"Life is a daring adventure or nothing at all" -A.N
✨✨✨
Serangkaian musik Britania yang mengalun nyaman, diiringi dengan bunyi pantofel yang beriringan dengan tarian dansa dari kelompok pertunjukan sudah menjadi pemandangan Axel ketika hendak pulang, kembali ke rumah. Halte tempat dirinya menunggu bus selalu ramai, diisi oleh berbagai orang yang pulang dari pekerjaan, ataupun anak sekolah yang tidak memiliki jemputan pribadi seperti dirinya. Kendati demikian, saat-saat seperti inilah yang menurut Axel paling menenangkan. Melihat interaksi normal orang-orang pada umumnya, ibarat penyembuhan alami bagi dirinya.
Saat ini, Bibi Liye dan Axel sudah genap delapan tahun menetap di England, hidup berkecukupan dan aman dari jangkauan Paman Aric serta kaki tangannya. Memiliki cukup banyak tetangga yang ramah, pun teman-teman yang menyenangkan. Axel sebenarnya tidak pernah mengharapkan yang lebih dari ini, namun seperti inilah jalan Tuhan yang telah ditafsirkan untuk dirinya. Tuhan tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya, bukan?
Deritan antara aspal jalan dengan empat pasang ban seketika membuncah lamunan Axel, tanda bus telah berhenti guna menuju tujuan berikutnya. Mungkin efek pulang di sore hari, kursi penumpang untuk duduk sudah terisi seluruhnya, sehingga tidak ada tempat untuk mendudukkan badan sejenak. Bukan masalah, hanya butuh sekitar empat pemberhentian dari tempat Axel naik untuk kembali ke rumah.
"Semakin hari, semakin dingin saja belakangan ini," gumam Axel pelan sembari merapatkan sweater yang ia kenakan, sekaligus membenarkan pengeras suara di sepasang telinga. Mendengarkan beberapa melodi tenang sembari melihat ke arah luar jendela benar-benar menyejukkan.
Suara yang cukup bising dari beberapa anak sekolahan di samping Axel cukup memuakkan kepala sebenarnya. Apalagi sekarang mereka tengah bergurau dan terbahak bersama-sama. Apakah orang-orangan salju di sepanjang jalan mengundang gelak tawa? sepertinya bukan demikian.
Axel tidak mau ambil pusing juga awalnya, namun fokusnya terpecah kala seoarang anak lelaki dari sekumpulan berisik itu mengarahkan telepon genggamnya ke arah bawah, seperti hendak mengambil gambar disana. Arah kameranya seakan membawa pandangan Axel menuju bagian rok selutut berbalut mantel tebal yang digunakan seorang perempuan di seberangnya, agaknya anak tahun kedua di sekolah menengah pertama. Axel bisa mengenalinya melalui seragam yang sama persis dengan dirinya dulu.
"Dasar anak-anak tidak sopan," umpat Axel kecil, kemudian melangkah untuk berdiri di seberang, menghalangi siasat nakal anak yang ia lihat sebelumnya. Entah bagaimana seorang anak usia dini harus melakukan tindak kekerasan. Akan lebih baik untuk dicegah sebelum hasratnya semakin membesar.
Perempuan yang berdiri di samping Axel menghembuskan napasnya lega. Sepertinya, dirinya pun sadar tengah menjadi target hal buruk sekumpulan anak laki-laki sebelumnya.
"Terima kasih banyak,"
"Kenapa tidak mencoba menghindar ?"
"Disini ramai. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian. Apalagi jika mereka malah membual alasan tidak jelas ketika dimintai pernyataannya," seru anak perempuan tersebut sembari membisikkannya pelan, Axel hanya mengangguk samar sejenak.
"Bukan hal baik untuk diam ketika kita tahu ada kejahatan di depan mata. Lawan saja selagi bisa,"
Anak perempuan itu sedikit mendongakkan kepalanya, menatap Axel penuh afeksi seakan kagum dengan celotehannya barusan.
