Ketika Anda membaca ini pastikan anda sendirian, karena kalo anda bengek saya tidak bertanggung jawab- ga deng cerita ini ga lucu lucu amat kek kisah cinta kalian JIAHAHAHHAHAHAHA-
Dahlah baca aja, ga pinter bikin deskripsi~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-💎-
"Nyokap lu masih marah To?" Tanya Jaehyuk. Emang dari raut mukanya Haruto yang sejak tadi kusut banget jadi ketahuan deh kalo dia lagi ada masalah.
Haruto mengangguk lesu dan menghembuskan nafasnya berat. Untung ketiga sohibnya ini bukan kaum adu nasib.
"Emang masalahnya ape lagi? Lu ngotot punya adek?" Tanya Jeongwoo dan Haruto mengangguk lemas.
Udah Haruto hari ini paket lengkap, lemah, letih, lesu, tak berdaya, ingin guling guling di tengah lapangan aja rasanya.
"Ya gimana, umur kita sudah dewasa, takut aku kecewa takut-"
"Mending lu diem." Ucap Jaehyuk sambil ngelempar kotak banana milk kosong ke Jeongwoo.
"Ih Bang Sahi, temen lu buang sampah sembarangan. Marahin bang! Selalu Ketua Tim Peduli Lingkungan gebuk aja bang!" Adu Jeongwoo, Asahi cuma AFK.
"Udah kalian yang mending diem." Cibir Asahi.
"Udah nyoba minta maaf ke nyokap To?" Tanya Asahi, Haruto menggeleng lesu.
Ini masalah utamanya, Haruto ini kebanyakan nurun sifatnya Lisa. Adu bacot nurun Lisa, nyali nurun Hanbin. Ya sebenernya waktu dia adu bicara sih luarnya aja keliatan sangar, dalemnya ketar ketir. Sama seperti sekarang, mau Haruto ataupun Lisa orang yang keras kepala. Salah satu di antara mereka harus mengalah.
"Yaudah, mending sekarang lu minta maaf ke Nyokap lu. Ajak jalan-jalan ato apa gitu." Usul Jaehyuk yang dibalas anggukan setuju oleh Jeongwoo dan Asahi.
"Ajaknya besok aja, ntar habis pulang sekolah kita nongski dulu ga sie?" Tambah Jaehyuk.