warning 🔞!
Banyak kalimat tak senonoh! Jika tidak suka silakan di skip untuk chapter ini.
"Shh.. Sialan kenapa aku jadi sangat horni begini, ahhhh.." desahnya lolos ketika tangannya berhasil mengeluarkan burung cakrawalanya dari dalam sangkar
"ahhh fuck! Penisku tagak karena ulahmu, bitch!"
Bright mendongak ke atas serayah matanya terpejam, otaknya berusaha keras membayangkan sesuatu tak senonoh berada di hadapannya
Tangan besarnya mulai bergerak acak sesekali juga sedikit meremasi batang yang sudah mengeras miliknya, "Shhtt ahh.. You're really a bitch, ughh my Bitch" racaunya dibarengi senyuman manis
"this is fucking good, tapi pasti akan lebih enak jika kau yang memainkannya kan babby? ahh.."
Semakin Bright membayangkan, semakin diatas puncak libidonya menyala semakin cepat pula tangannya bergerak dibawah sana
"Ahhhh beib" Bright menunduk ketika merasa kocokan pada penisnya mulai susah
Dengan terpaksa, pria itu berhenti sejenak kemudian mengangkat telapak kanannya lalu didekatkan kearah bibir
Cuhh
Bright meludah tepat di telapak tangannya, merasa sudah cukup basah tangan pria berparas bak Dewa Yunani itu mulai mengusap kembali penisnya hingga penis itu basah dengan liurnya sendiri
Bright kembali menyenderkan punggungnya pada tembok dibelakangnya, matanya mulai terpejam kembali disusul dengan Geraman ringan keluar dari bibir seksinya
"Ughh, ahh winnn—" geramnya
Bayangan Win semakin liar di dalam otak kotor Bright
bagaimana Win dengan binalnya menyesap junior Bright dan disaat lubang milik Win seakan ingin membunuh Bright karena sangking ketatnya
Haruskah Bright meminta pertanggung jawaban kepada pria manis itu? Ini sunggu sialan, bisa-bisanya penis kebanggaannya menegang hanya karna seorang pria
"Hisap terus sayang ahh.. yeshhhhh babby seperti itu , pintarr"
,,,,
Tubuh Metawin membeku ketika dirinya dengan 'sengaja' mendengar Bright menyebut namanya di sela-sela desahan panas Pria itu
Posisi Win berada di dalam kamar Bright bersembunyi dibalik dinding dengan pintu kamar mandi yang terbuka, menyaksikan permainan panas pria itu
Tubuh Win masih setia mematung hingga desahan frustasi mantan pembunuh bayaran itu memecahkan lamunannya
"Hisap terus sayang ahh.. yeshhhhh babby seperti itu , pintarr"
Shit!
"Ahhhh fuck Metawin!"
Metawin dengan sigap menutupi mulutnya dengan kedua tangan, kelopak matanya mengedip beberapa kali
"Kaparat! Ahhhh susah sekalihh" desah pria itu frustasi
Masih diposisinya, Metawin melihat jelas pria bak dewa kematian itu mengumpat kesal karena yang dibawah tidak mau diajak bekerjasama
Buku-buku lentiknya dengan sengaja pria manis itu gigit, oke sekarang dia sadar jika miliknya ikutan terbangun
Satu tangan Metawin turun kebawah lalu menggerayangi tubuh bagian bawahnya, diusapnya pelan gundukan diantara pahanya itu. lalu pandangan Metawin ikut turun menatap miliknya yang membengkak dibalik baju tidur yang dirinya kenakan
Tiba-tiba muncul rasa penasaran dalam diri pria berparas manis itu, sepertinya akan menyenangkan
Kaki jenjangnya mulai maju satu langkah disambut langkah yang lainnya tanpa menimbulkan suara
Wajahnya kini semakin dekat dengan wajah berpeluh pria itu, Bright sangat gigih agar bisa menjemput putihnya
"Ahhhh fuck fuck fuck fuck, sebentar lagihhh ahh shit enak banget"
"Eghm", win berdehem
"Mau saya bantu?" Lanjutnya
Metawin terlihat malu sendiri saat Bright mendongak kearahnya dengan wajah cenggo
"Apa?" Tanya Bright, raut wajahnya kebingungan
Win memutar matanya jengah, "Cih, jadi mau di bantuin nggak? Oh gak mau? Ya udah gak jadi." win langsung berbalik, malu ketika menyadari perbuatannya
Bright menarik pergelangan pria itu sampai dirinya kembali duduk di closed bersamaan dengan tubuh Metawin terduduk di pahanya, "Aku belum jawab Loh" protes si Vachi
'shit, burungnya nempel pantat gue'
"Mau banget di bantuinnn, daritadi belum keluar-keluar juga." ucapnya tepat di belakang kuping Metawin sehingga memberikan ereksi tersendiri pada pria berparas manis itu
Bright gilaaaaaa
"Bright, aku mau kekamar, lepasin tolong.." tangannya memberontak berusaha melepaskan lilitan tangan sang dominan dari tubuhnya
"Tadi mancing-mancing, sekarang udah dimakan umpannya masak mau kabur sih? Emang gak mau makan tangkapannya, Hem?"
Bright sekarang lebih mirip dengan Om-om cabul dimata win.
Pria itu mengangkat tubuhnya membuat tubuh Metawin ikut berdiri, tak berselang lama karna ke-dua tangan si Vachi membalik tubuh Win sehingga menghadap dirinya lalu menekan bahu Metawin kebawah sehingga pria manis itu berjongkok tepat didepan pusaka tegak pria didepannya
"Bright.."
"Kita mulai ya? inget, ini kamu yang nawarin"
"Brightt gak aku bercanda Ahk—"
"Ouhh shit!"
'To be continued'
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED -BW-
Teen FictionRasa yang tak pernah di inginkan oleh Bright Vachirawit Chivaaree, rasa yang tak pernah dirasakan kepada wanita sebelumnya. ia terjebak, terjebak dengan pesona target bunuhannya. WIN METAWIN. Win adalah seorang CEO muda berparas tampan, hari-harinya...
