Chapter 6

50 1 0
                                    

£6

"Ariel,apa yang kamu inginkan dari dunia ini?" Tanya seorang pria yang tidak terlalu tua itu sambil mengelus rambut anaknya.

"Huh?Aku tidak mengerti,ayah.."

"Suatu hari,kamu akan menghadapi berbagai macam masalah.Apa kamu dapat menghadapinya dengan senyuman?Dan bukan air mata?"

Ariel menatap dalam ayahnya, "Sepertinya aku tidak bisa,tapi..kalau ayah ada disisiku,pasti aku bisa.."

"Ariel,listen!Terkadang,kita tidak bisa menumpukan semua masalah kedalam diri kita.Kita hanya harus menghadapinya dengan sebuah senyuman dan kerja keras.."

Ariel mengangguk mantap pesan ayahnya.

"Kenapa Ayah tidak mau mengatakannya saat kita sedang bersama dengan Prince Aries?"

"Aku sudah mengatakanya padanya,tapi..tampaknya dia tidak terlalu menghiraukanku..hihi.."

"Grrr..Dia benar-benar tidak tau diri.." geram Ariel membuat ayahnya tertawa.

Tiba-tiba,pria itu terbatuk keras dihadapannya.

"Ariel..come here!Aku tidak punya cukup banyak waktu,apa yang ingin kusampaikan adalah..temukan rahasia ...es.."

'Plik..' Ariel membuka matanya dan mengerjap beberapa kali.

"Mimpi ayah lagi..ahhh..aku rindu dengannya.."

***

Malam itu,Aries tidak ikut makan malam dengan alasan tugas setumpuk.

Alhasil,Ariel makan ditemani Edgard dan Chal saja.

"Putri,sepertinya kamu sudah kembali ceria.." ucap Chal sambil tersenyum senang.

"Hihi..aku barus saja bermimpi sesuatu.."

"Sesuatu?ahhh..tell me..I want to know it too.."

"Fine..i'll tell you...it's about..my super daddy.."

Edgard yang sedang menyesap minumannya,melirikkan matanya tertarik.

"Dad menitipkan pesan padaku..tapi..terpotong karena aku terbangun.."

"Yahh..sayang sekali..kuharap kita akan mengetahui arti pesan itu secepatnya.." ucap Chal ceria.

"Hmm!"

.

Malam itu,Ariel tidak bisa tertidur.Ia berkali-kali mengintip pemnadanga diluar dari teras kamarnya.

Arghhhhh....

Tiba-tiba,sebuah suara mengejutkan Ariel dan ia segera keluar dari kamarnya mencari arah suara itu.

'Apa itu..Edgard?' Batin Ariel sambil melangkah perlahan.

Suara itu dari ruangan pamannya!!

"Paman,ada apa??!"

Tidak ada jawaban,dengan siaga Ariel mengambil pedang kecil yang terselip di sarung yang mengikat pada pahanya.

Ia mulai membuka pintu perlahan.

Croottt...

Didepan matanya sendiri,Ariel melihat Paman tersayangnya dibunuh.

Terbunuh oleh..

.

.

.

Aries...

-

TBC

Protect YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang