⌗ 𝐁𝐨𝐨𝐤 𝐎𝐧𝐞
【𝔓𝔞𝔯𝔱 𝔬𝔣 Ë𝔩𝔦𝔵𝔞𝔱𝔢𝔯𝔱ä 𝔘𝔫𝔦𝔳𝔢𝔯𝔰𝔢】
(Sedang proses revisi)
┌───────── · · · · ♡
Mulanya, Aëron dan Aïres adalah si kembar yang kelahirannya sudah tertulis di ramalan Ellyore sebagai pemilik tanda gurin setelah se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
✩₊˚.⋆☾ Happy Reading ☽⋆⁺₊✧
"Kami sangat tersanjung Anda berkenan hadir untuk memulihkan pelindung sihir kami yang kian rapuh, Yang Mulia Ratu." Seorang pria dengan raut wajah tegas menyambut kedatangan Esmeralda.
Esmeralda menyunggingkan senyum formal yang hangat dan berwibawa.
Tentu saja Esmeralda membalas keramahtamahan tersebut dengan senyuman. Di hadapannya, lima petinggi kerajaan berdiri menyambut. Salah satunya adalah orang yang menyapanya ini, Marquess Forwen, Menteri Pertahanan Exaterian.
"Silakan masuk, Yang Mulia Ratu. Raja Lourey telah menanti anda di ruang rapat." Duke Alastair mempersilakan dengan gestur sopan.
"Baiklah." Esmeralda melangkah anggun, diikuti oleh Zion yang berjalan sigap di belakangnya. "Apa tidak ada upacara penyambutan resmi untuk anda yang merupakan pemimpin tertinggi Xuineverald?" bisik Zion.
Esmeralda sedikit menoleh. "Ini keadaan darurat, Zion. Tidak ada waktu untuk berpesta," balasnya pelan.
Zion terdiam, apa yang dikatakan sang Ratu memang benar. Zion tahu akan hal itu, ia hanya iseng bertanya karena Exaterian adalah kerajaan yang terkenal dengan seribu acara.
Mereka memasuki interior istana bangsa manusia yang didominasi arsitektur megah. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan luas, pandangan Esmeralda terkunci pada sosok pria yang duduk di ujung meja persegi panjang. Raja Lourey Betsaley.
Pintu sebuah ruangan terbuka, menumpahkan semburat cahaya dari dalam. Esmeralda melihat bagaimana interior di istana para manusia ini begitu mempesona. Sampai akhirnya, pandangannya terkunci pada seorang laki-laki yang duduk di sisi lain meja berbentuk persegi panjang. Meski usia Esmeralda telah mencapai ratusan tahun, netranya masih sangat tajam untuk menangkap kegagahan sang raja muda yang juga menatapnya itu.
"Semoga kesejahteraan serta kebahagiaan selalu berlimpah kepada Yang Mulia Raja Exaterian," ucap Esmeralda dan rombongannya serentak dengan penuh rasa hormat.
"Silakan duduk," ujar Lourey singkat, memperbaiki posisi duduknya menjadi lebih tegak. Tatapannya cukup mengintimidasi, Esmeralda bahkan sedikit gugup menerima tatapan tersebut.
Mereka langsung duduk di kursi yang sudah tersedia. Zion membantu Esmeralda duduk, kemudian ia berdiri di belakang Esmeralda.
"Terimakasih telah datang untuk memenuhi permintaan darurat kami, Ratu Esmeralda." Lourey buka suara. "Dan maafkan saya jika penyambutan dari Exaterian kurang berkenan untuk kalian berdua."
"Sebelumnya saya juga ingin berterima kasih karena anda sudah mau berkonsultasi dengan saya tentang masalah ini," balas Esmeralda. "Saya juga tidak mempermasalahkan bagaimana penyambutan kalian untuk kami, ini semua sudah lebih dari cukup. Mungkin lain kali dalam acara lain Raja bisa mengundang dan menyambut kami sebagai tamu."