D.O End

619 63 16
                                    

”Yoa..”

”Yoa.. bangun sayang.”

Gelapnya berganti terang saat gadis itu memutuskan untuk membuka matanya, baru menyadari dimana dia berada. Yoa menunduk memastikan apa yang dia kenakan saat ini, bukan gaun pengantin atau hanya sekedar kain putih tapi kini dia memakai setelan dress berwarna merah muda. Mengingat ini pakaian terbaiknya untuk saat ini, menarik kesadaran nya pada tempat yang kakinya pijak kini.

Ribuan bunga di atas hamparan hijau yang asri, dengan beberapa orang yang seperti dirinya. Terlihat bangun dari tidurnya kemudian menemukan orang yang di kenal untuk di ajak bergandengan melewati portal, entah akan kemana mereka setelah melewati lingkaran cahaya itu.

”Yoa... sayang...”

Gadis itu terperangah, pendengarannya menangkap suara yang ia rindukan. ”Mama?”

”Nak..”

”Papa.”

Dua orang itu tersenyum penuh, dua tangan Nita terbuka lebar mengisyaratkan yoa untuk segera datang. Kakinya mulai bergerak meski kesusahan, rasanya seperti dia memiliki tulang bayi yang lemah. Di awal langkah yang melelahkan hingga ujung jemari keduanya bersentuhan, tangisnya pecah saat berhasil menggapai keduanya hingga dapat Yoa peluk.

”Yoa udah nantiin ini lama banget, akhirnya bisa ketemu Mama Papa lagi.” Pelukannya merenggang, Nita turut mengusap lembut pipi anaknya sekaligus menyeka air matanya.

Jun mengusap pucuk kepala Yoa dengan sayang. ”Kamu berhasil nak, semuanya terbuka- jalan menuju cahaya telah terbuka. Kita bisa pergi bersama.”

Senyuman Yoa perlahan luntur, kepalanya berputar menoleh ke belakang. Hanya ada hamparan hijau dan langit senja, apakah dia harus pergi saat ini. Kembali membawa wajahnya menatap ragu Nita dan Jun, tampak keduanya paham akan keraguan Yoa.

”Boleh sayang, kamu boleh berpamitan pada mereka. Kami akan menunggu,” ucap Nita pada akhirnya.

Yoa menggeleng. ”Tidak, Papa Mama harus pergi duluan. Jangan nunggu aku.”

Jun mengangguk. ”Kami akan menunggu mu di tempat yang lebih baik, Nak.”

Ketiganya kembali berpelukan, Yoa harus berpamitan pada semua orang. Dia juga sudah berjanji untuk menemui Sunoo sebelum kepergiannya.

***

Tepat pukul 05:59 dini hari di temukannya mayat seorang gadis dengan pakaian pengantin yang masih melekat di tubuhnya terkubur dalam dinding sebuah rumah, Ryujin langsung memanggil polisi. Kasus yang sempat di tutup itu akhirnya dibuka kembali, detektif yang mengambil kasus ini segera mengintrogasi Ryujin beserta Jhonny.

Para tetangga berkumpul, Sunoo dan Jungwon berada di luar rumah memandangi kerumunan para polisi maupun detektif. Pihak forensik juga datang, kabarnya mayat Yoa akan dianalisa karena cukup mengejutkan melihat tubuhnya masih utuh. Apabila pemeriksaan tidak memungkinkan dari pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan, begitu mayatnya di bawa keluar Sunoo dan Jungwon bergandengan tangan menghampiri berniat untuk melihat dari dekat.

Sunoo menarik napasnya dalam, membuka kain penutup itu perlahan. Sunoo sudah memprediksi tangisnya, namun rasa rindu akan wajah ibunya yang lain itu tak terbendung.

Memandangi wajah cantik yang kini pucat, menelisik garis urat yang mencuat keluar. Sudah berapa lama Yoa terkubur disana, Yoa yang malang.

Ujung bajunya di tarik, mendapati Jungwon sudah mengangkat kedua tangannya minta di gendong. Si kecil itu juga ingin melihat wajah Bundadari yang selama ini menemaninya untuk terakhir kali, Sunoo menemukan raut menyendu itu.

DreadOut ; SunSun√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang