Ketika Anda membaca ini pastikan anda sendirian, karena kalo anda bengek saya tidak bertanggung jawab- ga deng cerita ini ga lucu lucu amat kek kisah cinta kalian JIAHAHAHHAHAHAHA-
Dahlah baca aja, ga pinter bikin deskripsi~
Announcement: cerita ini kemungkinan bakal aku publish jadi AU di Twt xixixii Tapi yang disini juga masih lanjut kok guiz :")
-💎💎💎-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-💎💎💎-
S
etelah keliling sana sini mencari ketujuh bola dragon ball- em maksudnya nyari sasaran, akhirnya mereka menglelah dan berputus asa.
Emang mental mereka mental tempe bacem, isi kehidupannya ngeluh dan ngebadut. Namun itu semua berubah, saat muncul sosok perempuan yang menjadi panutan Haruto saat kecil.
Bocil dengan imun super yang dulu ketahuan minum air toilet pake sendok, sebut saja dia Ryujin.
Di desa ini dia dikenal dengan sebutan, si anak sendokan toilet karena kenakalan dia tidak ada yang menandingi sampai saat ini. Bahkan Haechan pun pernah kalah manjat pohon kelapa sama dia.
"Oi sesepuh!" Teriak Haruto sambil ngelemparin kerikil depan rumahnya Ryujin.
Emang ga ada adabnya ni bocah, ke rumah orang kalo bertamu bukan ketuk pintu tapi ngelempar krikil. Padahal mah Hanbin ngedidiknya harus bertamu dengan baik, yaitu dengan melempat beton.
Ryujin yang lagi pake kolor pink trus pake kaos oblong sambil garuk garuk pantat pun menengok dengan ogah ogahan.
"Apesi, ganggu orang lagi ngefly bae lu."
"Maen yok!" Teriak Ruto semangat.
"Katanya mau gangguin orang?" Tanya Junkyu kebingungan.
"Plan A gagal bossQ pindah plan B, belajar otodidak bersama Nyai Ryujin."
"Ogah gue main sama bocah ingusan kek lo"
"Yee, gini gini tinggi gue 2x lipat daripada elu."
"Skip ah bawa bawa tinggi badan."
"Lah situ bawa bawa umur!"
Ryujin :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Junkyu hanya bisa menyimak dibalik kegoblokan mereka berdua.
"Yah nyai gitu amat sama Ruto, udah lama ga ketemu masa ga kangen sama Ruto?" Mata Ruto berbinar binar dan bersiap untuk mengeluarkan air mata.
"Dih ogah, mending tidur gua." Ryujin berbalik badan dan masuk ke dalam rumah sambil garuk garuk punggung.
Junkyu kasian ngeliat adik sepupunya mau nangis guling guling di tanah, sebenernya bagus juga si bisa dia videoin trus masukin ke toktok. Siapa tau viral trus Junkyu bisa panjat tebing jadi influencer.
Belum aja Haruto mau nangis, ibu negara nelpon dia.
'Pulang! ini Asahi kesurupan macan, pulang cepet.'
Setelah sambungan telfon dimatikan Haruto tatap tatapan sama Junkyu. Junkyu yang ga tau apa apa masalah adiknya kesurupan macan ini jadi bingung juga ngeliat muka Haruto makin kucel.
"Ngape?" Tanya Junkyu.
"Adek lu, bang sahi kesurupan macan." Junkyu terkejut tapi tidak terheran heran.
Udah biasa mah itu bagi Junkyu, biasanya juga kesurupan pintu, meja, kursi, dan perabotan lainnya. Tapi aneh, kali ini dia kesurupan makhluk hidup.
"Pulang aja lah, takut bang sahi kenapa kenapa." Ucap Ruto.
"Ga jadi main nih?" Tanya Junkyu polos.
"Kaga, udah besok gue jemput main di Time Zone."
"Trus kalo kita balik, lu mau ngerukiyah Sahi?"
"Kaga sih, ketawain bae."
Emang sodara ga ada akhlak ya mereka berdua. Ciri ciri orang yang ngeliat temennya jatoh, diketawain dulu baru digoblokin.
Mereka yang baru pulang cengo ngeliat Sahi udah cosplay jadi sapidermen naik naik ke atap rumah.
"Adek lu kalo kesurupan nakutin ya?" Ucap Haruto yang masih ngeliatin Sahi pargoy.
"Biasanya kesurupannya ga gini To, dia biasanya jadi mayat hidup. Kenapa sekarang jadi manusia ubur ubur?" Jawab Junkyu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.