6.Menunggu

36 14 9
                                    


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Secara fisik mungkin kamu tidak membunuh,tapi dalam spikis kamu pembunuh"

-hilang-

-----

"kan udah gue bilang bawa duit yang banyak!!"

plak! tubuh Satya langsung tumbang ke tanah yang lembab.pandangannya perlahan buram,tapi dia masih bisa melihat dengan jelas teman-teman Teo yang menertawainya.

"masa kerja gak ada uang nya sih,dasar miskin!!"

"Saya beneran gak ada uang bima,saya cuman punya uang segitu aja itu juga uang tabungan terakhir saya"

suara tawa terdengar lagi.saat Satya mendongak,dia melihat Rama sedang membuka satu botol minuman yang di bawa bocah itu."anjay,udah berani bohong nih anak". Rama tertawa sambil menumpah kan satu botol minuman tepat di atas kepala Satya.

"kalau si Teo bilang bawa uang banyak,lo seharus nya bawa makannya kerja yang serius udah asal usul keluarga lo gak jelas belagu lagi hahahaha dasar cupu!!!".teman teo menambahi,namanya Rama.

plak!!! satu tamparan mendarat keras di pipi kanan Satya.meninggalkan jejak merah yang sangat terlihat jelas.rasanya pasti tidak karuan,Satya tidak berani menunjukkan nantinya akan menjadi terlihat lemah di depan mereka.

"Denger ya!!" Teo menggertak,dengan tangan mencengkeram kuat rambut Satya."kalau besok lo gak bawa uang yang kita suruh,gue bakal..."

BUG!  Tubuh Teo langsung oleng setelah satu tendangan mendarat cukup keras di punggungnya.

"SIALAN!!",Teo beringas.apalagi melihat sosok Riki dengan yang menyakui kedua tangan nya di saku celana.

"eh maap lagi tes kekuatan kaki buat ikutan trend salam dari binjai", Bocah itu sempat tersenyum lebar pada Teo.namun saat melihat kondisi keadaan Satya yang mengenaskan.ekspresi wajah nya berubah menjadi 180 derajat.

"mau jadi pahlawan lo!?" Rama tak mau kalah.sontak Riki langsung tertawa lepas,membuat rama berfikir keras apakah ini lucu?

"tadi gue denger lo ngatain dia miskin kan? setau gue dia berduit deh buktinya duitnya aja di minta sama lo.kelihatan banget nih siapa yang miskin"

"wah kurangajar nih bocah satu" Teo kejadian.

"waduh serem juga tuh muka,tapi nyali patungan,besok-besok pake rok sama ginju merah aja jangan lupa seragamnya super ketat ya"

Teo berdecih "berisik lo!!"

Tanpa aba-aba sedikit pun tubuh dan tangan Rama sudah siap untuk menyerang tubuh Riki.Alih-alih mengelak Riki malah menahan kepala Rama dengan satu tangan.

hilangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang