⌗ 𝐁𝐨𝐨𝐤 𝐎𝐧𝐞
【𝔓𝔞𝔯𝔱 𝔬𝔣 Ë𝔩𝔦𝔵𝔞𝔱𝔢𝔯𝔱ä 𝔘𝔫𝔦𝔳𝔢𝔯𝔰𝔢】
(Sedang proses revisi)
┌───────── · · · · ♡
Mulanya, Aëron dan Aïres adalah si kembar yang kelahirannya sudah tertulis di ramalan Ellyore sebagai pemilik tanda gurin setelah se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
✩₊˚.⋆☾ Happy Reading ☽⋆⁺₊✧
"Jelaskan secara rinci, apa yang sebenarnya terjadi di sini!"
Suara berat sang Raja seketika membekukan atmosfer di dalam ruangan. Keheningan yang mencekam menyusul, bahkan Amory tampak dirundung kegugupan luar biasa, bahunya menegang di bawah tatapan tajam Raja Hecxan..
Pernyataan yang tanpa basa-basi itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu tersentak. Fintan bahkan menoleh cepat ke arah rekannya, terkejut bukan karena informasinya, melainkan keberanian Althaia menyampaikannya tanpa basa-basi.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Ratu Levana Evander, suaranya bergetar bimbang.
"Hologram sihir ini tidak pernah berbohong ataupun keliru." Althaia membuka telapak tangannya. Setitik cahaya kekuningan muncul, lalu dengan satu gerakan lebar, ia membentangkan sebuah peta bercahaya yang menampilkan seluruh wilayah Kerajaan Xuineverald.
"Kita bisa lihat sendiri," lanjut Althaia sembari menunjuk beberapa titik gelap yang bergerak dinamis. "Kabut hitam ini semakin meluas di wilayah kita, yang artinya ..." Ia menjeda kalimatnya, menatap lurus ke dalam netra Raja Hecxan dengan keyakinan penuh. "Dark Elves telah berhasil menembus pertahanan sihir Putri Esmeralda."
Ratu Levana menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. "Jadi, karena pertahanan sihirnya ditembus, anakku sampai menderita seperti ini?"
"Berdasarkan pemeriksaan saya menggunakan batu sihir, Putri Esmeralda berada dalam kondisi ini karena ia menggunakan jenis sihir perlindungan tingkat tinggi untuk membentengi Xuineverald dari makhluk kegelapan," jelas Drach. "Sihir itu adalah perlindungan terkuat, namun memiliki risiko yang sangat fatal."
Ia menghela napas berat sebelum melanjutkan, "Jika perlindungan itu berhasil ditembus paksa, seluruh energi sihirnya akan berbalik menyerang sang pengguna sebagai tanda bahwa pertahanan telah gagal. Ibarat sebuah benteng yang runtuh ke dalam, menghimpit orang yang ada di dalamnya."
"Kenapa dia harus pakai sihir seperti itu?" lirih sang Ratu.
"Putri Esmeralda selalu ingin berusaha yang terbaik untuk tanah kelahirannya," jawab Fintan pelan.
Raja Hecxan meraup wajahnya dengan kasar. Perasaannya berkecamuk hebar, ada amarah yang meluap, namun juga rasa perih yang luar biasa sebagai Ayah. Esmeralda adalah harapan terbesarnya. Kebanggaan serta kebahagiaan hidupnya. Dan kini ia harus melihat putrinya dalam kondisi paling terpuruk sepanjang hidupnya.
"Apa yang harus ku lakukan?" gumam Raja Hecxan lirih.
"Luka dalamnya cukup serius, Yang Mulia," ujar Drach mencoba menenangkan. "Namun, masih bisa disembuhkan secara perlahan dengan perawatan intensif di menara ini."