Merasa ada yang mengganjal, Axel kemudian mengangkat sebelah alis matanya, "Ada apa?"
"Kakak keren! Bagaimana bisa merangkai kata-kata indah seperti itu?" ucapnya sembari memberikan dua jari jempol keluar dari balik saku mantel, menatap dengan penuh binar dan penasaran yang tertaut nyata dapat terlihat.
Axel yang barusan dipuji refleks terkejut seketika. Dirinya jarang sekali mendapatkan pernyataan seperti ini selain dari Bibi Liye di rumah.
"Pengalaman terkadang membuatmu jadi banyak pengetahuan," tutur Axel sembari menganggukkan kepalanya samar, membayangkan sosoknya yang pernah bergelayut menyeramkan menuju helikopter adalah saat-saat yang tentunya tidak pernah terlupakan. Benar-benar pengalaman.
"Aku juga punya pengalaman. Tapi, kenapa masih bodoh, ya? tidak ada keren-kerennya, tuh?"
Axel benar-benar dibuat terkejut dua kali oleh perempuan di sampingnya ini. Bagaimana untuk menjawabnya? salah-salah, bisa saja mengamuk seperti perlakuan Bibi Liye kepadanya ketika menanyakan pendapat.
"Hm.., Maksudku, belajarlah dari pengalaman orang lain juga. Iya! akan lebih cepat jika kita sering-sering bertanya pengalaman dari orang sekitar," jawab Axel mantap. Dirinya hanya merapalkan semoga tidak ada bahasan selanjutnya dari sang empu di sampingnya.
"Bahkan aku tidak punya orang-orang di sekitar, Kak," jawabnya penuh penekanan. Axel berani bersumpah bahwa hari-harinya benar-benar berjalan baik hingga detik sebelumnya. Seharusnya keputusan untuk berjalan kaki adalah opsi yang tepat untuk pulang ke rumah esok hari.
"Aku tidak tahu harus membalas apa...,"
"Bagaimana jika aku belajar darimu? nama kakak siapa? bolehkah kita dapat bertemu lagi?" tanyanya antusias. Meladeniny saja untuk beberapa menit adalah suatu kerja keras, apalagi jika menuntut pertemuan selanjutnya?
TING! inilah kesempatan yang Axel tunggu. Bus nya berhenti tepat di pemberhentian ke-empat menuju rumah.
"Namaku Axel. Senang bertemu denganmu, tapi sepertinya tidak ada pertemuan selanjutnya. Selamat tinggal!" ucapnya sembari melambaikan tangan, sudah seperti orang paling bahagia saja. Anak perempuan yang tengah berdiri di samping Axel sebelumnya hanya menatap kepergian Axel dengan tatapan penuh tanda tanya. Apakah ada masalah?
"Axel, ya. Sudah lama tidak mendengar nama yang demikian," ucapnya sembari memasukkan sebelah tangannya ke saku mantel, kembali menatap lurus ke depan. Agaknya, pertemuan singkatdengan seseorang yang tidak dikenalnya ini cukup membuatnya menaikkan sudut bibirnya sejenak. Lamunannya seakan mengingatkan dirinya dengan seorang yang paling ia rindukan keberadaannya. Mungkin belum waktunya untuk bertemu kembali.
"Kakak, apa kabar, ya?"
---------------------------
TBC!
HALO SEMUA! UDAH LAMA YAA GAK KETEMU (>人<;)
SEMOGA SELALU DALAM KEADAAN BAIK-BAIK AJA YA!
salam cinta,
@hanabillaa ヾ(≧▽≦*)o
(Mari follow IG-ku!) ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
where's hope? [ ON GOING ]
Mystery / ThrillerKarena sebuah peristiwa yang membuat dirinya terpaksa menerima keadaan ditingal dan dilupakan, Axel berusaha merubah dirinya, menjadi kejam. Sangat kejam, untuk membalaskan segala kecamuk hidupnya, tanpa seorang pun tahu identitas aslinya. Namun, se...
![where's hope? [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/212526716-64-k507883.jpg)