-[Mermaid]-
.
Incheon Airport
Jimin menghirup udara segar di Bandara, sudah sangat lama ia tidak pernah keluar dari pulau Jeju. Rasanya senang sekali kini ia bebas ke mana saja tanpa takut tidak ada air.
Jimin menoleh ke arah Soora, kemudian terkekeh saat melihat penampilan Soora. Dengan syal yang melilit lehernya serta topi guna menutupi mata bengkaknya, Soora benar-benar tidak bisa berhenti menangis semalam.
Jimin merangkul bahu Soora, mengusap bahunya pelan. "Kita ke rumahku dulu, hm? Aku akan memperkenalkanmu pada Eomma. Setelah itu aku akan mengantarmu."
Soora menatap Jimin terkejut, "mwo? Ti-tidak bisakah aku pulang dulu? A-aku malu."
Jimin menarik Soora agar menatapnya, menangkup wajah gadis yang lebih muda tiga tahun darinya. Melihat mata bengkak gadis itu, sebenarnya tidak terlalu bengkak karena semalam Jimin mengompresnya. Tapi masih nampak jika Soora habis menangis.
"Kenapa malu? Kau cantik kok."
Perkataan Jimin sontak membuat pipi Soora merona, Jimin tersenyum saat melihat Soora yang malu-malu. Beralih menggenggam tangan Soora, "Kajja." Kemudian mengajaknya berjalan kembali.
.
Nyonya Park menatap bingkai foto yang ada di tangannya, potret kedua anaknya, Jimin dan Jiah. Tersenyum saat mengingat waktu itu mereka masih di Busan bersama sang ayah, sangat terlihat jika Jimin dan Jiah bahagia.
"Eomma merindukan Jimin?" tanya Jiah.
Nyonya Park menoleh, kemudian tersenyum anak sulungnya itu suka sekali menebak-nebak yang berujung kebenaran. Melihat ibunya hanya tersenyum membuat Jiah menghela nafas, "Jika Eomma merindukan anak nakal itu, Jiah bisa memesan tiket untuk ke pulau Jeju." ucap Jiah.
"Tidak perlu, Eomma akan menghubunginya jika Eomma rindu." ucap Nyonya Park.
Jiah hanya bisa mengangguk, mengiyakan apa yang jadi keinginan ibunya. "Aku akan membuatkan Eomma teh hijau." pamit Jiah.
Nyonya Park hendak menghubungi putra bungsunya, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Nyonya Park pun membatalkannya, kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.
Nyonya Park dibuat mematung saat mendapati seseorang yang akan dihubunginya berada di hadapannya.
"Jimin."
Jimin tersenyum mendapati Nyonya Park yang membuka pintu, "Eomma."
Nyonya Park langsung menarik Jimin masuk, "Jimin kenapa datang ke sini? Kau tahu kan di sini jauh dari pantai? Bagaimana bisa kau akan bertahan?" tanya Nyonya Park panik.
Jimin tersenyum haru saat melihat ibunya yang masih mengkhawatirkannya, Jimin menggenggam kedua tangan ibunya.
"Eomma, sekarang aku tidak membutuhkannya. Karena sekarang waktunya untukku pulang." ucap Jimin.
Nyonya Park terdiam, berusaha mencerna ucapan Jimin. Hingga kini ia tahu maksud dari putranya, "Jimin, kutukan itu...."
Jimin menganggukkan kepalanya, "Eoh, aku sembuh."
Nyonya Park langsung memeluk Jimin, mengucapkan kalimat syukur kemudian mengecup seluruh wajah anaknya, dan Kembali memeluk Jimin. Hingga tersadar jika Jimin membawa seseorang.
Nyonya Park melepas pelukannya, Jimin menatap ibunya yang melihat ke arah belakangnya. Jimin pun ikut menoleh, kemudian tersenyum saat mengetahui jika ibunya melihat Soora.
Jimin menarik Soora mendekat, "Eomma perkenalan dia Lee Soora, kekasihku sekaligus orang yang membuat kutukanku hilang. Dan Soora ini Eommaku." ucap Jimin memperkenalkan Soora.
Soora membungkuk, "annyeonghaseyo, Lee Soora imnida." ucap Soora.
.
Nyonya Park menangis dalam pelukan Soora setelah mendengar apa yang terjadi kemarin, terus bergumam terima kasih pada Soora.
Nyonya Park benar-benar terkejut saat mengetahui putranya hampir kehilangan nyawa, bagaimana jika keajaiban itu tidak terjadi? Apa ia akan benar-benar kehilangan.
"Eomma cukup, aku sudah baik-baik saja." ucap Jimin.
Ia senang ibunya begitu menyayanginya terlepas dari apa yang telah ia perbuat dulu, tapi bukan berarti ia juga senang melihat ibunya menangis seperti ini.
Saat hendak berbicara tiba-tiba seseorang menyiramnya, dan tentu saja Jimin tahu siapa pelakunya.
"Eoh tidak berubah? Ku pikir kau akan berganti jadi lobster."
Kalau saja Jimin berada dalam sebuah komik, mungkin kini sudah ada api yang keluar dari telinganya.
Jiah yang mendapati alarm bahaya di kepalanya seketika pamit, "Eomma, sepertinya hari ini aku harus ke kantor." buru-buru Jiah berlari hingga rumah itu menggema dengan suara Jimin.
"NOONA!!!"
.
Soora tertawa kecil saat melihat wajah Jimin yang cemberut, dia masih kesal dengan sang kakak. Kini mereka dalam perjalanan ke Apartemen milik Soora, dan wajah Jimin masih tertekuk.
Setelah sampai Soora langsung turun dan menurunkan kopernya, kemudian menghadap Jimin yang juga ikut turun. Soora melipat bibirnya kemudian membungkuk.
"Gomawo, kau sudah mengantarkanku." ucap Soora.
Jimin tersenyum, "Hm, sekarang masuklah."
"Kau mau singgah sebentar? Mungkin aku bisa membuatkanmu sesuatu." tawar Soora.
Jimin menggeleng pelan dengan tetap mempertahankan senyumannya, "Tawaran yang bagus, tapi kupikir lain kali saja." jawab Jimin.
Soora mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian menatap Jimin malu-malu. Dan selanjutnya Jimin terkejut saat Soora tiba-tiba mencium pipinya.
"Hati-hati." cicitnya.
Membuat Jimin terkekeh kecil dengan tingkah Soora, Jimin mendekat kemudian mengecup bibir Soora.
"Jalja." bisik Jimin.
Sepertinya Soora tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, akhirnya Jimin pun kembali masuk mobil dan meninggalkan Soora yang masih diam.
"Ya Tuhan, dia sangat Aaa~!!"
-End
19.11.2021
kimhajoon_03
KAMU SEDANG MEMBACA
Mermaid [FF Jimin BTS]
Cerita Pendek[Complete] Short story Disaat banyak orang yang mengatakan mermaid itu makhluk mitos, tapi tidak dengan Lee Soora. Gadis berusia 24 tahun itu percaya bahwa mermaid itu ada, karena ia pernah bertemu, walaupun ia tidak tahu pasti bentuknya. Rank 🏅: #...
![Mermaid [FF Jimin BTS]](https://img.wattpad.com/cover/283775223-64-k561269.jpg)