02 || Ily and G.Bye

153 72 154
                                        

"Don't grieve. Anything you lose comes round in another form." — Jalaluddin Rumi

🌹🌹🌹

" Dad meninggalkan kita, selamanya, Axel, " 

Axel benar benar bingung dengan perkataan Bibi Liye barusan. Meninggalkan? maksudnya, Dad dan Mom akan tinggal selamanya di German? Apa Axel dan Cloe juga akan tinggal dan bersekolah disana? begitulah kira kira pemahaman yang Axel tangkap dari kata ' Meninggal ' tadi.

" Wah! kalau seperti itu, asik dong bi! Kita akan pindah ke German,dan... apakah nanti Bibi Liye dan Paman Dion juga ikut ? "

Bibi Liye benar benar tidak paham apa lagi yang harus ia katakan untuk mengatakan arti ' meninggal ' yang sesungguhnya, terutama untuk dua pasang adik kakak di depan matanya ini. Sepersekian detik setelahnya, Bibi Liye memutuskan untuk menyampaikan berita duka tersebut dengan menunjukkan fakta lewat peti mati di luar sana. Sebenarnya, ini bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Tapi, melampiaskan kekesalan sepele kepada anak kecil bukanlah hal yang bijak untuk dilaksanakan.

Sejenak, perempuan yang akan menginjak kepala tiga ini menundukkan mukanya sedalam mungkin. Benar benar masih terlarut dalam rasa sedih yang tiada kentara bergelut dalam dirinya. Benar benar bingung, frustasi, dan sedih tercampur jadi satu dalam beban yang akan ia pikul ke depan. Tentu, tentang nasib kehidupan dan masa depan dua insan tak berdosa di depannya.

" Axel, benar benar penasaran kan? Dad ada di depan sana kalau ingin lihat," akhirnya, perkataan tersebut terucap juga dari birai sang empu di depan Axel, sembari mengarahkan jari telunjuknya ke ambang pintu putih kediaman Keluarga Dilian ini. Ia pun bangkit, tidak tega juga harus membiarkan kedua manusia kecil ini menerima kenyataan pahit beberapa menit kemudian. " Sini, biar bibi gandeng, Cloe,"

Mendengar perkataan dari sang bibi bahwa Dadnya ada di depan pintu, membuat Axel terkejut dan senang tiada terhingga. Akhirnya, orangtua nya bisa kembali ke rumah dan menikmati musim salju bersama. Ia pun berlari. Berlari secepat mungkin, serindu itu dengan orang yang paling ia sayangi dihidupnya. Sementara, Bibi Liye berjalan bersama Cloe yang ia gandeng tangannya untuk menuju ke depan. Langkahnya gontai. Namun, antusias Cloe yang ikut berlari mengikuti sang kakak membuat Bibi Liye terpaksa berjalan lebih cepat.

Ddugg!

Axel terpental tidak terlalu jauh dari apa yang ia tabrak barusan. Dengan lugunya, ia memegangi kepalanya yang sedikit memerah karena memar pada dahi mulusnya. Ia pun terjingkat kaget setelah melihat beberapa orang berpakaian serba putih terus membawa apa yang ia tabrak barusan, rasa penasarannya kembali timbul kedaratan. Sehubungan dengan kedatangan seseorang yang ia kenal, Paman Dion yang terlihat sedih sama seperti Bibi Liye , membuat Axel berusaha menghentikan pergerakan langkah kaki paman nya itu dengan membentangkan kedua tangan di sisi kanan dan kiri lebar lebar.

" Paman! sebenarnya ada apa,sih? kenapa orang orang itu bawa lemari kayu kesini? katanya ada Dad! Dad mana paman! Paman barusan pergi menjemput Dad,kan?" serunya bertubi tubi.

" Dad mu, ada di dalam lemari itu Axel. Ah, tidak..., apakah Bibi Liye belum menjelaskan sesuatu padamu? "

" Sudah, tapi aku tidak paham, paman. Bibi mengatakannya dengan sangat membingungkan bagiku," lirih Axel kemudian menunduk dan mulai melerai tangannya, kembali pada posisi semula.

Paman Dion bukanlah orang yang pandai berbahasa, Ia hanya mampu untuk mengatakan yang sejujurnya, tanpa pembukaan, isi, dan penutup seperti yang sering orang lakukan. Menurutnya, langsung pada inti adalah hal yang paling mudah dilafalkan. Ia pun berusaha mengatur nafasnya, lalu berkata,

" Dad dan Mom , pesawatnya jatuh dan membuat Dad harus meninggal, dan Mom-mu di Rumah Sakit. Ya, seperti itulah, Axel, meninggal, dan tidak hidup lagi seperti sebelumnya," jelas Paman Dion sembari mengusap rambut Axel pelan. Ia benar benar merasa bimbang sekarang. Apakah yang ia ucapkan akan membuat Axel paham atau hanya menganggap guyonan seperti biasa?

where's hope? [ ON GOING ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang