kembali ke pelukan Ryujin.

***


"Heh! Kamu kemana aja?!" Tanya Yoa pada sosok tampan dengan tuxedo rapinya. Dia kesal di tinggal lama, kerjanya luntang-lantung ga punya tempat. Hantu juga butuh refresing, kalau ada Jaehyun pasti Yoa diajak ke tempat yang seru, tapi belakangan hari ini dia kerjaan nya menetap dirumah ga tau siapa.

"Terus kamu ngapain disini" Tanya Jaehyun balik, kebiasaan bukannya dijawab.

"Aku ga tau mau kemana waktu itu" Melas Yoa, dia ingat habis bantu mbak Kun keramas dianya ga punya arah. "Aku ikutin anak ganteng diem-diem, terus sampai disini malah ketemu bocah lucu. Gemes banget"

"Mending kamu disini aja deh, daripada ikutin aku kemana-mana"

"Jaehyun kok gitu sih, aku maunya ikut kamu. Kenapa ga kamu aja yang diem disini sama aku, mau ya, ya ya ya"

Kalau sudah begini Jaehyun bisa apa. "Ok kita disini, tapi aku bakal sering keluar. Kamu tau kan ada banyak hal yang harus aku kerjain"

Yoa mengangguk lucu, sedetik kemudian hantu perawan itu berjalan kebelakang Jaehyun. Memijit pundak kokoh itu. "Capek ya jadi malaikat pencabut nyawa, kalau aja aku bisa bantu"

"Bisa kok" Sambar Jaehyun cepat. "Tapi kamu harus melewati beberapa proses supaya bisa jadi malaikat"

"Wah beneran, besok kasih tau aku ya gimana prosesnya"

"Kenapa ga sekarang aja?"

"Suka-suka aku lah" Sewot Yoa.

Jaehyun terkekeh. "Yaudah aku pergi lagi ya, aku masih harus kerja"

"Cepet banget singgah nya udah mau pergi aja"

"Suka-suka aku lah" Ledek Jaehyun, wajah Yoa langsung datar.

"Yaudah, Papa pergi ya Ma" Jaehyun membuka pintu rumah yang entah siapa yang punya rumah, seakan-akan dirinya akan pergi bekerja dan berpamitan dengan istrinya.

DreadOut ; SunSun√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang