Extra : That Tree [End]

238 34 1
                                        




















-[Mermaid]-















.








Soora tersenyum pada beberapa tamu spesial yang datang, ia juga akan sesekali menerangkan tentang lukisan miliknya jika mereka bertanya.


Setelah resign dari perusahaan Daehyun 2 tahun lalu, Soora memilih menjadi pelukis. Ia tidak ingin karya-karyanya terikat oleh perusahaan, maka dari itu Soora memilih untuk menyimpan lukisannya sendiri.


Dan sekarang Soora sukses membuka Galery sendiri, itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Dan sekarang ia baru saja membuka Galery-nya untuk dikunjungi, banyak sekali orang-orang yang minat dengan lukisannya.


Hingga sebuah kecupan membuat Soora yang tengah membanggakan dirinya terkejut, Soora menoleh mendapati senyum menawan dari tunangannya.

"Kenapa dengan ekspresimu, Sayang?"


Soora mendengus kemudian mencubit pinggang tunangannya, "Ini tempat umum Jimin!"

Jimin terkekeh saat melihat Soora yang masih malu-malu, padahal seluruh dunia pun tahu jika mereka adalah pasangan yang akan menikah.


Minggu depan mereka akan melangsungkan pernikahannya, maka dari itu Soora membuka kunjungan pada Galery-nya hari ini karena setelah hari ini ia akan sibuk.


"Miss."

Keduanya menoleh saat seseorang memanggil Soora, Soora pun menghampiri seorang pria paruh baya yang terlihat bukan penduduk Korea.


"I want to buy this painting, I can pay a lot for it." ucap pria itu sambil menunjuk sebuah lukisan yang ada di dinding.


Soora tersenyum, "I'm Sorry Sir, I can't sell it even if you pay more."

"Why?"


"Because the painting means to my life, if you really want to buy my painting you can choose other. I'm very sorry Sir"


Jimin tidak bisa untuk tidak tersenyum saat Soora mengatakan bahwa lukisan itu berarti baginya, masih Jimin ingat jika hari itu hari dimana ia akan kehilangan hidupnya. Lukisan seorang mermaid yang duduk di batu karang, dan orang yang ada di dalam lukisan itu adalah dirinya.


"I get it, and I think your offer is fine too."

Setelahnya pria itu pergi, memilih lukisan yang ia minati. Jimin merangkul bahu Soora, "Gomawo, Sayang." bisiknya.


Soora hanya tersenyum, "sebenarnya itu bukan yang asli." ucap Soora.

"Maksudmu?"


"Aku melukis ulang lukisan dirimu itu, tidak mungkinkan aku meletakkannya di sini. Wajahmu sangat muda dikenali, maka dari itu aku melukisnya lagi dengan wajah orang." jelas Soora.


Jimin hanya menganggukkan kepalanya, makanya kok sejak tadi ia perhatikan seperti bukan wajahnya. Memang benar ucapan Soora jika wajahnya muda dikenali, tepat di ujung kanannya itu adalah tempat dimana 3 lukisan wajah Jimin yang Soora buat saat pertama menjadi pelukis.


Dan sekarang lukisan itu membuat beberapa gadis sekolah ribut ingin membelinya.



Jimin mengacak rambut Soora, "Kau memang yang terbaik."
















.
















Akhirnya hari yang Jimin dan Soora nantikan telah tiba, kini Jimin dengan balutan Tuxedo putih dengan gagah berdiri di Altar. Menatap Soora dengan gaun pengantin yang berjalan ke arahnya didampingi dengan Tuan Park, ayah Jimin.



Jimin menerima uluran tangan ayahnya yang menggandeng Soora, "Jaga wanitamu dengan baik, jangan sampai melakukan kesalahan. Cukup Appa saja yang melakukannya." ucap Tuan Park.


"Aku akan berusaha." ucap Jimin.


Hubungan Jimin dan ayahnya sudah baik, kini ia tahu kenapa orangtuanya berpisah. Dan ia juga mulai memaafkan sang Ayah.


Jimin membawa Soora naik ke Altar, dan janji suci pun dimulai. Mereka mengucapkan janji pernikahan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan cincin. Setelah itu mereka berciuman.


"Saranghae Park Soora."













.









Jimin berhenti, menarik nafas dalam-dalam. Sedikit terkejut saat mendapati Soora yang bisa berlari sangat kencang.


"Jimin!! Ayo! Kenapa berhenti?!! Dasar lemah!!!"


Oke, Jimin tidak bisa mentoleransi ucapan Soora, "Kemari kau!! Park Soora!!"

Mereka berlarian di tepi pantai, setelah resepsi pernikahan mereka dua hari yang lalu, mereka memutuskan untuk bulan madu. Dan coba tebak kemana mereka bulan madu?


Bukan, mereka bukan ke Paris. Bukan juga ke Hawaii, juga bukan ke Maldives. Apalagi ke Bali, bukan. Tapi ke Pulau Jeju, mereka ingin mengenang kenangan yang pernah terjadi di Pulau itu.


"Kena kau!"

Akhirnya Jimin bisa menangkap Soora, Soora hanya terkekeh mendengar ucapan Jimin. "Kau saja yang tidak bisa lari." ledek Soora.


Jimin mendengus, "Kau tahu jika hampir setengah hidupku, aku berenang di laut." kesal Jimin.

Soora tertawa kecil, "Arra-arra, Mianhae."


Mereka pun mengabiskan waktu dengan saling berpelukan, saling merasakan kenyamanan mereka. Hingga Jimin terkejut saat melihat Soora yang melepas pelukan mereka. Kemudian berlari, Jimin pun mengikutinya.


"Jimin ada pohon Apel." pekik Soora senang.


Membuat Jimin mematung saat melihat kembali pohon itu, ia membulatkan matanya kenapa pohon itu ada di sini?

Soora mengelilingi pohon itu, "Aku heran kenapa pohon Apel ada di sini?" tanya Soora.

Saat hendak memetik buahnya, Soora terkejut saat tangannya tiba-tiba ditarik Jimin, "Ayo kita pergi."

"Ta-tapi Jim-"


"Pergi dari sini atau kita batalkan bulan madunya."


Soora pun menurut, sepertinya Jimin lelah setelah berlarian dengannya tadi. Jimin sendiri kembali menoleh ke arah pohon itu, dan menemukan kakek-kakek yang pernah ia temui dulu.


Setelah melihat Soora yang menurut Jimin pun segera membawa Soora kembali ke Hotel. Meninggalkan seorang Kakek yang berdiri di samping pohon itu.



"Pilihan yang bagus nak."












-End



28.11.2021
kimhajoon_03

Mermaid [FF Jimin BTS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang