9.jatuh cinta

22 8 1
                                    

----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

----

    Aku tidak pernah mudah jatuh cinta. Sungguh,aku tidak berbohong. Meskipun usiaku sudah menginjak 17 tahun,aku belum pernah benar-benar mencintai seseorang. kisah,kisah cinta seperti dalam film remaja yang sering ku tonton.

Aku pernah mengagumi seseorang saat SMP katakanlah itu hanya sekedar cinta monyet yang sebenarnya tidak perlu ada dalam hidup ku,Bahkan aku merasa hanya buang-buang waktu saat itu.

Sebenarnya ini adalah rahasia terpendam ku,bisa ku sebut saja namanya Azka anak laki-laki yang tempo hari bersama ku di koridor sekolah. Dulu bisa di katakan aku jatuh cinta sama dia kita hampir hampir 6 bulan hingga hubungan kita kandas karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Azka saat itu.

Jika ditanya apakah aku patah hati?ya tentu, aku menangis sampai bang Regan menertawakan ku karena wajah ku yang memerah karenakan terus menangis.

Hal bodoh apa yang aku lakukan saat itu,dan Sekarang karma itu berlaku setelah aku bisa move on dengan Azka dan 2 tahun Tidak bertemu dengan Azka,yang ku dengar kini malah dia berbalik gagal dengan bukti dia selalu mengikuti pergerakan ku di sekolah.

Di atas kasur sepulang dari tempat Satya bekerja tadi aku terlihat uring-uringan mengingat kutipan Satya yang bilang dia cemburu jika aku dekat dengan Mahesa atau laki-laki lainnya.

Aku menutup wajah ku dengan kedua tangan, untuk menutupi pipi yang memerah akibat salting di tambah lagi setelah membaca pesan singkat dari Satya yang mengucapkan selamat malam.Pesan singkat namun berarti untuk ku.

Brukk ! Aku terjatuh dari atas, membentur ujung kasur dan meninggalkan bekas merah di kening.

Pintu terbuka yang menghargai bang Regan dengan kaos oblong dan celana boxer nya.

"Kenapa dek?ada meteor jatuh?"Tanyanya.

"aaaa berisi Abang ih bantuin dong,sakit nih kepala"

"Lagian kamu kenapa sih kok bisa sampai jatuh dari atas kasur"

Bang Regan memapah ku ke atas kasur kembali,sambil mengelus kepala ku yang terbentur tadi bang Regan sekilas melihat ke arah ponselku yang masih terlihat di dalam room chat Satya.

"Widihh siapa tuh"

Spontan aku langsung mengambil ponselnya dan langsung menyembunyikannya di balik punggung.

"Kenalin ke Abang dong cowok nya hahaha"

"Apasih orang cuman temen kok"

hilangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang