Sedikit usil mungkin membuat jiwaku bangkit dari keterpurukan.
_Delaksara Wijaya.
Langkah demi langkah Aksara dan Leon lewati, sedikit demi sedikit mereka mulai mengikis jarak dengan tukang bakso. Seperti halnya rambut yang di gerai dan tampaklah ubun ubun. Langkah Aksara yang mengarah ke penjual bakso pun terbuka lebar meski tadi antriannya mengalahkan penduduk bikinibotom yang mengantri Krabby patty. Mereka telah sampai di depan gerobak, namun ada satu gadis yang malah tak mau minggir, mugkin ia pun tak tau jika di belakang nya tengah ada Aksara.
"Pak, jangan lupa di anter di meja yang tadi saya bilang." pesan Aneth kepada penjual yang ia pesani makanan.
"Iya neng." balas pria tua yang ia panggil pak barusan. Aneth mengangguk lalu berbalik ingin menyusul Diara, namun pria yang di belakangnya diam diam mulai tersenyum smirk. Derap langkah laki laki itu terus mendekat dan mengikis jarak hingga tak terasa selangkah lagi ia sudah menabrak gadis di depannya. bisik bisik dari belakang pun mulai merasuk halus di pendengarannya tapi tetap ia abaikan. diam sebentar, dan.... Duk.
"Shhh.... Aww." ringisnya menunduk sembari memeganggi jidadnya yang barusan terbentur badan seseorang.
''Tunggu. Barusan gua nabrak apaan?" pikir Aneth menerka nerka orang yang ia tabrak. Ia kembali mendongak dengan alasan ingin meminta maaf kepada orang yang barusan ia tabrak.
"Sor__" perkataan itu terhenti ketika hidung mancung milik Aneth bersentuhan dengan milik laki laki di depannya, laki laki yang satu menit lalu ia tabrak, laki laki yang menurutnya salah satu spesies yang rugi untuk di lahirkan dan harus segera terpunahkan. Aneth diam, ia tak mampu bahkan tak bisa berkutik, ia tak bisa bergerak seolah badannya terkunci, deru nafas laki laki di depannya pun samar samar ia rasakan. Ahh... ada apa ini.
"Hehh mereka kiss?"
"Ayang Aksa aku nggak rela."
"Apaan tuh?"
"Anjirr Aneth anak climb itu kan?"
"Aduhhh mereka sweet banget sihh... Aaaaa jadi pengen."
"Sayang kamu kapan gituin aku?"
"Dasar Aneth main sosor Aksara gua aja."
"Gokil anjir."
"Wehhh... gua kecewa."
"Jomblo diam."
"Hati gua kok iku deh degan."
"Woi gua belum cukup umur."
"Sial!"
"Apaan sih tu anak."
Kira kira seperti itulah bisik bisik para juliders yang melihat kejadian antara Aksara dan Aneth. Sadar dirinya mulai di perhatikan orang, Aneth dengan cepat segera mendorong tubuh Aksara sehingga pria itu mundur beberapa langkah lalu menatapnya horor, kalau mungkin tak ada orang banyak di sekeliling nya, sudah di pastikan Aneth akan menonjok wajah tampan laki laki itu. Aksara? Jangan tanya, laki laki itu sekarang tengah diam diam tersenyum tipis tanpa ada seorang pun yang sadar, ia senang karena berhasil membuat gadis di depannya malu. Leon? Mungkin sekarang ia tengah mengantisipasi agar liurnya tak tumpah karena terus mengangga. Leon yang notabene nya teman Aksara dari lama pun sempat terperanggah. Pasalnya selama ini Aksara hanya akan diam dan memasang muka triplek andalannya saat melintasi bahkan bertemu wanita sejak kejadian yang menimpanya dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA (On Going)
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
